Mau jualan properti? Pastikan pahami dulu 7 hal ini
Elshinta
Senin, 29 Juli 2019 - 10:15 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Mau jualan properti? Pastikan pahami dulu 7 hal ini
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SPDivI

Elshinta.com - Ada banyak seminar motivasi baik dalam bentuk seminar maupun workshop yang membahas bagaimana cara memperoleh closing penjualan properti. Menjual properti itu tidak mudah, terlebih dengan harga jual yang tinggi, untuk mendapatkan konsumen memang agak sulit.

Nah, untuk mengatasi persoalan ini, Edvan M. Kautsar berbagi tips bagaimana caranya agar produk properti yang Anda jual bisa segera closing alias terjual. Berikut 7 kiatnya:

Fast respon dan mudah dihubungi

Usahakan agar telepon bisnis Anda selalu aktif. Calon pembeli akan berkurang motivasinya untuk membeli properti Anda, jika orang yang memasarkannya sulit dihubungi. Jika calon pembeli menghubungi secara teks misalnya SMS, email, atau Whatsapp, segeralah untuk merespon. Jika Anda dalam kondisi tidak bisa mengangkat telepon, maka kirimkan pesan bahwa Anda akan segera meneleponnya. Setelah menelpon, segeralah buat appointment. Karena bertatap muka jauh lebih baik dibanding hanya berbicara melalui telpon. Apalagi jika Anda bisa mengajaknya untuk langsung melihat properti yang Anda tawarkan.

Pahami kebutuhan konsumen

Setelah mendengarkan konsultasi dari konsumen, ketahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen, misalnya spesifikasi bangunan, tipe properti, hingga harga. Dengarkan curahan hati dari konsumen kemudian tawarkan properti yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadilah agen yang menyenangkan di hadapan konsumen. Itulah kenapa agen harus memiliki rasa empati, mau mendengar dan juga memiliki daftar properti yang bisa dia tawarkan sebagai solusi. Gunakan soft selling dan bukan hard selling.

Product knowledge

Marketing tools yang menarik bisa dengan menggunakan tablet yang berisi foto dan video tentang properti yang Anda tawarkan. Bisa juga membawa brosur properti Anda. Juga membawa perlengkapan yang memudahkan Anda menjelaskan cara pembayaran kepada konsumen. Semakin menarik cara Anda menjelaskan keuntungan (benefit) bagi konsumen membeli properti Anda, maka akan semakin kuat keinginan konsumen membelinya. Namun, jika agen tidak memahami product knowledge mengenai properti yang dijual, maka bisa dipastikan konsumennya akan ragu dan pergi meninggalkan Anda.

Hubungi kembali calon konsumen

Jangan pernah putuskan komunikasi dengan calon pembeli selama belum ada keputusan yang dibuat olehnya. Teruslah berkomunikasi, baik lewat telpon maupun melalui pesan. Tak ada salahnya juga bila sesekali menanyakan kabar dan kesibukannya tanpa perlu membahas soal properti yang Anda tawarkan. Dengan begitu terbangunlah kedekatan yang dirasakan oleh calon konsumen.

Tanyakan cara pembayaran

Tidak perlu malu untuk bertanya cara pembayaran apa yang ingin dilakukan oleh calon pembeli Anda. Tapi ini berlaku bila calon pembeli Anda sudah sangat berpotensi akan membeli properti Anda. Di sinilah Anda dapat berperan sebagai pemberi solusi. Siapkan juga berbagai data dan syarat yang diperlukan untuk masing-masing cara pembayaran. Karena bisa jadi calon pembeli Anda masih menimbang-nimbang cara pembayaran seperti apa yang baik dengan keadaan keuangannya. Apakah KPR, cash langsung atau cash bertahap.

Dampingi konsumen

Dampingi dengan baik calon pembeli Anda saat melakukan survei lokasi. Berikan penjelasan yang mendetail dan tunjukkan pengetahuan Anda tentang properti tersebut kepadanya. Bila perlu tunjukan juga berbagai berkas seperti IMB dan SHM yang sudah lengkap. Dengan begitu Anda dapat lebih meyakinkan calon pembeli Anda untuk langsung membeli properti Anda karena takut keduluan oleh konsumen yang lain.

Tawarkan masa promo menarik

Saat sudah memasuki proses negosiasi, Anda dapat menawarkan promo menarik kepada calon pembeli Anda untuk lebih meyakinkannya. Misalnya dengan memberitahu bahwa untuk yang membeli secara cash dalam periode bulan ini akan mendapatkan smartphone atau motor. Atau harga mendapatkan diskon jika dibeli sebelum launching. Dengan begitu Anda tidak perlu bernegosiasi soal harga dan memberikan penekanan kepada calon pembeli Anda agar segera melakukan closing. Tentunya hal ini sudah diperhitungkan secara matang!

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jangan salah kaprah! Ini tafsir `bisnis tanpa modal`
Jumat, 06 Maret 2020 - 09:58 WIB
Pengertian tanpa modal itu maksudnya bisnis awal dijalani dengan biaya yang sangat minim. Demikian m...
Menjalankan bisnis teman, tapi masih ragu? Jangan, ini tips mengatasinya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 10:25 WIB
Berbisnis itu adalah soal kepercayaan baik pada diri Anda maupun pada bisnis tersebut. Jadi Anda mem...
Mau sukses jalankan bisnis franchise? Baca dulu tips ini…
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:46 WIB
Bisnis franchise menjadi salah satu pilihan bagi banyak orang. Untuk bisa sukses di bisnis ini, baga...
Dibanding bisnis sendiri, berapa persen tingkat keberhasilan bisnis franchising?
Rabu, 12 Februari 2020 - 11:30 WIB
Apakah sebuah bisnis yang dipasarkan secara sistem franchise bisa meraih kesuksesan seperti membuka ...
4 tips menjadi franchisor sukses, apa saja?
Selasa, 11 Februari 2020 - 15:33 WIB
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan bila usaha Anda hendak di-franchise-kan sehingga tidak m...
Apa sih pertanda bisnis Anda maju? Ini jawabannya...
Jumat, 31 Januari 2020 - 09:55 WIB
Bisnis yang maju dan besar sebenarnya berasal dari kecepatan mengelola pasar yang memungkinkan baik ...
2020, bagaimana prospek bisnis pakaian?
Rabu, 22 Januari 2020 - 13:48 WIB
Bisnis pakaian memang tak pernah lesu. Para pelaku di industry ini selalu bertumbuh, terlebih di mus...
Jangan waralabakan bisnis, bila Anda belum penuhi syarat ini
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:26 WIB
Syarat bila ingin mewaralabakan usaha adalah bisnis Anda telah “sukses.” Artinya Anda telah paha...
Brand franchise yang Anda pilih baik atau buruk? Selidiki tiga hal ini…
Jumat, 10 Januari 2020 - 11:14 WIB
Konsultan franchise Royandi Junus menjelaskan soal ini. Pertama, pastikan bahwa Anda memang memiliki...
Menjual franchise ke pihak ketiga, bisakah? Ini penjelasannya
Senin, 06 Januari 2020 - 11:06 WIB
Umumnya, bila seorang franchisee ingin menjual bisnis yang sudah dimiliki kepada pihak ketiga, tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)