Ini penyebab gempabumi Sukabumi menurut BMKG
Elshinta
Rabu, 21 Agustus 2019 - 07:27 WIB |
Ini penyebab gempabumi Sukabumi menurut BMKG
Logo BMKG. Sumber foto: https://bit.ly/2tZ1gtf

Elshinta.com - Aktivitas Sesar Citarik menyebabkan gempabumi bermagnitudo 3,9 dengan kedalaman satu kilometer di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (21/8) pukul 03.06 WIB.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pusat Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Tiar Prasetya di Jakarta.

"Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.77 LS - 106.52 BT, tepatnya berada di darat pada jarak 24 km Barat Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman satu kilometer," kata Tiar, seperti dikutip Antara.

Menurut Tiar, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 

Gempa tektonik dangkal tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat dan peta tingkat guncangan BMKG, guncangannya dirasakan di wilayah Bogor dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI.

Skala II MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan skala III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Berdasarkan monitoring BMKG terhitung sejak 10 Agustus 2019 ada 43 kali gempa pendahuluan yang terjadi di wilayah tersebut, dan menunjukkan tiga aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut," ujar dia. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelebaran sungai dan pengangkatan sedimentasi salah satu cara atasi banjir Jabar dan DKI
Kamis, 27 Februari 2020 - 18:46 WIB
Banjir yang terjadi di Desa Karang Linggar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pa...
Polres Majalengka siagakan personil dalam tanggap darurat bencana
Kamis, 27 Februari 2020 - 16:13 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, memimpin Apel Siaga Tanggap Bencana Tahun 2020 di ...
Bhayangkari dan Polwan Polres Subang beri `trauma healing` untuk korban banjir Pamanukan
Kamis, 27 Februari 2020 - 15:45 WIB
 Anggota Bhayangkari bersama Polwan Polres Subang Jawa Barat melakukan trauma healing kepada anak-a...
Sungai Adong meluap, banjir rendam dua desa di Landak
Kamis, 27 Februari 2020 - 06:25 WIB
Banjir merendam tiga dusun di dua desa, setelah Sungai Adong meluap karena debit air terus naik sete...
Pemerintah salurkan bantuan untuk korban banjir Pamanukan
Rabu, 26 Februari 2020 - 21:12 WIB
Hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Bar...
Banjir Rowokangkung, Banser Lumajang turun tangan
Rabu, 26 Februari 2020 - 16:47 WIB
Peran aktif Bantuan Serbaguna (Banser) cabang Lumajang Jawa Timur, terus diperlihatkan dalam membang...
 Tagar Polri bantu korban banjir jadi trending topik
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:09 WIB
Tagar #Polri Siap Bantu Korban Banjir menggema di twitter sepanjang Selasa (25/2). Netizen mengapres...
Jalur Garut-Pameungpeuk sudah bisa dilalui pasca-longsor
Rabu, 26 Februari 2020 - 12:08 WIB
Jalur Garut-Pameungpeuk kini sudah dapat dilalui kembali, setelah sebelumnya longsor menutup akses j...
Angin kencang, puluhan bangunan di Agam rusak tertimpa pohon
Rabu, 26 Februari 2020 - 11:18 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat 25 unit bangunan ...
Banjir Jakarta Selasa, 3.565 jiwa mengungsi
Rabu, 26 Februari 2020 - 06:40 WIB
Banjir di Jakarta akibat hujan yang mengguyur sejak Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) pagi, me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV