Penguatan ekuitas AS hentikan kenaikan beruntun emas berjangka
Elshinta
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:16 WIB |
Penguatan ekuitas AS hentikan kenaikan beruntun emas berjangka
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/33GPvHM

Elshinta.com - Kenaikan beruntun selama beberapa hari terakhir atas emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berhenti dengan ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan, Sabtu (17/8) pagi WIB, karena pasar ekuitas AS meningkat dan dolar AS menguat.

Dihimpun Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 7,60 dolar AS atau 0,5 persen, menjadi menetap pada 1.523,60 dolar AS per ounce.

Pada perdagangan Jumat (16/8) waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq semuanya naik lebih dari satu persen.

Sementara itu, penguatan dolar AS menambah tekanan pada emas berjangka. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik sedikit menjadi 98,17 menjelang penyelesaian perdagangan emas.

Meskipun emas berjangka turun pada Jumat (16/8) waktu setempat, logam mulia ini membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan dan kemungkinan resesi global.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 9,2 sen atau 0,53 persen menjadi ditutup pada 17,122 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 9,5 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi 851,50 dolar AS per ounce. (FAN)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ratusan perempuan Prancis protes mendagri yang baru
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:27 WIB
Ratusan perempuan di pusat kota Paris pada Jumat (10/7) menggelar aksi protes terhadap penunjukan Me...
10.000 lebih gerilyawan Suriah bertempur di Libya
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:53 WIB
Lebih dari 10.000 gerilyawan Suriah dukungan Turki bertempur di Libya bersama pemerintah Libya yang ...
Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat
Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:50 WIB
Emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena penguatan ekuitas AS...
Erdogan tetapkan Hagia Sophia jadi masjid, ibadah pertama pada 24 Juli
Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:39 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Jumat (10/7) menetapkan secara resmi Hagia Sophia sebagai masjid ...
WHO paparkan kemungkinan penularan COVID-19 lewat udara
Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:25 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan beberapa kemungkinan COVID-19 menular lewat udara dalam ...
Tentara Israel tembak mati remaja Palestina di Tepi Barat
Jumat, 10 Juli 2020 - 12:15 WIB
Tentara Israel menembak dan menyebabkan hingga tewas seorang remaja Palestina di Tepi Barat pada Kam...
Khawatir soal corona, Italia larang masuk wisatawan 13 negara
Jumat, 10 Juli 2020 - 09:10 WIB
Italia pada Kamis (9/7) mengeluarkan larangan masuk bagi wisatawan dari 13 negara, yang dianggap mem...
Emas jatuh 16,8 dolar AS, akhiri reli selama tiga hari berturut-turut
Jumat, 10 Juli 2020 - 08:34 WIB
Harga emas turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena aksi ambil untung setelah men...
Wali kota Seoul ditemukan tewas setelah dilaporkan hilang
Jumat, 10 Juli 2020 - 07:47 WIB
Wali Kota Seoul, Park Won-soon, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya...
Global, kasus corona sudah lebihi angka 12 juta
Kamis, 09 Juli 2020 - 13:16 WIB
Kasus virus corona global, pada Rabu (8/7), melebihi angka 12 juta , menurut hitungan Reuters, semen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV