BNPB sosialisasi perangkat dan penilaian ketangguhan kabupaten/kota
Elshinta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:34 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
BNPB sosialisasi perangkat dan penilaian ketangguhan kabupaten/kota
Sumber foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - BNPB sosialisasikan penilaian ketangguhan kabupaten atau kota dalam menghadapi bencana di aula PKK Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan menggunakan 71 indikator ketahanan daerah yang di laksanaan dengan menghadirkan 60 peserta undangan baik dari OPD dan instansi lain. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dalam menciptakan indeks kebencanaan di Lumajang yang solid dan kuat antar instansi yang terlibat.

Kepala Seksi Pengelolaan Resiko Bencana BNPB, Pratomo Cahyo Nugroho menjelaskan, kabupaten atau kota tangguh bencana mulai dicanangkan sekitar tahun 2012 dan di tahun 2019 ada lima wilayah kabupaten dan kota se-Indonesia yang di lakukan penilaian yaitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kota Ambon, Maluku, Kota Kediri, Jawa Timur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Selasa (20/8)

Kegiatan ini memiliki arti penting untuk menilai sejauh mana perkembangan ketangguhan Kabupaten Lumajang setelah dilakukan penilaian dari buku soal-soal perangkat penilaian kapasitas daerah melalui 71 indikator, dan sekaligus menjadi ujicoba implementasi 71 indikator untuk penurunan indeks risiko bencana dan mengukur ketangguhan daerah.

Di tegaskan Pratomo, kegiatan ini untuk mengetahui suatu daerah apa sudah siap menghadapi tantangan bencana dari perubahan iklim dengan indikator penilaian yang disertakan dokumennya, dari hasil penilaian yang dianggap lemah agar supaya kedepannya pemerintah membenahi kelemahan itu untuk menjadi kuat, jika pada saatnya daerah tersebut bencana datang telah di siapkan dengan matang dalam penanganan korban bencana. Daerah-daerah yang telah melaksanakan kegiatan penilaian kabupaten atau kota tangguh ada beberapa kepala daerahnya dijadikan narasumber di luar negeri untuk memaparkan pengelolaan manajemen potensi bencana

Pihaknya berharap pemerintah tidak tinggal diam agar setiap pembangunan juga dilakukan pemeriksaan akan ancaman bahayanya, baik segi bangunan atau lokasi tempatnya seperti ada atau tidaknya garis retakan bumi, atau dalam arti berada di lokasi rawan bencana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pulangnya ribuan mahasiswa, Pemprov Papua diminta cari solusi
Kamis, 19 September 2019 - 07:28 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota di daerah itu diminta segera mencari s...
Presiden Jokowi cerita soal Uni Emirat Arab dan `antek asing`
Kamis, 19 September 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Pada pembukaan Forum Titik Temu `Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadi...
Aktivis: Perkuat KPK dengan regenerasi pegiat antikorupsi
Kamis, 19 September 2019 - 07:06 WIB
Elshinta.com - Aktivis antikorupsi dari gerakan relawan Turun Tangan Chozin Amirullah mengatakan u...
Di sini potensi gelombang tinggi sejumlah perairan di Indonesia
Kamis, 19 September 2019 - 06:35 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini a...
Insiden bendera 19 September 1945
Kamis, 19 September 2019 - 06:00 WIB
Elshinta.com - Situasi Kota Surabaya memanas pada 19 September 1945. Ini terjadi karena pengibaran...
PHE prioritaskan penanganan insiden sumur YYA
Rabu, 18 September 2019 - 20:07 WIB
Elshinta.com - Pertamina Hulu Energi memprioritaskan penanganan insiden Sumur YYA yang berlokasi di ...
KAI-Dishub sosialisasi peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang
Rabu, 18 September 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara bersama Dinas Perhubungan Kota...
Presiden: Tanpa penerimaan kemajemukan masyarakat tidak berkembang
Rabu, 18 September 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, isu kemajukan bukan semata-mata isu sosial ...
Bea Cukai dan KLHK kembalikan impor limbah beracun ke negara asal
Rabu, 18 September 2019 - 19:06 WIB
Elshinta.com - Menindaklanjuti maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan ...
Cek peralatan dan data kewilayahan, Dandim 0614/Kota Cirebon kunjungi Koramil 0404
Rabu, 18 September 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Komandan Kodim (Dandim) 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto melakukan kunju...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)