Melihat dahsyatnya Pulau Miossu
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 09:39 WIB |
Melihat dahsyatnya Pulau Miossu
Pulau Miossu di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Sumber foto: https://bit.ly/31Dwu7p

Elshinta.com - Pulau Miossu, salah satu pulau kecil terluar Indonesia, memiliki potensi kekayaan hayati dan nonhayati yang luar biasa, selain memiliki hamparan pantai berpasir putih dan bersih dengan perairan yang sangat jernih sehingga terlihat keindahan bawah airnya. 

"Potensi yang dimiliki oleh Pulau Miossu, terdiri dari potensi kelautan dan peninggalan sejarah dimana dominan ditemukan di perairan dangkal," kata Koordinator tim peneliti Ekspedisi Nusa Manggala Leg 2, Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), I Wayan Eka, di Jakarta, Rabu (14/8).

Berdasarkan data citra satelit PlanetScope tahun 2018, luas rataan terumbu di Pulau Miossu, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, adalah 1.530,7 hektare, terdiri dari 285,5 hektare zona habitat karang, 221,8 hektare zona habitat lamun, 428,3 hektare tutupan pasir, serta 595,2 hektare tertutupi substrat campuran.

"Luas tersebut belum termasuk potensi perairan laut-dalam di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 (Samudera Pasifik)," ujar Wayan, dikutip Antara. 

Pada tahun 2017, potensi subkategori perikanan memberikan kontribusi mencapai Rp4,671 miliar.

Terumbu karang di Pulau Miossu memiliki kondisi yang secara umum cukup baik sampai baik dengan tutupan karang hidup berkisar antara 30-50 persen (rata-rata 40 persen), dengan rekrutmen karang cukup tinggi dan infeksi penyakit rendah.

Lebih dari 200 jenis karang ditemukan di Pulau Miossu dengan komposisi umum didominasi oleh Genus Porites bercabang, Isopora, Acropora, Pocillopora, Heliopora dan Galaxea, serta komunitas karang lunak.

"Di dalam ekosistem terumbu karangnya pun ditemukan biota yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti kima (Tridacna sp.), siput lola (Tectus miloticus), dan teripang (Holothuroidea sp.)," sebut Wayan.

Bahkan, kata Wayan, dalam satu lokasi di Pulau Miossu, kima ditemukan dengan kepadatan 680 individu per hektare.

Hasil analisis CFDI (Coral Fish Diversity Index) (Allen & Werner, 2002) menunjukkan kondisi ikan terumbu karang yang berada di Pulau Miossu termasuk dalam kondisi luar biasa (extraordinary) dengan ditemukan lebih dari 330 jenis ikan terumbu karang, dengan kepadatan 28.000 individu per hektare setara biomassa 5.800 kilogram per hektare.

Ikan-ikan itu lalu digolongkan ke dalam tingkat kelangkaannya terbagi tiga, yaitu kategori jenis hampir terancam (Near Threatened), yaitu: Blacktip Reef Shark, Chevron butterflyfish, Bluespotted Ribbontail Stingray, Bower’s Parrotfishes, Yellow-tail Parrotfish, Narrow-barred Spanish mackerel, Coral Catshark, Brown-marbled Grouper.

Selanjutnya, ikan dalam kategori rentan (vulnerable), yaitu: Sicklefin Devil Ray, Green Humphead Parrotfish dan satu jenis termasuk dalam kategori terancam punah (Endangered Species) yaitu Humphead Wrasse atau yang lebih dikenal dengan Ikan Napoleon dengan jumlah yang berlimpah yaitu dengan rata-rata kepadatan sebesar 109 individu per hektare.

"Selain ikan, di Pulau Miossu terdapat 20 jenis mangrove, 7 jenis lamun, ada penyu dan dugong juga," ujar Wayan. 

Yang unik, di Pulau Miossu adalah sistem adat penduduknya yang sangat melindungi sumber daya alamnya.

"Kami merekomendasikan untuk dibuat wilayah konservasi lautan di sana dengan melibatkan penduduk lokal karena mereka sangat peduli pada alamnya," tandas Wayan.

Sebelumnya diberitakan, 55 orang peneliti dan ilmuwan yang tergabung dalam pusat penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Coral Reef Rehabilitation and Management Program - Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI) menelusuri delapan pulau-pulau kecil terluar (PPKT) di Indonesia.

Selain pulau Miossu, mereka juga meneliti pulau Yiew, Budd, Fani, Bras dan Fanildo, Liki, Bepondi, serta satu gugusan kepulauan Ayau di kawasan Raja Ampat, Papua dalam suatu kegiatan yang diberi nama Ekspedisi Nusa Manggala. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rumah Guguk, surga kecil untuk penyayang hewan 
Rabu, 18 September 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Apakah kamu suka dengan hewan seperti anjing dan kucing? Ingin memelihara tapi belum...
Cara Menpar gaet wisatawan melalui kuliner dan wisata belanja
Rabu, 18 September 2019 - 10:32 WIB
Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pengusaha pariwisata untuk me...
Wagub Uu sebut Curugsawer Pangandaran bakal jadi andalan wisata baru
Sabtu, 14 September 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Curugsawer yang berada di Kabupaten Pangandaran tidak hanya merupakan sumber pengair...
Start up Indonesia dukung pariwisata lewat platform digital
Kamis, 12 September 2019 - 19:21 WIB
Elshinta.com - Dua perusahaan berbasis digital yakni PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Gl...
Kemenpar gelar Rakornas III bahas 5 destinasi super prioritas
Selasa, 10 September 2019 - 14:22 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata akan menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) III. Rak...
Implementasi pariwisata Danau Toba, Menko Luhut: Semua harus bekerja total
Sabtu, 07 September 2019 - 17:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dengan tegas menyatakan, u...
Dulu dipenuhi sampah, kini Danau Cimpago jadi destinasi wisata baru
Kamis, 05 September 2019 - 16:39 WIB
Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Inspektur Jenderal Polisi...
Deputi Safri: Persiapan puncak Sail Nias sudah 80%
Rabu, 04 September 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPT...
 Wagub Jabar: Kemajuan pariwisata provinsi diawali dari wisata desa
Rabu, 04 September 2019 - 18:22 WIB
Elshinta.com - Dalam menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai tujuan pariwisata di Indonesia, Pemprov...
Menpar: Milenial masa depan pariwisata Indonesia
Rabu, 04 September 2019 - 10:39 WIB
Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak pemerintah daerah bersama-sama mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)