Guru besar UI soroti wacana rektor asing pimpin perguruan tinggi
Elshinta
Senin, 05 Agustus 2019 - 16:43 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Guru besar UI soroti wacana rektor asing pimpin perguruan tinggi
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Budi Wiweko. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Satu diantara pemikiran pemerintah dalam membangun kualitas perguruan tinggi di Indonesia adalah wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perubahan yang diharapkan mampu membawa Indonesia ke kancah bergengsi dunia dalam hal peringkat perguruan tinggi.  

"Pertanyaan pertama yang muncul di benak para dosen dan pimpinan perguruan tinggi di Indonesia adalah apakah tidak ada lagi sumber daya manusia berkualitas di Indonesia yang bisa menjadi rektor. Tidaklah mengherankan bila banyak silang pendapat, pro – kontra, mendukung dan tidak mendukung terhadap rencana pemerintah yang masuk dalam kategori inovasi disruptif ini",kata Budi Wiweko, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/8).

Menurut Ketua Komisi 2 Senat Akademik Universitas Indonesia ini,  fenomena menarik bila melihat ke tetangga, negeri Singapura, 2 perguruan tinggi mereka, National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technology University (NTU) sama-sama menduduki peringkat ke-11 dunia menurut QS ranking tahun 2020.

"Apa sebenarnya yang terjadi di negeri ini yang sejak lama sudah sangat agresif dan progresif dalam hal riset serta pendidikan ?,"tanya  Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, Singapura yang hanya berpenduduk 5.6 juta jiwa, sadar sekali pentingnya akselerasi dalam alih ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka tidak segan-segan merekrut tenaga peneliti asing bereputasi dunia untuk memimpin laboratorium riset dan inovasi di perguruan tinggi mereka.

Dikatakannya, penentuan peringkat perguruan tinggi dunia dilakukan berdasarkan skor reputasi para dosen, skor reputasi para karyawan, rasio dosen terhadap mahasiswa, indeks sitasi dosen (menerangkan berapa banyak jurnal internasional per dosen yang di-sitasi oleh jurnal internasional lain), jumlah dosen asing serta jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi tersebut.  

"Pada umumnya perguruan tinggi di Indonesia memiliki skor terendah dalam hal indeks sitasi, sebagai contoh Universitas Indonesia, yang memiliki peringkat tertinggi di Indonesia (296 dunia), hanya memiliki skor 1.9 untuk indeks sitasi, bandingkan dengan Harvard University (peringkat 3 dunia) yang memiliki skor indeks sitasi sebesar 99.6," ungkapnya.

Parameter kedua yang merupakan sektor kelemahan perguruan tinggi di Indonesia adalah dalam hal jumlah mahasiswa asing.

Strategi mendatangkan mahasiswa asing memang bagaikan fenomena antara telur dan ayam, mahasiswa asing akan berbondong-bondong datang ke Indonesia bila mereka melihat peringkat perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 50 atau 100 besar dunia sehingga tidaklah heran bila Universitas Indonesia hanya memiliki skor 5 dalam hal mahasiswa asing, dibandingkan dengan Harvard University yang memiliki skor 66.2 untuk kategori yang sama.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolresta Bandung sambangi TK Kemala Bhayangkari
Selasa, 18 Februari 2020 - 19:58 WIB
Kapolresta Bandung, Jawa Barat, sambangi TK Kemala Bhayangkari, Kecamtan Cicalengka, Kabupaten Bandu...
UM Palangkaraya beri beasiswa mahasiswa hafal lima juz Al Quran
Selasa, 18 Februari 2020 - 17:44 WIB
Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya akan memberikan beasiswa berupa kuliah gratis selama dela...
Awal 2020, Universitas Negeri Malang kembali kukuhkan dua guru besarnya
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:28 WIB
Universitas negeri Malang (UM) kembali mengukuhkan dua guru besarnya. Dua orang guru besar ini masin...
Siswa Latja Diktuk Ba Polri SPN Polda Jabar ikuti pelatihan TPTKP
Senin, 17 Februari 2020 - 18:58 WIB
Waka Polres Majalengka Kompol Hidayatullah memberikan materi pelatihan penanganan pertama tempat kej...
Gugah cinta dirgantara, puluhan ribu siswa saksikan air show
Senin, 17 Februari 2020 - 18:15 WIB
Kegiatan air show Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang ...
Disdik Kabupaten Tangerang pantau aturan dana BOS
Senin, 17 Februari 2020 - 17:13 WIB
Dalam melakukan pemantauan terkait aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang langsung didis...
Tingkatkan nasionalisme, ITN Malang gelar upacara dengan pakaian daerah
Senin, 17 Februari 2020 - 16:58 WIB
Guna menanamkan jiwa nasionalisme pada kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, rektor, kary...
Sekjen MPR ajak alumni FH Unsoed saling mendukung untuk Indonesia
Minggu, 16 Februari 2020 - 12:49 WIB
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma`ruf Cahyono mengajak para alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal S...
Festival Sains dan Budaya 2020 angkat kearifan lokal dan budaya bangsa
Sabtu, 15 Februari 2020 - 16:06 WIB
Penyelenggaraan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) ke-6 akan kembali diselenggarakan dalam ...
KPPPA terjunkan tim tindaklanjuti perundungan murid SMP di Malang
Sabtu, 15 Februari 2020 - 15:17 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)