Wisatawan di hutan mangrove Muara Gembong tak terpengaruh tumpahan minyak
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 13:07 WIB |
Wisatawan di hutan mangrove Muara Gembong tak terpengaruh tumpahan minyak
Kawasan wisata hutan mangrove Muara Gembong. Foto: https://bit.ly/2MjqhtR/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdar) Alipbata Muara Gembong Bekasi Sonhaji menyatakan, hingga saat ini dampak tumpahan minyak di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, belum merembet pada kunjungan wisatawan ke hutan mangrove bahkan jumlahnya masih seperti biasa, tidak mengalami perubahan.

“Masih standar. Karena kunjungan ke kita, memang hanya sekitar 100-150 orang per minggu. Dengan demikian, yang terdampak memang hanya mangrove,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (15/8).

Menurut dia, mangrove di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong Kabupaten Bekasi terdampak minyak namun Pertamina cepat menangani dan segera melakukan pencegahan agar dampak tidak semakin luas.

“Ada minyak yang menempel di daun mangrove sehingga agak layu. Saya tidak bicara kerusakan atau kematian mangrove, karena selama ini saya tidak melihat itu,” ujarnya

Dikatakannya, mangrove terdampak karena ada abrasi, ketika pasang, air laut bisa sampai ke pemukiman.

"Karena masih berukuran 1-2 meter, maka kalau air pasang, mangrove juga tertutup air," lanjutnya.

Sonhaji mengakui bahwa Pertamina telah bertanggung jawab menyikapi dampak tersebut hal itu terlihat BUMN itu tanggap terhadap laporan Pokdarwis Alipbata dan langsung memasang waring serta bambu untuk penanggulangan sementara terhadap hutan mangrove sekitar 30 hektar tersebut.

"Biaya pemasangan sepenuhnya ditanggung Pertamina. Tidak hanya dalam penyediaan peralatan dan bahan, namun juga upah tenaga kerja yang umumnya memberdayakan anggota Pokdarwi Alipbata sendiri. Dalam hal ini, BUMN tersebut memberi upah sebesar Rp150 ribu per orang per hari," katanya.

Pertamina, tambahnya, juga intensif berkomunikasi dengan Pokdarwis Alipbata bahkan setiap hari bertemu langsung untuk membicarakan seluruh persoalan terkait dampak minyak. (Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tetapkan Direktur PT BHL sebagai tersangka
Kamis, 19 September 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan Direktur Operasional PT Bumi Hijau Lestari (BHL) berinisial AK seba...
Kepala BNPB: Butuh dukungan semua pihak atasi karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 19:04 WIB
Elshinta.com - Instansi pemerintah tidak dapat mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla...
Ibu Negara akan sulap bantaran Sungai Cipakancilan jadi taman
Kamis, 19 September 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Setelah menjadi lokasi pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana...
Ibu Negara canangkan Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Bogor
Kamis, 19 September 2019 - 13:37 WIB
Elshinta.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya, da...
Kemarau panjang, Pemkab Muba gelar Salat Istisqa
Rabu, 18 September 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Akibat musim kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan b...
Kurangi asap pekat akibat karhutla dengan hujan buatan
Rabu, 18 September 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - Menyikapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) yang terjadi di Kalimantan Teng...
Pemkot Palangka Raya tetapkan tanggap darurat karhutla
Rabu, 18 September 2019 - 10:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menetapkan untuk menaikan status keb...
Kenapa BPBD Riau tolak bantuan DKI Jakarta? Ini alasannya
Rabu, 18 September 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengaku...
Modifikasi cuaca opsi penanganan karhutla, bagaimana caranya?
Selasa, 17 September 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor yang mengha...
Tinjau lokasi karhutla, Presiden: Kalau sudah kejadian sulit memadamkannya
Selasa, 17 September 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Usai melaksanakan salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan, Presiden Joko Widodo (J...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)