Uang diyat korban WNI capai Rp7 miliar berhasil dicairkan
Elshinta
Rabu, 14 Agustus 2019 - 07:48 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Uang diyat korban WNI capai Rp7 miliar berhasil dicairkan
Tim Yanlin menerima dana diyat hasil negosiasi secara kekeluargaan dengan keluarga pelaku. Foto: Ist-KJRI Jeddah

Elshinta.com - Selain menyelamatkan gaji pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikemplang pengguna jasa yang jumlahnya mencapai Rp7,6 miliar, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga berhasil mengupayakan pencairan uang diyat bagi Warga Negara Indonesia (WNI) senilai 1.890.117 riyal atau sekitar Rp7 miliar.

Besaran uang diyat tersebut merupakan hasil capaian Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah dari Januari hingga Agustus 2019. Sepanjang periode tersebut, tim menangani kasus-kasus kekonsuleran yang terdiri dari kategori pidana berat (high profile case) dan perdata umum seperti menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

"Pengurusan dana diyat lewat pengadilan dari kasus-kasus berat butuh waktu bertahun-tahun," ungkap Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin dalam siaran tertulis yang diterima Redaksi Elshinta, Selasa (13/8) malam. 

Meski demikian, sambung Konjen, sebagai bentuk kehadiran negara, KJRI Jeddah tetap konsisten mengawal proses penanganan berbagai perkara berat yang menimpa WNI sampai dia mendapatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Disebutkan Konjen, dari angka Rp7 miliar tersebut, sekitar Rp2,6 miliar merupakan kompensasi bagi korban kecelakaan lalu lintas (diyat lakalantas) yang berhasil diupayakan KJRI melalui pengadilan atau mahkamah Saudi.

Kasus Besar

Dalam kasus berat seperti pembunuhan di Arab Saudi, tuntutan uang diyat oleh ahli waris atau keluarga korban dipenuhi oleh pelaku atau keluarganya. Artinya, pemenuhan uang diyat bukan menjadi tanggung jawab negara, mengingat kasus semacam itu melibatkan antarindividu. Namun demikian, negara bisa memfasilitasi keluarga pelaku melakukan pendekatan dengan para pemuka kabilah atau dermawan untuk penggalangan dana agar terpidana bisa terbebas dari vonis mati. 

Hal serupa juga berlaku di Indonesia, seperti halnya yang dialami pekerja migran Indonesia berinisial ETA. Perempuan asal Jawa Barat tersebut dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi karena dituduh meracuni majikannya. Dia bisa terbebas dari vonis tersebut bila mampu memenuhi tuntutan keluarga majikan berupa uang diyat dengan nilai tertentu.

Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koordinator Yanlin Safaat Ghofur menjelaskan, dalam menangani kasus seperti di atas, negara berperan pada proses litigasi, yaitu memberikan pendampingan selama persidangan di pengadilan, bukan pada pemenuhan uang diyat yang diminta oleh keluarga atau ahli waris korban.

"Ini edukasi buat masyarakat bahwa pemenuhan uang diyat bukan tanggung jawab negara. Namun negara wajib hadir memberikan pendampingan selama proses persidangan, seperti menyediakan pengacara," lanjut Safaat.

Dalam hukum Islam, diyat merupakan kompensasi atau ganti rugi berupa harta yang wajib dibayarkan akibat tindakan menghilangkan nyawa orang lain atau tindak kekerasan lain yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. 

Uang diyat merupakan bentuk keadilan yang harus didapatkan oleh keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan agar dapat melanjutkan kehidupan.

Sesuai hukum Islam, hakim pengadilan di Arab Saudi memutuskan bahwa ahli waris korban berhak mendapatkan uang diyat yang besarannya telah ditentukan oleh undang-undang negara setempat. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PPIH berhasil minimalisir masalah penyelenggaraan haji
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai  petuga...
Busyro Muqoddas: PPIH berhasil minimalisasi masalah penyelenggaraan haji
Senin, 19 Agustus 2019 - 08:25 WIB
Elshinta.com - Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas menilai petugas h...
PPIH laksanakan upacara peringatan HUT ke-74 RI
Senin, 19 Agustus 2019 - 07:49 WIB
Elshinta.com - Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PPIH) Bidang Kesehatan mengikuti Upacara Peringatan...
Israel lancarkan dua serangan udara ke Jalur Gaza
Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:15 WIB
Elshinta.com - Pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di Jalur Gaza pada Sabtu pagi (...
HUT RI di Jenewa diikuti ratusan WNI
Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:48 WIB
Elshinta.com - Sekitar 300 orang Warga Negara Indonesia (WNI) turut berpartisipasi dalam upacara pe...
Dubes RI di Saudi apresiasi PPIH atas sukses penyelenggaraan haji
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 20:24 WIB
Elshinta.com - Duta Besar RI di Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengapresiasi Panitia Penyelenggara Ib...
Bagi warga Tanjungpinang berkesempatan dapat SIM gratis, ini syaratnya
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau memberikan layanan pe...
Jemaah haji kloter 7 Embarkasi Medan peringati HUT ke 74 RI di Makkah
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 17:55 WIB
Elshinta.com - Para jemaah haji yang tergabung kloter 7 Embarkasi Medan yang masih beribadah di Tan...
Petugas haji dari RS Haji Jakarta singgap melayani jemaah Indonesia
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Sudah lebih dari satu bulan petugas haji Indonesia bertugas di Tanah Suci. Pelayanan...
Penguatan ekuitas AS hentikan kenaikan beruntun emas berjangka
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Kenaikan beruntun selama beberapa hari terakhir atas emas berjangka di divisi COMEX...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)