Kiri Kanan
Atasi karhutla, BPPT usul modifikasi cuaca di Sumsel, Kalbar, dan Kalteng
Elshinta
Jumat, 09 Agustus 2019 - 09:16 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Atasi karhutla, BPPT usul modifikasi cuaca di Sumsel, Kalbar, dan Kalteng
Ilustrasi modifikasi cuaca. Foto: istimewa

Elshinta.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan modifikasi cuaca untuk penanggulangan karhutla di Sumatera dan Kalimantan masih berpeluang terjadinya hujan, karena masih terdapat pertumbuhan awan di wilayah tersebut. Hingga kini, BBTMC-BPPT masih tunggu komando dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Sementara operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi  kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau telah dilaksanakan sejak 26 Februari hingga saat ini. Pada 30 Juli, jumlah titik api (hotspot) di wilayah Provinsi Riau terpantau nol. Sementara jumlah tertinggi sekitar 20 titik panas selama akhir Juli 2019.

“Pantauan saat ini, di wilayah Sumatera dan Kalimantan  masih terdapat pertumbuhan awan sehingga penerapan teknologi modifikasi cuaca berpeluang besar. Kami sudah menyerahkan data pada pihak BNPB untuk modifikasi cuaca di Sumatera dan Kalimantan. Namun, memang baru provinsi Riau yang dilaksanakan TMC,” ujar Tri Handoko Seto dalam keterangan pers, Kamis (8/8) kemarin.

Sebelumnya, wilayah-wilayah yang diusulkan BBTMC-BPPT untuk dilaksanakan TMC antisipasi Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) meliputi Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. “Secara historis, peningkatan jumlah hotspot secara signifikan di Sumatera mulai bulan Juni dan di Kalimantan mulai bulan Juli, hingga puncaknya pada bulan Agustus dan September,“ papar Tri Handoko Seto.

Meningkatnya jumlah hotspot, lanjut Seto, juga dipengaruhi berkurangnya  curah hujan pada bulan-bulan tersebut. Data historis curah hujan kurun 2009-2018 pada Juli dan Agustus di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, sangat rendah dan berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Curah hujan juga minim untuk September, namun membaik pada bulan Oktober. Pada bulan September di wilayah-wilayah tersebut masih rawan terjadi karhutla. Jadi untuk Riau kami usulkan diperpanjang hingga akhir September atau akhir musim kemarau sesuai prediksi BMKG,” ujarnya.

Sementara  itu, Posko Riau untuk antisipasi Karhutla pada 26 Februari- 20 April 2019  telah dilaksanakan sebanyak 63 penerbangan dengan total jam terbang mencapai 114 jam dengan habiskan sekitar 50.000 kg bahan semai, menggunakan pesawat Cassa 212-200 milik TNI AU. “Hasil air mencapai 324,01 juta M3,” kata Seto.

Sementara periode 22 Mei hingga 3 Agustus, operasi TMC dilaksanakan dua tahap, dengan menggunakan sistem flare dan bahan semai. Pada tahap pertama total jam terbang 36 jam menghabiskan 74 Gygroscopic flare dan 4 Agl BIP dengan menggunakan PK-TMC (BPPT). Sedangkan tahap kedua, total jam terbang 25 jam dengan menghabiskan 12.400 kg bahan semai mengggunakan pesawat Cassa 212-200 PK-PCT . “Rentang waktu tersebut menghasilkan 114, 27 juta M3 air,” ujarnya.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pihaknya akan upayakan maksimal untuk membantu menanggulangi Karhutla agar tidak mengalami kembali kasus karhutla 2015. “Presiden sudah perintahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla 2019 di Istana Negara agar pemadaman harus dilakukan meskipun titik api masih belum berdampak besar dan meluas,” ujarnya.

Seperti diketahui, TMC mulai dimanfaatkan sebagai salah satu solusi di dalam upaya penanganan bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Indonesia untuk pertamakalinya pada 1997 dalam operasi Pengendalian Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, sebagai dampak El Nino pada  September – Oktober 1997.

Penghujung 2006 sebagian besar kawasan hutan dan lahan gambut di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengalami kebakaran yang masif.  Bencana kabut asap ini mengakibatkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia merasa terganggu asap yang berasal dari wilayah Indonesia. Pemerintah memutuskan untuk melaksanakan operasi gabungan, yaitu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari darat dan udara. Operasi gabungan dari udara dengan penerapan TMC dan Water Bombing

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkominfo dorong Indonesia masuk ke TV digital
Rabu, 13 November 2019 - 06:37 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mendorong Indone...
Bambang Brodjonegoro: Inovasi di bidang kesehatan jadi salah satu prioritas Pemerintah
Selasa, 12 November 2019 - 16:50 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menris...
Era revolusi industri 4.0, data ibarat komoditas yang lebih berharga dari emas
Senin, 11 November 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bamb...
LAPAN akan bangun bandar antariksa skala kecil di Pulau Biak
Senin, 11 November 2019 - 11:55 WIB
Elshinta.com - Indonesia mempunyai impian besar untuk memiliki bandar antariksa, mimpi ter...
Untuk jadi 10 besar dunia, ekonomi Indonesia harus transformasi berbasis inovasi
Senin, 11 November 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menris...
Menristek desak virtual reality dikembangkan hadapi era 4.0
Minggu, 10 November 2019 - 19:19 WIB
Elshinta.com - Teknologi masa depan virtual reality seperti yang dilakukan Institut Teknol...
Menristek sebut Indonesia perlu ikuti Korsel imitasi teknologi
Minggu, 10 November 2019 - 16:11 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu melakukan strategi imitasi atau meniru berbagai teknologi d...
Habiskan Rp50 miliar, ini teknologi di Masjid Apung Ancol
Minggu, 10 November 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali mengataka...
Gubernur minta masjid di NTB terpasang WiFi
Minggu, 10 November 2019 - 08:15 WIB
Elshinta.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah meminta seluruh masjid ...
Tingkatkan pemahaman fintech masyarakat, KPw BI Cirebon gelar CFF 2019
Sabtu, 09 November 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Sejalan dengan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0, digital...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)