Dampak tumpahan minyak Pertamina dikhawatirkan akan terus meluas
Elshinta
Selasa, 30 Juli 2019 - 06:53 WIB |
Dampak tumpahan minyak Pertamina dikhawatirkan akan terus meluas
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) nasional dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) memperlihatkan dokumentasi foto terkait pencemaran akibat tumpahan minyak mentah di pantai Karawang, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (29/7). Sumber foto:

Elshinta.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat, hingga Kamis (18/7), tumpahan minyak PT Pertamina di wilayah utara Karawang telah mengakibatkan 45,37 kilometer persegi lautan terdampak.

“Data luasan tercemar kami peroleh dari citra satelit ESA sentinel 1 yang bisa diakses oleh publik,” kata Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Walhi nasional, Dwi Sawung di Jakarta, Senin (29/7).

Sawung menyayangkan hingga saat ini Pertamina dan pemerintah belum juga mengeluarkan data atau pun citra satelit terkait potensi sebaran minyak mentah itu. Padahal, kata Sawung, pemerintah memiliki teknologi untuk menghasilkan data itu dan hasilnya sangat dibutuhkan publik.

“Kami menggunakan satelit asing, yang datanya kembali dapat diperbaharui tanggal 2 Agustus 2019 mendatang,” jelas Sawung.

Sawung mengklaim jika luasan tumpahan minyak itu akan terus bertambah, karena sumber pencemaran belum juga teratasi sampai saat ini. Selain itu, laporan BMKG menunjukkan cuaca cukup ekstrem dengan gelombang tinggi menuju arah barat dan dimungkinkan mendorong tumpahan minyak tersebut.

“Laporan terakhir masyarakat sudah sampai ke Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu,” ujarnya, dikutip Antara.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Meiki W Paendong mengatakan, tumpahan minyak itu telah menyebabkan tambak-tambak di Karawang dan Bekasi mengalami kegagalan panen dan kehidupan nelayan di pesisir Jawa Barat dan DKI Jakarta terganggu. Selain itu, lokasi pariwisata pantai di Karawang ditutup karena pantainya tercemar oleh tumpahan minyak.

“Kami mendapatkan laporan telah ada empat desa yang sudah terdampak yakni Pusaka Jaya, Cemara Jaya, Pasir Jaya dan Sungai Putu (kawasan wisata samudra baru),” jelas Meiki.

Meiki menyatakan, tumpahan minyak juga telah masuk ke tambak budidaya ikan dan udang milik masyarakat.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina selalu memprioritaskan penanganan keselamatan dari para pekerja dan masyarakat terutama nelayan ikan.

Pertamina memasang lima unit Giant Octopus Skimmer dan membentang 5 x 400 meter Static Oil Boom di sekitar anjungan YY di wilayah Karawang Jawa Barat. Strategi ini menjadi andalan dan dinilai terbukti efektif untuk saat ini.

“Kami estimasikan kira-kira delapan minggu untuk dapat mematikan sumur, dan semoga bisa lebih cepat dengan berbagi upaya yang kami sudah lakukan,” kata Fajriyah.

Sebelumnya, pada 12 Juli 2019 terjadi well kick pada sumur (re-aktivasi) YYA-1 yang menyebabkan munculnya gelembung di sekitar YYA Platform PHE ONWJ, sekitar 2 kilometer dari lepas pantai Utara Jawa.

Akibat kejadian itu, air laut di perairan utara Karawang terkontaminasi minyak mentah. Bibir pantai wilayah utara Karawang menjadi hitam karena muncul gumpalan pasir yang bercampur dengan minyak mentah. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Api lalap gudang perusahaan di Dayeuhkolot, Bandung
Kamis, 27 Februari 2020 - 21:24 WIB
Api berkobar di beberapa Gudang milik PT. Wisma Usaha di Jalan Raya Moch Toha Kp. Cisuminta Rt.002 R...
Api lalap dua kios di Thamrin City 
Kamis, 27 Februari 2020 - 12:44 WIB
Kebakaran terjadi di dua kios baju di pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, K...
Truk kontainer tabrak dua kendaraan di Tol Cipali, satu tewas dan satu luka
Rabu, 26 Februari 2020 - 13:26 WIB
Truk kontainer B 9176 UMV tabrak dua kendaraan yang sedang berhenti di bahu jalan di Jalan tol Cipal...
Selamatkan pelajar SMPN 1 Turi saat susur sungai, Kakek Diro dan Kodir dapat penghargaan
Selasa, 25 Februari 2020 - 20:37 WIB
Kementerian Sosial RI memberikan penghargaan kepada dua orang warga yang telah banyak menyelamatkan ...
Pesawat cargo Trigana tergelincir di Bandara Sentani
Selasa, 25 Februari 2020 - 12:12 WIB
Pesawat cargo milik Trigana Air Service, Selasa (25/2), sekitar pukul 07.20 WIT tergelincir di Banda...
1.396 warga mengungsi akibat banjir di Karawang
Senin, 24 Februari 2020 - 21:54 WIB
Bencana banjir yang dalam beberapa hari terakhir melanda sebagian wilayah Kabupaten Karawang di Jawa...
Polda DIY terjunkan tim beri pendampingan psikologis di SMPN I Turi Sleman
Senin, 24 Februari 2020 - 18:26 WIB
Polda DIY menerjunkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap korban yang selam...
Seorang pria tewas tersengat listrik saat banjir di Bekasi
Senin, 24 Februari 2020 - 16:16 WIB
Seorang pria bernama Tisin (45) meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir menerjang daera...
Air masih genangi kawasan Semper. Warga sesalkan respon lambat Pemprov DKI
Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB
Hujan mengguyur Ibu Kota DKI Jakarta, Minggu (23/2) pagi berakibat fatal bagi warga RW 01, Kelurahan...
Asap mengepul di Gedung Nusantara III
Senin, 24 Februari 2020 - 12:52 WIB
Alarm kebakaran komplek DPR di Gedung Nusantara III berbunyi. Sementara, asap mengepul pada pukul 12...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)