Menkeu: Pemegang surat utang negara domestik 70 persen
Elshinta
Jumat, 09 Agustus 2019 - 13:33 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Dewi Rusiana
Menkeu: Pemegang surat utang negara domestik 70 persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemegang surat utang negara (SUN) dari domestik mencapai 70 persen, sementara sisanya 30 persen dipegang oleh investor asing.

"Itu bagus atau enggak? Tergantung anda melihatnya. Tapi dalam lingkungan global yang bergejolak itu menimbulkan vulnerability," katanya di kawasan Sudirman Jakarta, Jumat (9/8).

Menurutnya, dengan porsi pemegang SUN dari pihak asing mencapai 30 persen maka kondisinya masih sangat rentan. Jika mereka menjual SUN dan menarik dana maka harga SUN akan jatuh dan yield melambung tinggi. Tentunya semakin tingginya yield SUN mengindikasikan semakin berisiko ekonomi negara penerbitnya.

"Kalau asing kurang dari 20 persen atau bahkan 10 persen, kalau mereka lagi gonjang ganjing. Oh aku kayanya nggak terlalu tenang aku mau balik lagi negara saya, terus jual SUN, Indonesia tetap bagus, tapi mereka nggak tenang aja. Kalau 30 persen bond holder menjual pasti harganya jatuh. Karena kan nggak ada yang membeli, uang membeli paling besar biasanya BI," paparnya.

Efek samping ini pernah terjadi pada 2013 dan 2018. Pada 2013, Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed melakukan kebijakan taper tantrum dengan mengumumkan akan mengurangi stimulus ekonomi secara bertahap dan akan menaikkan suku bunga acuan.

"Pada 2013 steroidnya itu di-taper. Itu baru diumumkan loh, langsung banyak yang kena. Nah di 2018 tidak hanya diumumkan tapi benar-benar dilakukan. Federal Reserve naikkan suku bunga 4 kali," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IHSG anjlok 2,69% ke 5.535 pada akhir perdagangan hari ini 
Kamis, 27 Februari 2020 - 18:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot di hari kelima berturut-turut pada hari ini. Kami...
Harga emas melonjak, return locogold semakin menarik
Kamis, 27 Februari 2020 - 17:26 WIB
Harga emas diprediksi masih akan terus positif sampai akhir tahun 2020.
Produk lokal ditolak ekspor, Kemendag rapat Codex
Kamis, 27 Februari 2020 - 14:16 WIB
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga menggelar...
Rupiah semakin melemah, BI perkuat intervensi
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:37 WIB
Nilai tukar rupiah makin tertekan di tengah sentimen virus corona (Covid-19) yang makin mengkhawatir...
IHSG jatuh 2,63% menutup perdagangan sesi I hari ini
Kamis, 27 Februari 2020 - 13:28 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tenggelam pada sesi pertama perdagangan, Kamis (27/2). Mengutip R...
Ekonomi global melambat, OJK nilai stabilitas jasa keuangan terjaga
Kamis, 27 Februari 2020 - 11:00 WIB
Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, berdasarkan data Januari 2020, st...
Rupiah melemah dekati Rp14.000
Kamis, 27 Februari 2020 - 10:48 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar-bank di Jakarta, Kamis (27/2) pagi, melemah mend...
IHSG diperkirakan masih lanjut melemah
Kamis, 27 Februari 2020 - 10:04 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/2), diperkirakan masih berl...
Erick Thohir sebut kasus Jiwasraya kebobrokan yang harus dihentikan
Rabu, 26 Februari 2020 - 20:22 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa kasus yang terjadi pada PT Asu...
Rupiah masih melemah dipengaruhi wabah COVID-19 
Rabu, 26 Februari 2020 - 18:10 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (26/2) sore melemah dip...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)