Penutupan Dam Colo maju dua pekan, petani khawatir
Elshinta
Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Penutupan Dam Colo maju dua pekan, petani khawatir
Bendungan Colo Sukoharjo, Foto: https://bit.ly/31y26eL/elshinta.com.

Elshinta.com - Petani pengguna air irigasi dari bendung atau Dam Colo, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah khawatir rencana pengelola bendungan memajukan penutupan saluran maju dua pekan. Lahan sebanyak 21 ribu hektar di empat kabupaten yakni Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Ngawi – Jawa Timur akan terdampak kekeringan. Sesuai jadwal, Dam Colo ditutup untuk pemeliharaan selama satu bulan penuh pada Oktober mendatang, tetapi jadwal tersebut dimajukan menjadi 15 September.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Kabupaten Sukoharjo, Jigong Sarjanto menyampaikan, penutupan saluran air Dam Colo Timur lebih cepat karena kesalahan pola operasi yang diterapkan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA). Mestinya sesuai pola operasi di awal musim kemarau pada 1 Mei lalu, debit air yang dikeluarkan berkapasitas 10 meter kubik per detik atau dibawahnya. Kapasitas air saluran induk Colo Timur tersebut diberikan flat selama dua bulan terhitung Mei-Juni sebesar 18 meter kubik per detik. Hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan riil petani di empat wilayah yang dialiran saluran induk Dam Colo Timur. "Kekeliruan ini berdampak pada kondisi air yang semestinya dibutuhkan petani di saat puncak musim kemarau yang relatif lebih besar," paparnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti.

Menurut Jigong, pengelola saluran kemudian melakukan revisi pola operasi dengan menurunkan kapasitas air hingga 11 meter kubik per detik. Petani protes pada pengelola dan diberikan toleransi penambahan kapasitas air menjadi 16 meter kubik per detik. Dengan asumsi, irigasi hanya akan mengairi lahan maksimal hingga 15 September mendatang. Lahan padi yang masih membutuhkan air terancam puso atau gagal panen. Petani telah diminta melakukan langkah antisipasi dengan mencari sumber air alternating baik dengan memanfaatkan sumur pantek atau menyedot air dari sungai yang masih mengalir."Kami juga berharap September sudah ada hujan," ujarnya.

Sementara itu, Plh Kasi Pelaksanaan Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBSBWS) Yogi Pandu Sastriawan mengatakan jika perhitungan pengelola pada pola operasi dam colo tidak mengalami kekeliruan. Perubahan pola dilakukan untuk menyiasati penyusutan debit air karena dampak kemarau dan cuaca kering yang cukup ekstrim. Kondisi Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kabupaten Wonogiri sebagai hulu bendungan telah menyusut. Hal tersebut juga berdampak pada tampungan air di Dam Colo. "Protes petani yang meminta menaikkan kapasitas buangan air ke saluran irigasi  berakibat pada batas minimal tampungan air di Waduk Gajah Mungkur hanya sampai pada 15 September," ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah diminta serius cegah alih fungsi lahan
Jumat, 28 Februari 2020 - 19:25 WIB
Lahan pertanian di Indonesia setiap tahun terus berkurang, terutama sawah yang sudah banyak berganti...
Di bawah komando Kodam III Siliwangi, empat pemda hijaukan KBU
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:18 WIB
Pemerintah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung, serta Sektor 22 Cit...
Sektor 21 Citarum dan PWI Kota Bandung tanam 2.000 pohon
Selasa, 25 Februari 2020 - 21:42 WIB
Sektor 21 Citarum Harum bersama PWI Kota Bandung melaksanakan penanaman 2.000 berbagai jenis pohon s...
Bupati Tangerang instruksikan jaga kebersihan di lingkungan pesantren
Selasa, 25 Februari 2020 - 16:37 WIB
Wali Kota Jambi dan Bupati Pringsewu, belajar program unggulan soal kebersihan pesantren di Kabupate...
Cegah abrasi, Basarnas Mamuju tanam pohon bakau
Minggu, 23 Februari 2020 - 12:49 WIB
Kantor Basarnas Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (22/2) melakukan aksi penanaman pohon bakau di...
Realisasikan program Kapolri, polisi di Buton tanam 900 pohon bibit mangrove
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:25 WIB
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Kepolisian Resor (Polres) Buton menanam 900 pohon bib...
Duh, limbah minyak hitam kembali cemari Pantai Bintan
Rabu, 19 Februari 2020 - 18:38 WIB
Limbah minyak berwarna hitam kembali mencemari pantai, yang sebagian dijadikan sebagai objek wisata ...
Prajurit Yonif 8 Marinir gotong royong di Alur Dua Baru
Jumat, 14 Februari 2020 - 18:45 WIB
Batalyon Infanteri (Yonif) 8 Marinir/Tangkahan Lagan, melaksanakan Pembinaan Desa Pesisir (Bindesir)...
BNPB minta Polri tak ragu tindak tegas para perusak lingkungan
Kamis, 13 Februari 2020 - 10:49 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta pihak Kepolisian agar tida...
Dansektor 21 Citarum Harum, dukung kegiatan penghijauan PWI Kota Bandung
Senin, 10 Februari 2020 - 17:15 WIB
Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020, PWI Kota Bandung berencana menggelar kegiatan penghijaua...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)