Kualitas udara di Riau kembali baik
Elshinta
Senin, 29 Juli 2019 - 06:55 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kualitas udara di Riau kembali baik
Sumber foto: https://bit.ly/2GyQ10K

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (28/7), menyampaikan, kualitas udara di wilayah Riau kembali membaik. 

Dalam siaran tertulisnya melalui laman resmi BNPB, Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menuturkan, pada Minggu sore, kualitas udara di Riau kembali membaik setelah dua hari sebelumnya dilaporkan sedikit kurang baik dan terdeteksi adanya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Pantauan kondisi udara di beberapa tempat oleh petugas lapangan juga menunjukkan sudah membaik, nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru pada Minggu pukul 18.00 WIB menunjukkan angka 47.29 (baik). Pantauan dari satelit juga menunjukkan tidak ada hotspot atau titik api di Riau.

"Satuan tugas (satgas) udara mengerahkan 17 helikopter untuk water bombing dan 2 pesawat untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Total personel yang akan diturunkan untuk operasi Siaga Darurat Karhutla di Riau adalah 1.512 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan masyarakat/relawan," ungkap Agus. 

Pada Minggu, dilakukan 2 sorti penerbangan TMC dengan menggunakan pesawat Casa 212-200 PK-PCT. Sorti 1 penerbangan dilakukan pada pukul 09.45 - 11.35 WIB dengan target penyemaian di daerah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Siak, pada level ketinggian 10.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 1.000 kg. 

Sorti 2 penerbangan dilakukan pada pukul 13.20 - 14.55 WIB dengan target penyemaian awan di daerah Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar, pada level ketinggian 10.000 feet dengan menghabiskan garam sebanyak 1.000 kg.

"Satgas udara terus melakukan upaya water bombing untuk memadamkan kebakaran di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Siak; Pangkalan Kuras, Pelalawan, Penarikan Langgam Pelalawan dan di Langgam Pelalawan. Adapun helikopter water bombing yang dikerahkan sebanyak 5 heli yaitu MI 171 PK-BST, BELL 214 N-217PJ, SIKORSKY N-5193Y, MI8 EY-226 dan KAMOV PK-IKR dengan total jumlah bombing sebanyak 524 kali atau setara dengan 1.993 ton air," papar Agus. 

Agus menyebut, satgas darat yang dikerahkan sekitar 1.500-an personel, terdiri dari 1.000 personel TNI, 200 personel Polri, dan 300-an personel gabungan dari BPBD, Manggala Aggni ,dan Kelompok Masyarakat untuk upaya sosialisasi pencegahan dan pemadaman karhutla.

Sementara itu, dalam upaya penegakan hukum, BNPB meminta aparat di lapangan untuk mencari tahu penyebab kebakaran dan pelaku pembakaran.

"Hasil pemantauan hotspot tanggal 28 Juli 2019 pukul 16.00 WIB dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN untuk wilayah Riau tidak terdeteksi hotspot (0 titik), padahal pantauan pagi hari 28 Juli 2019 pukul 07.00 WIB untuk wilayah Riau terdapat 89 titik dengan 72 titik kategori sedang dan 17 titik kategori tinggi," imbuh Agus. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dua pekan, kabut asap diharapkan sudah bisa diatasi
Jumat, 20 September 2019 - 07:57 WIB
Elshinta.com - Gangguan kabut asap pada dunia penerbangan Tanah Air diharapkan sudah bisa diatasi ...
Status tanggap darurat bencana karhutla ditetapkan di Kalteng
Jumat, 20 September 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat benca...
Kabut asap serang Aceh, mulai ganggu penerbangan
Jumat, 20 September 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kabut asap sudah m...
`Mencekam`, kebakaran lahan nyaris hanguskan sekolah dan rumah warga
Jumat, 20 September 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Kebakaran lahan terjadi di Perumahan Betang Raya Jalan Jenderal Sudirman Km 6,5 Sam...
Atap SD ambruk, Bupati Purwakarta instruksi turunkan tim audit
Kamis, 19 September 2019 - 17:31 WIB
Elshinta.com - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Anne Ratna Mustika menginstruksikan Inspektorat Daer...
Kebakaran menuju puncak Gunung Semeru berhasil dipadamkan
Kamis, 19 September 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengungkapkan kebakar...
Seorang bujangan di Malang ditemukan tewas membusuk
Kamis, 19 September 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Seorang pria yang hidup seorang diri, Donny Effendi (41), warga Jalan Salahutu Tida...
Penanganan karhutla Riau, Pertamina dukung BNPB
Kamis, 19 September 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menanggulangi ke...
Korban meninggal akibat miras oplosan di Malang bertambah satu
Rabu, 18 September 2019 - 16:47 WIB
Elshinta.com - Firnanda Triprasetyo (16), warga Jalan Simpang Candi, Mojolangu, Kota Malang, Jawa ...
Kebakaran di Asmat Papua, ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal
Selasa, 17 September 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, sebanyak 255 kepala keluarga atau 897 jiwa keh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once