BSN kembangkan standar nasional pengukuran atmosfer
Elshinta
Kamis, 08 Agustus 2019 - 09:40 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
BSN kembangkan standar nasional pengukuran atmosfer
Jaga kualitas udara, BSN kembangkan standar nasional pengukuran atmosfer. Foto: Dok. BSN

Elshinta.com - Pengukuran akan kualitas udara dan perubahan iklim sudah seharusnya berdasarkan pada suatu standar sehingga didapatkan data yang valid dan ilmiah.

Dalam kaitannya dengan perubahan iklim dan udara bersih, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menyusun dan menetapkan seri SNI ISO 14064 mengenai Gas Rumah Kaca yang mengacu pada standar internasional ISO sebagai pedoman untuk mengukur, memantau, melaporkan dan memverifikasi emisi gas rumah kaca. Selain itu, BSN sebagai sekretariat Komite Akreditasi Nasional (KAN) dapat mengakreditasi organisasi/badan pihak ketiga yang mengimplementasikan ISO/IEC 14065:2013, SNI ISO 14064-3:2009, dan ISO 14066:2011 untuk memvalidasi dan memverifikasi gas rumah kaca.

Kepala BSN Bambang Prasetya dalam 17th Workshop of APMP/TCQM Gas Analysis Group dan 2019 APMP/Focus Group Workshop on Climate Change and Clean Air menjelaskan, laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN telah mengembangkan standar pengukuran nasional terkait dengan sifat fisik atmosfer seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin.

Selain itu juga pengukuran sifat kimia atmosfer seperti konsentrasi gas di udara ambien dan gas rumah kaca. Sebagai Lembaga Metrologi Nasional Indonesia, Deputi SNSU BSN memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan standar pengukuran nasional di Indonesia dan menyebarluaskan nilai standar tersebut kepada pengguna akhir, melalui layanan kalibrasi dan penyediaan Certified Reference Material (CRM).

Deputi SNSU BSN Hastori menjelaskan, “Standar-standar terkait metrologi fisika dan kimia yang telah dikembangkan oleh SNSU BSN dapat langsung mendukung Laboratorium atau Stasiun pemantauan kualitas udara dan gas rumah kaca di Indonesia dalam memeperoleh hasil pengukurannya telah tertelusur ke unit Sistem Internasional.”

Pembuatan kebijakan terkait pengendalian kualitas udara dan mitigasi perubahan iklim oleh pemerintah harus didukung data kondisi udara atmosfer yang valid dan akurat. "Metrologi sebagai pengukuran sains memiliki peran penting untuk memastikan validitas hasil pengukuran dengan membandingkannya pada standar pengukuran yang dapat tertelusur ke Sistem Unit Internasional (SI)," terang Hastori.

Dalam waktu dekat, BSN juga akan membentuk Komisi  Teknis (Komtek) terkait Perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk ruang lingkup Analisa Gas dalam upaya menjamin ketertelusuran pengukuran gas di Indonesia.

Workshop 17th Workshop of APMP/TCQM Gas Analysis Group dan 2019 APMP/Focus Group Workshop on Climate Change and Clean Air  yang diselenggarakan oleh BSN membahas sejumlah topik mengenai metrologi untuk perubahan iklim dan udara bersih yang disampaikan oleh 17 orang ahli dari Lembaga Metrologi Nasional dari berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Afrika Selatan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Dengan tersedianya standar nasional pengukuran untuk menentukan sifat atmosfer, diharapkan dapat diperoleh data kondisi udara atmosfer yang valid, andal, dan kuat berdasarkan bukti ilmiah, sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan terkait pengendalian kualitas udara dan mitigasi perubahan iklim yang efektif.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah dorong transformasi TV digital
Jumat, 20 September 2019 - 15:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mendorong...
Udang cantik endemik Sulawesi terancam punah
Selasa, 17 September 2019 - 15:42 WIB
Elshinta.com - Sulawesi mempunyai udang endemik yang masuk ke dalam daftar spesies kritis yang ter...
Cegah karhutla, BPPT tawarkan inovasi BioPeat
Selasa, 17 September 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi BioPeat untuk me...
Tidak hanya memainkannya, Menkominfo dorong anak muda buat gim
Sabtu, 14 September 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Industri gim dan esports di Indonesia memiliki potensi yang besar. Untuk Menteri Komu...
Menkominfo: BJ Habibie menginspirasi konsep leapfrog
Kamis, 12 September 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui bahwa konsep `l...
Gerakan Siberkreasi tumbuhkan produktivitas warganet Indonesia
Rabu, 11 September 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi merupakan gerakan sinergis yang mendor...
AMMDes ambulance feeder dan penjernih air dapat apresiasi Menkes
Selasa, 10 September 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) mendapat apresiasi dari Kem...
Dongkrak ekonomi di era industri 4.0, RI makin `gercep`
Kamis, 05 September 2019 - 09:44 WIB
Elshinta.com - Pemerintah bertekad semakin gerak cepat (gercep) untuk memasuki era industri 4.0 me...
Menristekdikti sebut lima PTN akan berkolaborasi kembangkan mobil listrik
Selasa, 03 September 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengata...
Peringati HUT ke-1 MTCRC, RI-Korea gelar aksi bersih pantai Cirebon 
Selasa, 03 September 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) merupakan lembaga riset intern...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)