Wow, wanita muda ini produksi 20 ribu suvenir premium, pasarnya nasional
Elshinta
Selasa, 30 Juli 2019 - 12:25 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Wow, wanita muda ini produksi 20 ribu suvenir premium, pasarnya nasional
Rachma Adinda mengembangkan bisnis suvenir sejak beberapa tahun lalu. Foto: Elshinta.com/Reza

Elshinta.com - Rachma Adinda, wanita berusia 28 tahun ini sejak lulus kuliah di Milan sudah dikenalkan dengan dunia bisnis. Oleh orang tuanya, ia digembleng  masalah-masalah dasar dalam berbisnis, mulai dari hitung modal, cara mencari supplier, mencari bahan baku berkualitas, dan lainnya.

“Keluarga saya memiliki perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tas. Selama 2-3 tahun saya belajar dari bawah. Saya juga bantu-bantu bisnis keluarga di sektor yang lain,” ucapnya.

Kini dengan talenta yang dimilikinya, Adinda tengah fokus menggarap bisnis yang diinisiasinya sendiri. Bergerak di wedding souvenir, bisnisnya itu dinamai Tuberosa. Diakuinya, bisnis tersebut baru berjalan beberapa tahun. Dirinya tertarik memasuki bisnis ini, sebab pasar industri wedding di Indonesia sangatlah besar.

“Saya berpikir, inilah saatnya untuk memasuki segmen pasar yang lebih luas lagi. Jika dulu konsumen hanya korporat (B2B), sekarang langsung menyasar end user juga,” ujarnya.

Diakuinya, saat ini bisnis suvenir pernikahan juga sudah sangat berkembang. Sebab, banyak pasangan yang berlomba untuk menjadikan pernikahannya menjadi berkesan dan menginginkan sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya. “Intinya suvenir itu akan membawa kesan tersendiri bagi para tamu. Untuk itulah saya membuatnya yang premium.”

Di antara produk yang dibuatnya seperti pouch, dompet, tas gadget, cover agenda, dompet kartu nama, dan lainnya. “Ini bisa disimpan lama dan bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan. Selain itu lebih eksklusif juga,” sahut dia.

Untuk bahan baku, diakuinya, dirinya mengkolaborasikan lokal dan impor. Jika tidak ada tekstur bahan lokal, maka pilihannya adalah impor. Sejauh ini, perbandingannya 70% lokal, selebihnya diimpor. Bahkan, dirinya juga tengah mengembangkan penggunaan kulit yang berasal bukan dari hewan, tapi kualitasnya tak kalah dengan kulit hewan.

Saat ini kapasitas produksinya mencapai 20 ribu pieces barang setiap bulannya. Konsumennya pun sudah menjangkau nasional, terutama Jakarta dan Tangerang. Agar produknya lebih dikenal lagi, dirinya juga rajin mengikuti event pameran wedding di berbagai kota.

Menurut Adinda, saat ini persaingan di industri ini cukup ketat. Pemain wedding souvenir yang luxury juga semakin banyak dengan variasi produk yang beragam. Untuk itulah, sebagai pelaku usaha yang ingin eksis di bidang ini, dirinya dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif.

“Saya harus fokus dengan bidang ini. Sebab semakin hari orang semakin kreatif. Kalau tidak mau ketinggalan, kita juga harus kreatif dan inovatif.”

Dirinya mengungkap, umumnya musim pernikahan terjadi setelah lebaran hingga akhir tahun. Setiap bulannya dirinya mampu melakukan pengiriman antara 5.000—10.000 item produk ke berbagai wilayah di Tanah Air.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Inspirasi Rico Huang: Sukses di usia 24 tahun, kini mantap menatap bisnis photobook
Minggu, 02 Februari 2020 - 10:30 WIB
Dengan banyaknya data dan nilai pasar yang tinggi, photobook menjadi salah satu variasi produk print...
Sukses berbisnis batik, Michael Wirawan bangun brand baru yang sasar wanita milenial
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:41 WIB
Namanya Michael Wirawan. Usianya masih muda, tercatat baru 24 tahun. Tapi soal bisnis, dia memiliki ...
Brand kecantikan karya anak bangsa ini sukses jelajahi pasar Eropa
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:38 WIB
Berkat ekstrak kayu cendana, daun nilam, kemangi, bunga jempiring, bunga mawar, melati, kamboja, kay...
Jadi CEO private equity termuda di Asia Tenggara, Timothy Tandiokusuma kelola AUM Rp1,2 T
Senin, 13 Januari 2020 - 17:04 WIB
Timothy Tandiokusuma, usianya masih muda, 26 tahun, tapi dirinya cukup sukses menggeluti bisnis priv...
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB
Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa...
Dari Pekayon ke Cikunir Raya: Hardianto anak muda dibalik sukses Hardy Classic
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:58 WIB
Kiprah Hardy Classic dalam bidang interior mobil sudah tidak diragukan lagi. Dengan pengalaman belas...
Jatuh bangun Jerry Hermawan Lo hingga sukses jadi pengembang properti
Minggu, 24 November 2019 - 14:31 WIB
Industri properti menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan di dunia. Oleh karena itu, banya...
Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:05 WIB
Hidup berbalut kemiskinan, itulah masa lalunya. Bahlil, meski terlahir dari keluarga sederhana, tak ...
Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:13 WIB
Adalah Deasy Esterina yang tertarik untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)