Tourism 4.0, membidik turis milenial dari tombol smartphone
Elshinta
Selasa, 13 Agustus 2019 - 14:04 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Tourism 4.0, membidik turis milenial dari tombol smartphone
Salah satu destinasi wisata di Bali. Foto: Elshinta.com/Cucun Hendriana

Elshinta.com - Who wins the future, wins the game! Generasi milenial adalah masa depan pariwisata nasional. Demikian ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, melihat tren pariwisata terkini di Indonesia.

Berdasarkan catatan Menpar, sekitar 70 persen traveler melakukan ‘search dan share’ melalui platform digital, sehingga lebih dari 50 persen inbound travellers yang datang ke Indonesia terdiri dari kalangan milenial yang banyak berinteraksi di jejaring media sosial.

Kekuatan digital telah masuk ke `alam` milenial yang ditopang dengan semaraknya media sosial, sehingga mereka semakin mudah untuk menyebarkan beragam aktivitasnya ke jagat maya.

Atas kenyataan ini, muncullah istilah tourism 4.0 sebagai bentuk pariwisata untuk kaum milenial yang seluruh aktivitasnya tidak pernah terputus dari digital.

“Wisatawan milenial memiliki power karena mereka besar dan aktif di dunia maya. Tapi, kondisinya belum terlayani dengan baik. Inilah yang akan dilakukan Kemenpar. Yakni memfasilitasi kesediaan pariwisata terbaik bagi kaum milenial,” ungkapnya, dikutip dari laman kemenpar.go.id.

Menjawab tantangan dunia pariwisata ini, selain dorongan dari Pemerintah (dalam hal ini Kemenpar RI—red) juga dibutuhkan peran dari para pelaku usaha yang sadar bahwa saat ini dunia berubah. Pariwisata berubah, dimana digital telah menjadi ‘penguasa baru’.

Nah, seiring masyarakat khususnya kaum milenial yang semakin serba online, pelaku usaha dituntut untuk melakukan gerakan yang sama; bertransformasi ke arah digital. Banyak platform pariwisata saat ini yang sudah terdigitalisasi (berbasis digital), dari mulai pemesanan tiket, promosi destinasi, dan lain-lain.

Salah satunya seperti aplikasi karya anak bangsa, Gomasgo, yang dikembangkan oleh Gunadi Sudrajat. Pengalaman panjang di industri pariwisata sejak tahun 2007 membawa Gunadi untuk memahami bidang ini dengan baik.

“Saya awalnya jalankan travel wisata umum. Saya jual paket wisata ke berbagai destinasi, baik lokal maupun mancanegara,” kata dia kepada elshinta.com beberapa waktu lalu.

Baginya, industri wisata adalah industri dengan pergerakan inovasi yang cepat. Indikasinya antara lain ditunjukkan dengan teknologi pesawat terbang yang semakin hari semakin canggih demi kenyamanan para penumpangnya.

Di sisi lain, destinasi pariwisata lokal maupun dunia terus bertumbuh. Bahkan, khusus untuk pariwisata lokal, Pemerintah memberikan perhatian tinggi dengan dibangunnya 10 destinasi baru yang disebut 10 Bali Baru.

“Di negeri ini, dari Sabang sampai Merauke, setiap jengkal tanahnya layak dijual sebagai paket pariwisata. Hanya saja saat ini memang masih belum optimal. Berbeda dengan Turki atau Eropa Timur yang umumnya masyarakat setempat sudah sadar pariwisata. Artinya, masyarakat di sana sudah tahu jika pariwisata adalah lumbung pendapatan bagi negaranya. Nah, di Indonesia ini masyarakatnya belum semua teredukasi. Baru Bali dan Yogyakarta yang sudah kelihatan,” ucapnya.

Lalu, bagaimana langkah Gunadi mengembangkan bisnis pariwisata berbasis digital? Melalui PT Republik Wisata Indonesia, ia membangun aplikasi digital Gomasgo untuk menjaring konsumennya. Aplikasi ini sendiri baru diluncurkan ke publik pada 2017.

“Sekarang masyarakat Indonesia dan dunia lebih sadar online. Semua serba online. Dulu orang pikir pariwisata tidak mungkin online, sekarang semua proses administrasi dan penjualan paket wisata, semua serba online. Tidak harus lagi pergi ke agen travel, cukup pencet dari tombol smartphone: pilih jam, pilih harga, berangkat.”

Dalam pelayanannya, Gomasgo memiliki dua layanan, yakni B2C dan B2B. Pasar B2C disasar untuk mereka yang hanya ingin jalan-jalan saja. Sementara pasar B2B adalah mereka yang tidak hanya sebagai konsumen tapi juga melakukan transaksi bisnis lanjutan sebagai distributor maupun dengan menjadi agen yang menjual tiket dan kebutuhan lainnya.   

Gunadi menyebut perkembangan bisnisnya sudah cukup baik. Apalagi dengan track record bisnis sebelumnya yang bergerak di travel umroh dan memiliki banyak konsumen. “Mereka adalah calon agen potensial untuk mengembangkan Gomasgo ke depan. Jumlahnya sekira 9.000 orang,” tukasnya.

Strategi yang dibangun saat ini adalah dengan mengembangkan komunitas. Dengan peluang pariwisata yang besar dan pasar domestik yang sangat bagus, ia berharap agar ke depan bisnisnya semakin berkembang. Dari 33 cabang yang ada sekarang, dirinya menargetkan mampu membidik antara 3.000—5.000 agen. “Kami cenderung ke pariwisata lokal dan mancanegara. Ada beberapa paket yang disediakan, misal paket Bali, Lombok, Yogyakarta, Belitung, Jakarta, Malang, dan lainnya,” sebutnya.

Berdasarkan pengamatannya selama ini, para wisatawan cenderung lebih menyukai wisata budaya sambil kuliner. Meskipun ada pula segmen yang menyukai wisata adventure dengan jumlah yang terbatas.

Selain fokus di destinasi yang sudah eksis, ia juga menyarankan agar bisa bermain ke destinasi lain di Sulawesi seperti Wakatobi dan Tana Toraja. “Destinasi lainnya seperti di Sumatera Barat juga bagus. Tapi yang jelas, para wisatawan ini kebanyakan hanya ingin jalan-jalan. Jadi wisata budaya lebih ramai,” terangnya.

Di industri ini, katanya, yang terberat adalah kompetitor yang semakin banyak. Selain itu, tantangan wisata domestik lainnya adalah biaya transportasi yang mahal, juga kebersihan dan toilet di lokasi wisata yang masih minim.

“Soal destinasi sih tidak khawatir, karena banyak sekali. Tapi di industri wisata umum non umroh ini belum ada regulasi, sehingga siapa saja boleh jualan. Ini membuat kompetisinya sangat ketat. Di sisi lain, transportasi juga mahal, misalnya, biaya untuk ke Raja Ampat itu lebih mahal dari pada ke Bangkok.”

Ke depan ia akan fokus menggarap pasar online yang terus bertumbuh. Tidak hanya pasar domestik, tapi juga bagaimana menjaring para wisatawan mancanegara yang datang ke Tanah Air.

“Dengan banyaknya destinasi yang bagus, hal itu memancing para wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Ini juga potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di sektor pariwisata,” demikian Gunadi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hadapi industri 4.0, Menpar terapkan 3 strategi pariwisata
Jumat, 20 September 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya fokus menerapkan tiga strategi dalam mengem...
3A, jurus ampuh poles pariwisata di Papua Barat
Kamis, 19 September 2019 - 15:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Papua Barat untuk memperbaiki tiga hal: atra...
Wisman ke Borobudur ditarget capai satu juta via Bandara YIA
Kamis, 19 September 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta Internasional Airport (YIA) dihara...
Rumah Guguk, surga kecil untuk penyayang hewan 
Rabu, 18 September 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Apakah kamu suka dengan hewan seperti anjing dan kucing? Ingin memelihara tapi belum...
Cara Menpar gaet wisatawan melalui kuliner dan wisata belanja
Rabu, 18 September 2019 - 10:32 WIB
Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pengusaha pariwisata untuk me...
Wagub Uu sebut Curugsawer Pangandaran bakal jadi andalan wisata baru
Sabtu, 14 September 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Curugsawer yang berada di Kabupaten Pangandaran tidak hanya merupakan sumber pengair...
Start up Indonesia dukung pariwisata lewat platform digital
Kamis, 12 September 2019 - 19:21 WIB
Elshinta.com - Dua perusahaan berbasis digital yakni PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Gl...
Kemenpar gelar Rakornas III bahas 5 destinasi super prioritas
Selasa, 10 September 2019 - 14:22 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata akan menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) III. Rak...
Implementasi pariwisata Danau Toba, Menko Luhut: Semua harus bekerja total
Sabtu, 07 September 2019 - 17:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dengan tegas menyatakan, u...
Dulu dipenuhi sampah, kini Danau Cimpago jadi destinasi wisata baru
Kamis, 05 September 2019 - 16:39 WIB
Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Inspektur Jenderal Polisi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)