Taman wisata alam Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup, ini rekomendasi PVMBG 
Elshinta
Selasa, 30 Juli 2019 - 13:25 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Taman wisata alam Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup, ini rekomendasi PVMBG 
Gunung Tangkuban Parahu. Sumber foto: https://bit.ly/2Kb4iBT

Elshinta.com - Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, hingga Selasa (30/7) hari ini, masih ditutup oleh pihak pengelola. Penutupan kawasan dititikberatkan pada aspek keselamatan manusia.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di hadapan awak media, Senin (29/7) kemarin.

"Bagaimana yang terbaik untuk semua orang, kita tunggu dari pemerintah dan yang pertama adalah keselamatan manusia," ujar Ridwan. 

Pada saat berkunjung ke lokasi terdampak, Ridwan memberikan arahan bahwa sebelum dibuka akan dipastikan terlebih dahulu rekomendasi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

Di sisi lain, pihaknya akan mengevaluasi terkait dengan jalur evakuasi dan sistem standard operating procedure (SOP) untuk mengantisipasi ancaman bahaya erupsi. 

"Jalur evakuasi akan dievaluasi. Hari ini akan melihat secara langsung di lapangan. Jalur dan sistem SOP akan dibahas. Apabila sudah mendapatkan informasi lengkap akan dibahas esok," kata dia kemarin. 

Ridwan meminta semua pihak mengikuti imbauan terkait dengan berlakunya penutupan kawasan wisata sekitar Gunung Tangkuban Parahu. Menurutnya, pascaerupsi tersebut berpengaruh pada tiga dimensi yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. 

Dari sisi pedagang, Ridwan meminta mereka untuk menunggu berita dari pemerintah daerah setempat. "Bagaimana yang terbaik untuk semua orang. Kita tunggu dari pemerintah," tandas Ridwan. 

Sementara itu, pascaerupsi sering terjadi berita yang simpang siur dan memicu kepanikan masyarakat. Untuk itu, Ridwan menekankan pada aspek edukasi yang bersifat dua arah, baik dari pengelola maupun masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak mendramatisasi situasi tertentu.

"Kadang komentar-komentar yang sensitif harus dikurangi, karena semua orang punya media sekarang," tambah Ridwan. 

Terkait dengan kemungkinan adanya informasi yang simpang siur, Ridwan mengimbau masyarakat selalu merujuk informasi pada lembaga yang resmi, seperti pemerintah daerah atau lembaga kebencanaan.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi Elshinta, Selasa (30/7), Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menginformasikan, pascaerupsi pada Jumat (26/7) lalu, PVMBG masih menetapkan Gunung Tangkuban Parahu pada status Level I (Normal). 

Gunung dengan ketinggian 2.084 m dpl tersebut mengalami erupsi yang bersifat freatik. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 15.48 WIB itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 5 menit 30 detik. 

Sejak Senin hingga Selasa pagi, visual gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal. 

Pada status tersebut PVMBG masih merekomendasikan beberapa poin sebagai berikut:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter, serta tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

2. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

3. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertamina ikut bantu tangani Karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 22:12 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (14/9), inde...
Kabut asap, Pertamina pastikan penyaluran BBM tetap lancar
Kamis, 19 September 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Pertamina tetap menjamin penyaluran BBM tetap lancar, Meski berdasarkan Data dari Ba...
Meski padam, potensi kebakaran masih `hantui` kawasan Gunung Semeru
Kamis, 19 September 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Kebakaran di Gunung Semeru tepatnya di Kalimati, Arcopodo sampai Kelik hingga Kamis...
Gempa berkekuatan Magnitudo 6.0 guncang Tuban
Kamis, 19 September 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 6.0 pada Kamis (19/9) pukul 14.31 WIB.  Info...
Kekeringan di Kabupaten Tangerang meluas
Kamis, 19 September 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Akibat kemarau panjang, kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang, Banten...
Akper Unej di Lumajang cetak lulusan berjiwa relawan
Kamis, 19 September 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Akademi Keperawatan Universitas Jember (Unej) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ber...
Waduh! kualitas udara Kota Palangka Raya berbahaya
Selasa, 17 September 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com -  Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah masih bertahan pa...
1,5 hektare lahan dan hutan di Padang terbakar
Selasa, 17 September 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Lahan seluas 1,5 hektare di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar. Kebakaran...
Sesar aktif penyebab gempa Halmahera Selatan masih misteri
Minggu, 15 September 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi dengan m...
Gempa bumi di Waingapu dipicu aktivitas sesar aktif
Minggu, 15 September 2019 - 07:59 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 yang melanda Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Tim...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once