Menteri LHK: Penegakan hukum kasus karhutla harus lebih ketat
Elshinta
Rabu, 14 Agustus 2019 - 10:19 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Menteri LHK: Penegakan hukum kasus karhutla harus lebih ketat
Foto: Ist - KLHK

Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen Doni Munardo menyatakan perlunya penegakan hukum yang lebih ketat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. 

"Jadi saya kira di tahun 2019 ini memang kira-kira 70 persen hotspot/titik panas meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi khusus Riau naiknya sudah 93 persen, jadi memang agak tinggi. Saya kira harus mengambil pelajaran segera nggak bisa ditunggu-tunggu lagi kita harus mengambil langkah yang lebih ketat lagi," ucap Menteri Siti saat mengunjungi lokasi terjadinya karhutla di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 23 yang tak jauh dari areal Technopark, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelelawan, lokasi landing helikopter seusai meninjau karhutla Riau dari udara, Selasa (13/8). 

Dirinya telah meminta Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK)/Gakkum dan Unit Pelaksanaan Teknis Ditjen Gakkum di Pulau Sumatera, untuk turun. Dirinya pun sudah memompa semangat jajaran Gakkum dengan kabar baik bahwa dukungan penegakan hukum kasus karhutla dari Kapolri sangat kuat dan demikian juga dari Panglima TNI.

"Saya kira kita tahu apa yang terjadi sebetulnya dan mari dengan dukungan semua pihak kita selesaikan masalah ini. Hari ini Panglima TNI, Kapolri, BNPB, saya dan banyak rekan kita telah melihat secara langsung dan apa-apa yang harus lebih dikuatkan lagi," tegas Menteri Siti, dalam keterangan pers yang diterima Redaksi Elshinta, Rabu (14/8) pagi. 

Khusus kejadian karhutla di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), hasil pantauan udara yang dilakukan oleh Menteri Siti memperlihatkan bahwa kondisi karhutla sudah parah, wilayah buffer/penyangga TNTN sudah mulai terbakar dan bukan tidak mungkin karhutla akan mencapai wilayah zona inti TNTN. Untuk itu dirinya bersama Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri, akan segera menerapkan penegakan hukum disana.

"Memang aspek paling utama itu adalah law enforcement atau penegakan hukum dan kita juga sudah punya petanya siapa yang punya 3 Ha, siapa yang punya 3.000 Ha," tandas Menteri Siti.

Menteri Siti menambahkan, terlepas kasus karhutla, langkah penegakan hukum di TNTN akibat perambahan kawasan taman nasional hanya kurang di aspek dukungan administratif yang harus disusun bersama dengan pemerintah daerah setempat.

"Kemarin agak terhambat karena ada proses terkait dengan peraturan daerah sekarang sedang diselesaikan persoalan-persoalan terkait peraturan daerah ini," imbuh Menteri Siti. 

Penglima TNI pun siap mendukung penegakkan hukum dengan penambahan pasukan. Penambahan armada helikopter untuk angkut personel pun sudah disiagakan oleh Panglima TNI.

"Pengerahan penambahan pasukan kita bekerjasama dengan aparat teritorial, seperti disini (Riau) apabila ada kekurangan personel aparat kita akan tambah, termasuk juga heli untuk angkut personel, tujuannya adalah apabila ada kebakaran di tengah hutan dan tidak terjangkau dari darat, maka kita akan terbangkan personel dengan heli," papar Panglima TNI. 

Senada dengan hal tersebut, Kapolri Tito Karnavian juga mendukung penegakkan hukum karhutla. Pendekatan soft aproach dengan meminta Kapolda dan jajaran di bawahnya bekerjasama dengan TNI untuk rajin turun ke lapangan mengumpulkan tokoh tokoh masyarakat lakukan pendekatan untuk mengidentifikasi siapa oknum yang sering bermain dalam urusan pembakaran hutan dan lahan.

"Lakukan pendekatan kepada mereka sekaligus kasih peringatan bahwa kelakuan mereka seandainya melakukan pembakaran akan berhadapan dengan hukum. Saya rasa pendekatan soft aproach ini akan efektif," pungkas Kapolri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus Dzulmi Eldin, KPK geledah kantor Dinas PU Medan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan penggeledahan di kantor Wali Kota Medan, Jumat (18/10), K...
Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan. ...
Sempat melarikan diri, KPK periksa staf Wali Kota Medan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa staf honorer Subbagian Protoko...
Polisi tetapkan motivator tampar 10 siswa SMK sebagai tersangka
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:43 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan status tersangka kepada Agus Piranhamas, seorang motivator yang men...
Dapat endorse, KPK imbau Mulan Jameela perhatikan pelaporan gratifikasi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fr...
Ganjar sebut kasus guru-pelajar kibarkan bendera HTI masih didalami
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan kasus guru dan pelajar di SMK Negeri 2...
KPK belum terima dokumen UU revisi KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
KSP pastikan Presiden cek perkembangan kasus Novel Baswedan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan Presiden Joko Widodo akan mengecek...
Dua saksi kasus suap kepala LP Sukamiskin dipanggil KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - KPK memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap pemberian fasilitas ata...
Beredar video sederet siswa ditampar, polisi lakukan penyelidikan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Polisi menyelidiki sebuah video yang berisi adegan kekerasan oleh seseorang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV