Dulu jualan stroberi keliling, kini jadi juragan beras organik belasan ton sebulan
Elshinta
Jumat, 09 Agustus 2019 - 13:12 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Dulu jualan stroberi keliling, kini jadi juragan beras organik belasan ton sebulan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YBbWj3

Elshinta.com - Rizky Ardi Nugroho telah memulai bisnis beras organik ini sejak 2007. Lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM ini terinspirasi bisnis beras organik lantaran ibundanya yang mengalami sakit dan membutuhkan konsumsi yang lebih sehat.

Sebelum beras organik, Rizky pernah meriset beberapa usaha untuk dijalankan dari jualan bubur ayam, susu soya, dan lainnya. Tapi karena dirinya belum merasa cocok, ia malah memilih untuk menjual produk stroberi organik dari perusahaan tempat ayahnya bekerja.

“Waktu itu produksinya di Puncak. Selama satu bulan, saya jualan stroberi keliling, door to door. Produknya sih laku, tapi kok saya merasa ini agak sulit kalau dijalankan setiap hari. Sebab, produk ini tidak dibutuhkan orang setiap hari,” katanya.   

Konsultasi dengan ayahnya, lalu dia memilih untuk belajar pertanian organik, khususnya produksi beras. Kebutuhan beras organik selalu ada, tapi terkendala harga yang mahal.

“Nah, visi saya ingin produksi beras organik lokal yang enak dan murah. Sebab waktu itu saya beli beras organik dan makanan organik lainnya memang mahal.”

Pada 2008 Rizky berkesempatan mengikuti lomba Business Start-Up Awards 2008 dari Shell LiveWIRE. Hasilnya, dia keluar sebagai pemenang dan mendapatkan pendanaan usaha Rp25 juta. Dirinya memutuskan untuk sewa lahan (sawah) selama 2 tahun di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Hasilnya, dalam 100 hari ia sudah bisa panen dengan kualitas yang memuaskan. Dari satu hektare ia bisa memanen padi hingga 5 ton.

Bahkan, dengan riset yang terus dilakukannya, Rizky pun terus meningkatkan produktivitas lahannya. Dari 5 ton per hektare, Rizky mampu meningkatkan sampai 8 ton. “Waktu itu yang saya tanam hanya varietas pandan wangi. Hasilnya bagus tapi ada kendala yang harus dihadapi; hama dan hujan. Akhirnya, hasil panennya saya bawa ke Cianjur, kebetulan di sana ada lapangan jemur. Eh, di Cianjur saya malah dapat lahan juga. Saya tanami dan hasilnya lebih bagus lagi,” sebutnya.

Rizky berkomitmen untuk tidak memakai bahan kimia apapun dalam pertanian yang dikembangkannya. Saat ini dirinya membina bebarapa kelompok tani di berbagai daerah seperti Yogyakarta dan Sukabumi untuk memproduksi beras organik.

Bahkan kelompok tani tersebut mampu produksi hingga 50 ton setiap bulannya.  “Sekarang petaninya sudah jalan sendiri. Ada kelompok tani organik, program saya masuk disitu. Mereka produksi, saya yang serap hasilnya, meskipun tidak semua diserap. Pupuknya saya support. Untuk menguji keorganikannya, saya masukkin ke lab agar standarnya tetap terjaga,” ungkapnya.

Menurutnya, semua prosesnya sudah dilakukan secara organik. Selain pandan wangi, Rizky juga mengembangkan varietas lokal lainnya seperti batang lembang, mentik wangi susu, beras merah, beras hitam, beras coklat, dan beras merah wangi.

Sementara untuk pemasarannya sendiri masih menggunakan para agen, distributor, dan masuk ke toko-toko organik.  Dalam beberapa tahun terakhir, dirinya juga menjual produknya di beberapa marketplace di Tanah Air. “Dalam sebulan saya bisa menjual antara 8—12 ton. Kalau kirim ke perusahaan kadang bisa sampai 35 ton. Berasa organik ini sudah diserap pasar nasional. Harga kami kompetitif, di kisaran Rp18 ribu – 25 ribu per kg,” ujarnya.

Teknologi dan metode tanam yang dikembangkannya juga berhasil menyedot perhatian dari luar negeri. Terbukti, Rizky pernah mempresentasikan teknologinya sekaligus mendapatkan penghargaan di Ohio, Amerika Serikat. Dengan teknologi yang digunakannya, hasil panen bisa sampai 16 ton per hektare sementara rata-rata hasil panen nasional hanya 3—5 ton per hektare.

“Ke depan saya ingin terus melestarikan bibit lokal. Sebab beras varietas lokal yang enak itu banyak. Hanya saja belum tergali. Saya yakin, bergerak di bisnis ini, sepanjang kualitas, distribusi, dan harganya bagus, peluangnya masih sangat menjanjikan,” demikian Rizky. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Naomi Susan ciptakan terobosan peluang bisnis di tengah pandemi
Minggu, 13 September 2020 - 10:37 WIB
Nama Naomi Susan memang identik dengan sebuah terobosan baru dalam menciptakan peluang usaha. Setela...
Nurlinda Dwi Sukti, dulu sales dealer motor kini jadi pengusaha beromzet ratusan juta
Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:40 WIB
Namanya Nurlinda Dwi Sukti. Pebisnis kelahiran tahun 1993 asal Makassar ini memang sejak kecil sudah...
Inspirasi sukses Mega Dwi Cahyani, `artis TikTok` dengan 7,8 juta followers
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:23 WIB
Wanita bernama lengkap Mega Dwi Cahyani kelahiran Purwodadi, 01 September 1999 ini dikenal sebagai s...
Rumus sukses dr Richard `Midas` Lee kembangkan bisnis kliniknya
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:40 WIB
dr. Richard Lee merupakan seorang inovator dalam dunia bisnis estetika. Dirinya sukses mengembangkan...
Chandra Setiawan Kusuma, anak muda beromzet Rp5 M setahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:17 WIB
Berawal dari perjalanannya menjadi reseller paket tour travel secara online, hingga di usianya yang ...
Kisah sukses entrepreneur muda Jenny Fransisca di bisnis digital
Senin, 13 Juli 2020 - 14:39 WIB
Jenny Fransisca namanya. Saat ini masih duduk di bangku SMA di Provinsi Aceh. Meski usianya masih be...
Jehian Panangian Sijabat, manager milenial bagi para influencer di luar negeri
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:03 WIB
Kejeliannya dalam menagkap peluang bisnis di era digital patut diacungi jempol. Pria bernama lengkap...
Samuel Christ, YouTuber asal Makassar yang mendulang prestasi di Amerika
Jumat, 10 Juli 2020 - 13:17 WIB
Pria bernama lengkap Samuel Christ kelahiran Malang, 5 Mei 2000 ini dikenal sebagai konten kreator Y...
Carousel, berawal dari bisnis clothing kini ekspansi ke bisnis animasi dan konser musik
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB
Carousel merupakan salah satu brand clothing di Indonesia yang menggunakan karakter hewan sebagai co...
Swain Mahisa Ardana, sukses berbisnis dan populer di dunia musik
Kamis, 18 Juni 2020 - 06:10 WIB
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, karier Swain Mahisa Ardana cukup mentereng. Soal talentanya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV