Nelayan Lebak tetap melaut pascagempa
Elshinta
Senin, 29 Juli 2019 - 11:14 WIB |
Nelayan Lebak tetap melaut pascagempa
Suasana PPI Binuangeun, Banten, Senin (29/7). Sumber foto: https://bit.ly/2Gyxodt

Elshinta.com - Sebagian nelayan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetap melaut pada Senin (29/7), setelah gempa bumi terjadi pada Minggu (28/7) pukul 21.25 WIB dengan pusat di barat daya Dayah.

"Kami tetap melaut," kata Iming (45), seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

"Kami sudah biasa merasakan gempa karena pesisir pantai selatan itu pusat gempa," ujarnya.

Iming mengaku lega getaran gempa Minggu malam tidak besar dan tidak diikuti dengan gempa-gempa susulan. Kawasan pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak mulai dari Pantai Wanasalam, Binuangeun, Suka Hujan, Cihara, Panggarangan, dan Bayah masuk dalam "zona merah" gempa dan tsunami.

Ujang, nelayan di kawasan TPI Bayah, juga mengatakan, bahwa dia bersama nelayan yang lain tetap berangkat ke laut untuk mencari ikan. Sebagaimana biasa nelayan tradisional di daerah Bayah berangkat melaut dini hari dan akan kembali ke pesisir pantai sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. "Kami sebagai nelayan tentu berdoa agar Sang Pencipta, Allah SWT, memberikan keselamatan," katanya.

Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak, Agus Taman juga mengatakan, bahwa setelah gempa Minggu malam nelayan tetap melaut. Suasana PPI Buniangeun pun pada Senin pagi ramai. Para nelayan, buruh bongkar ikan, dan pedagang ikan menjalankan aktivitas mereka sebagaimana biasa. "Saya kira aktivitas nelayan normal seperti biasa," kata Agus, dikutip Antara.

Pada Minggu (28/7) pukul 21.25 WIB, gempa dengan magnitudo 5.2 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 4,9 melanda bagian wilayah Banten. Gempa itu pusatnya berada di laut pada kedalaman 10 kilometer di 59 km Barat Daya Bayah, Banten, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG). (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waduh! kualitas udara Kota Palangka Raya berbahaya
Selasa, 17 September 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com -  Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah masih bertahan pa...
1,5 hektare lahan dan hutan di Padang terbakar
Selasa, 17 September 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Lahan seluas 1,5 hektare di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar. Kebakaran...
Sesar aktif penyebab gempa Halmahera Selatan masih misteri
Minggu, 15 September 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi dengan m...
Gempa bumi di Waingapu dipicu aktivitas sesar aktif
Minggu, 15 September 2019 - 07:59 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 yang melanda Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Tim...
Kebakaran lahan kian meluas, kabut asap selimuti Palembang
Jumat, 13 September 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Kebakaran lahan di Sumatera Selatan semakin meluas membuat kabut asap semakin tebal...
Lagi, kebakaran melanda lereng Gunung Merbabu
Kamis, 12 September 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Kawasan hutan di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kembali te...
Asap karhutla selimuti Pekanbaru, jarak pandang 700 meter
Kamis, 12 September 2019 - 12:04 WIB
Elshinta.com - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru makin pekat pada ...
Gempa M 5,7 guncang tenggara Melonguane-Sulut 
Rabu, 11 September 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo 5,7 mengguncang kira-kira 14 kilometer sebelah tenggara Melo...
Kabut asap `hantui` warga Kapuas Hulu
Senin, 09 September 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapuas Hulu, M Hatta mengimbau masyarakat Kapua...
Kabut asap selimuti tiga kabupaten di Sumut
Senin, 09 September 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Kabut asap menyelimuti langit Labuhanbatu Raya yang mencakup tiga kabupaten dalam se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)