Korban banjir bandang di Kulawi butuh makanan dan pakaian
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 11:39 WIB |
Korban banjir bandang di Kulawi butuh makanan dan pakaian
Warga mengumpulkan barang-barangnya yang masih bisa digunakan pascabanjir bandang di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (14/8). Sumber Foto: https://bit.ly/2Z47Mve

Elshinta.com - Para korban bencana alam banjir dan longsor di Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, masih membutuhkan bantuan bahan makanan, air bersih, pakaian, peralatan rumah tangga dan selimut karena banyak yang kehilangan tempat tinggal dan isi rumah diterjang bencana alam itu.

Salah seorang korban asal Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Anwar, Kamis (15/8) mengatakan, tempat tinggalnya berserta isinya telah hanyut diseret banjir bandang yang terjadi pada 13 Agustus 2019 tersebut

Ia mengatakan sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu para korban bencana banjir di Kecamatan Kulawi.

Ada belasan rumah warga yang tersebar di Dusun Sadaunta, Desa Sapo dan Namo, Kecamatan Kulawi, hanyut diterjang banjir. Selain itu juga banyak rumah warga yang rusak karena bencana alam banjir dan tanah longsor.

Dia mengaku sehari setelah bencana alam melanda Kecamatan Kulawi, sudah ada bantuan bahan makanan yang disalurkan Pemkab Sigi dan beberapa lembaga kemanusiaan.

Tetapi itu, kata dia, belum cukup, sebab rata-rata bahan makanan yang ada di rumah-rumah warga ada yang terseret banjir, juga terendam lumpur.

Karenanya, korban sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak yang peduli atas musibah alam yang menghajar sejumlah desa di Kecamatan Kulawi.

Banjir dikarenakan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini.

Rata-rata warga yang menjadi korban banjir di Kecamatan Kulawi selama ini hidup bergantung dari hasil komoditi pertanian seperti jagung, ubi-ubian dan komoditi kakao dan kopi serta kemiri.

Desa Namo merupakan desa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang berbatasan langsung di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dan selama ini menjadi salah satu desa binaan dari Balai Besar TNLL.

TNLL sendiri ditetapkan sebagai kawasan cagar biosfer dunia oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Unesco pada Tahun 1977, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Majalengka siagakan personil dalam tanggap darurat bencana
Kamis, 27 Februari 2020 - 16:13 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, memimpin Apel Siaga Tanggap Bencana Tahun 2020 di ...
Bhayangkari dan Polwan Polres Subang beri `trauma healing` untuk korban banjir Pamanukan
Kamis, 27 Februari 2020 - 15:45 WIB
 Anggota Bhayangkari bersama Polwan Polres Subang Jawa Barat melakukan trauma healing kepada anak-a...
Sungai Adong meluap, banjir rendam dua desa di Landak
Kamis, 27 Februari 2020 - 06:25 WIB
Banjir merendam tiga dusun di dua desa, setelah Sungai Adong meluap karena debit air terus naik sete...
Pemerintah salurkan bantuan untuk korban banjir Pamanukan
Rabu, 26 Februari 2020 - 21:12 WIB
Hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Bar...
Banjir Rowokangkung, Banser Lumajang turun tangan
Rabu, 26 Februari 2020 - 16:47 WIB
Peran aktif Bantuan Serbaguna (Banser) cabang Lumajang Jawa Timur, terus diperlihatkan dalam membang...
 Tagar Polri bantu korban banjir jadi trending topik
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:09 WIB
Tagar #Polri Siap Bantu Korban Banjir menggema di twitter sepanjang Selasa (25/2). Netizen mengapres...
Jalur Garut-Pameungpeuk sudah bisa dilalui pasca-longsor
Rabu, 26 Februari 2020 - 12:08 WIB
Jalur Garut-Pameungpeuk kini sudah dapat dilalui kembali, setelah sebelumnya longsor menutup akses j...
Angin kencang, puluhan bangunan di Agam rusak tertimpa pohon
Rabu, 26 Februari 2020 - 11:18 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat 25 unit bangunan ...
Banjir Jakarta Selasa, 3.565 jiwa mengungsi
Rabu, 26 Februari 2020 - 06:40 WIB
Banjir di Jakarta akibat hujan yang mengguyur sejak Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) pagi, me...
Banjir kian meninggi, warga Pamanukan, Subang mengungsi di tempat aman
Selasa, 25 Februari 2020 - 20:55 WIB
Beberapa lokasi dijadikan tempat pengungsian oleh warga diantaranya di bawah flyover, aula Kantor De...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)