A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionc2090qnuaonc2ad9gdmc7cji1pbp8ffk): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

 Kang Maman: NKRI dan Pancasila sudah final
Kang Maman: NKRI dan Pancasila sudah final
Elshinta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:03 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Kang Maman: NKRI dan Pancasila sudah final
Sumber foto: Elshinta/Yohanes Charles

Elshinta.com - Sebagai upaya mengantisipasi mahasiswa terpapar radikalisme, IAIN Syekh Nurjati, Kota Cirebon, Jawa Barat menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, KH. Maman Imanulhaq, atau yang akrab disapa Kang Maman, dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 di Stadion Bima Kota Cirebon, pada Senin (19/8).

Menurut Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati, Dr. Ilman Nafia, M.Ag, kegiatan yang bertema "Mewujudkan generasi unggul berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan" yang melibatkan 3.600 mahasiswa baru sebagai peserta.

"Peran mahasiswa sangat besar dalam merawat keberagaman, mengingat tantangan besar bangsa ini ke depan adalah masalah intoleransi, radikalisme dan terorisme", ungkapnya.

Sementara itu, dalam paparan KH. Maman Imanulhaq menegaskan agar mahasiswa memperkuat tiga hal, yakni : Islam, Ahlussnah Wal Jamaah dan Indonesia.

Islam yang dimaksud kata Kang Maman adalah Islam yang memegang teguh prinsip, nilai, dan spirit Islam damai, anti kekerasan dan toleran yang rahmatan lil alamin.

Hal itu sejalan dengan amalan sikap yang dipegang teguh oleh golongan Ahlussunnah wal Jama'ah yang juga mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Selain memegang teguh prinsip Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan), Tawazun (seimbang dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits) dan I'tidal (tegak lurus).

Terakhir soal Indonesia, Kang Maman menegaskan soal NKRI dan Pancasila sebagai bentuk yang sudah final yang tidak bisa diganggu gugat. "Mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk melawan segala bentuk rongrongan dan ancaman yang ingin merubah bentuk dan dasar negara itu," tegas Anggota DPR RI itu.

Selain Kang Maman, hadir sebagai nara sumber lainnya adalah Direktur Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati, Dr. H. Dedi Jubaedi, M.Ag, serta dari Kepolisian, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohannes Charles.

Kegiatan PBAK sendiri dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag. didampingi jajaran rektorat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemdikbud siapkan ekosistem pendidikan berbasis digital
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan ekosistem pend...
Perkuat ekonomi di era 4.O, UP berkolaborasi dengan 6 perguruan tinggi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Universitas Pancasila (UP) berkolaborasi dengan enam perguruan tinggi nasio...
Penanaman Pancasila perlu dimulai sejak PAUD
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Pembinaan Pancasila, kebangsaan, dan keagamaan perlu dilakukan sejak anak-a...
Lembaga Administrasi Negara gelar uji publik sekolah kader
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:18 WIB
Elshinta.com - Plt Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajeri...
Rektor UINSU: Dari pesantren kampung menuju kelas internasional
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Menyongsong HUT ke-46 IAIN/UINSU terus berbenah dari sisi kuantitas maupun ...
Dies Natalis Unas ke-70, berkarya dan berprestasi
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Memasuki usia genap 70 tahun, Universitas Nasional (Unas) secara sungguh-sungguh...
PTNBH motor perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia
Senin, 14 Oktober 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Rektor UI Prof. Anis mengatakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)...
Kutuk penusukan Wiranto, UNMA tolak dikaitkan dengan radikalisme
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Jend TNI (Purn) Wiranto menunjukkan b...
Universitas Trisakti wisuda 2.325 lulusan terbaiknya
Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Universitas Trisakti (Usakti) menggelar wisuda Doktor, Magister, Spesialis,...
Menteri Agama: Santri merupakan duta perdamaian
Minggu, 13 Oktober 2019 - 10:14 WIB
Elshinta.com - “Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam, dari akar kata salam yang ar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV