Wanita pengadopsi 118 anak dihukum 20 tahun penjara, kenapa?
Elshinta
Sabtu, 27 Juli 2019 - 01:13 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Wanita pengadopsi 118 anak dihukum 20 tahun penjara, kenapa?
Wanita pengadopsi 118 anak dihukum 20 tahun penjara. Foto: www.bbc.com/elshinta.

Elshinta.com - Seorang wanita China berusia 54 tahun yang pernah dipuji sebagai filantropis karena mengadopsi 118 anak telah dihukum 20 tahun penjara.

Li Yanxia dinyatakan bersalah di Pengadilan Wu'an di provinsi Hebei pada hari Rabu (24/7) karena melakukan pemerasan, penipuan, pemalsuan dan mengganggu ketertiban sosial.

Mantan pemilik panti asuhan, yang pernah dijuluki "Love Mother" itu juga didenda 2,67 juta yuan atau 388.000 dolar AS.

Lima belas kaki tangan, termasuk pacarnya, juga dihukum.

Pengadilan memutuskan, Li Yanxia - juga dikenal sebagai Li Lijuan - telah melakukan penyalahgunaan dari panti asuhan.  

"(Dia) melakukan penipuan bersama dengan kelompoknya untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang luas," kata sebuah pos yang dirilis oleh Pengadilan Rakyat Kota Wu'an di situs blog mikro Weibo.

Sementara, kekasihnya, Xu Qi, seperti dilansir dari BBC, dituduh mengganggu ketertiban sosial, pemerasan dan  penipuan. Dia menerima hukuman 12,5 tahun penjara dan denda 1,2 juta yuan.

Sedangkan 14 kaki tangan lainnya mendapat hukuman penjara hingga empat tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Paus Fransiskus imbau umat berhenti mencerca di media sosial
Kamis, 27 Februari 2020 - 11:55 WIB
Selama masa Prapaskah, umat Katolik diminta untuk berpantang terhadap sesuatu, misalnya makanan-maka...
WHO optimistis COVID-19 dapat dikendalikan
Kamis, 27 Februari 2020 - 10:33 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebr...
Antisipasi corona, Arab Saudi tangguhkan pelayanan umrah
Kamis, 27 Februari 2020 - 10:19 WIB
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar ke...
Brazil laporkan kasus virus corona pertama di Amerika Latin
Kamis, 27 Februari 2020 - 09:37 WIB
Sebuah tes yang dilakukan pemerintah Brazil mengonfirmasi kasus pertama virus corona di Amerika Lati...
Global, pertambahan kasus COVID-19 sudah lampaui Tiongkok
Kamis, 27 Februari 2020 - 09:24 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat untuk pertama kalinya, pertambahan kasus positif COVID-19 ...
Taiwan atur pembelian masker di tengah wabah COVID-19
Rabu, 26 Februari 2020 - 12:57 WIB
Pemerintah Taiwan mengatur pembelian masker per orang agar seluruh masyarakat dapat membeli dan meme...
Aljazair umumkan kasus pertama corona
Rabu, 26 Februari 2020 - 09:37 WIB
Aljazair mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi virus corona, yakni seorang pria Italia yang tiba d...
COVID-19 merebak di Korsel, KBRI tingkatkan upaya perlindungan WNI
Rabu, 26 Februari 2020 - 07:05 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul meningkatkan upaya perlindungan warga negara Indon...
Menteri Jepang: Terlalu dini bicarakan pembatalan Olimpiade
Selasa, 25 Februari 2020 - 18:16 WIB
Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan, Selasa (25/2), terlalu dini untuk membicarakan p...
Virus corona tewaskan 12 orang, tulari 61 di Iran
Selasa, 25 Februari 2020 - 14:57 WIB
Sebanyak 12 orang meninggal dan 61 lainnya tertular virus corona di Iran, kata kementerian kesehatan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)