RSIS resmi milik Yarsis
Elshinta
Selasa, 30 Juli 2019 - 19:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
RSIS resmi milik Yarsis
RSIS resmi milik Yarsis. Foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Mengakhiri sengketa pengelolaan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sejak lima tahun terakhir, pengadilan negeri setempat melakukan eksekusi, Selasa (30/7). RSIS kini sah menjadi milik Yayasan RSIS atau Yarsis dari pengelola sebelumnya yakni Yayasan Waqaf RSIS. Dengan dilaksanakannya eksekusi juga mendandai dimulainya kembali operasional rumah sakit yang terhenti sejak satu tahun lalu.

Panitera Pengadilan Negeri Sukoharjo, Joko Sutrisno saat membacakan perintah eksekusi di RSIS mengatakan, eksekusi ini menindaklanjuti putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) nomor 2530 kasasi/perdata/2017 yang mengabulkan sebagian tuntutan Yarsis atas obyek sengketa yakni RSIS. Sebagian yang dimaksud adalah kepemilikan rumah sakit dan juga aset yang berada didalamnya seperti tanah, bangunan, alat medis dan kendaraan operasional rumah sakit. Seluruh obyek yang menjadi sengketa telah dicek dan dikuasai oleh pihak pemohon. Sehingga proses serah terima rumah sakit dari PN berikut juru sita dianggap sah. “Kami sudah menanyakan dan dijawab langsung oleh pihak pemohon,” kata Joko.

Menurut Dia, dengan adanya perintah eksekusi ini RSIS secara utuh menjadi milik Yarsis. Dan apabila ada pihak pihak yang merasa keberatan maka dipersilahkan untuk mengajukan gugatan ke PN Sukoharjo.

Sedangkan pihak Yarsis yang diwakili oleh kuasa hukum Agus Nurudin mengatakan, eksekusi ini menandai dibukanya kembali RSIS. Pembukaan pintu utama dari segel yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Waqaf berarti dimulai pula pelayanan rumah sakit. Sebab, Yarsis telah memulai memperbarui izin operasional rumah sakit dari tipe B menjadi tipe C sejak menerima putusan kasasi MA. Demikian halnya peralatan medis juga dikalibrasi menyesuaikan aturan standar rumah sakit. Sebanyak 350-an karyawan dan 50 dokter siap bekerja kembali melayani pasien. “Soal sengketa dan izin operasional ini sebenarnya selesai sejak muncul putusan kasasi MA. Mulai hari ini kami melayani pasien,” paparnya.

Sementara, Menejer HRD RSIS Nuraida menambahkan, eksekusi ini yang paling ditunggu oleh seluruh karyawan. Perjuangan panjang selama lima tahun menghadapi sengketa kepemilikan rumah sakit cukup membuat karyawan putus asa. Adanya eksekusi juga memberikan kepastian hukum pada rumah sakit untuk beroperasi kembali seperti semula. “Kami senang kembali bekerja dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik kembali pada masyarakat,” katanya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Deni Suryanti. 

Proses eksekusi RSIS ini berjalan lancar, meski sempat terjadi aksi unjuk rasa oleh sejumlah orang yang menolak eksekusi. Polisi dan TNI mengawal pengamanan sepanjang proses yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB. Yakni saat panitera dan juru sita membacakan perintah eksekusi di ruang direksi RSIS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Naiknya cukai rokok upaya Pemerintah kurangi perokok pemula
Rabu, 18 September 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa naiknya harga cukai rokok sebesar 2...
Pemprov Kepri siapkan masker untuk para pelajar
Selasa, 17 September 2019 - 14:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan masker untuk para pelajar untuk mencega...
Dinkes diminta siaga layani masyarakat terdampak asap
Selasa, 17 September 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada Dinas Kesehatan di sejumlah wilayah ter...
Dinkes Kalteng sediakan rumah singgah bagi penderita ISPA
Selasa, 17 September 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan p...
Hati-Hati, lima kebiasaan ini berefek buruk bagi otak
Senin, 16 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pada saat menerapkan gaya hidup sehat, biasanya orang hanya memperhatikan ukuran pin...
Ada 94 kasus baru HIV di Cianjur hingga September 2019
Minggu, 15 September 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat hingga September terdapat 94 orang de...
Kabut asap, 2.188 balita Sumsel terkena ISPA
Sabtu, 14 September 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 2.188 balita di Sumatera Selatan terkena infeksi saluran pernapasan akut (...
Pemkab Cianjur targetkan 2030 wilayahnya `triple zero` kasus HIV/AIDS
Jumat, 13 September 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Pelaku hubungan seks menyimpang, laki-laki seks laki-laki (LSL) menjadi penyumbang te...
Apa sebenarnya manfaat kopi dan teh?
Jumat, 13 September 2019 - 20:33 WIB
Elshinta.com - Minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat umum, kopi dan teh, ternyata dapat memberi...
Unri sediakan layanan kesehatan bagi masyarakat
Jumat, 13 September 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Universitas Riau (Unri) menyediakan pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Universitas ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once