Kebiasaan makan siang seperti ini yang membuat berat badan cepat naik
Elshinta
Jumat, 26 Juli 2019 - 11:24 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Kebiasaan makan siang seperti ini yang membuat berat badan cepat naik
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/32TdDqk

Elshinta.com - Makan siang sangatlah penting bagi kesehatan tubuh. Dengan mengonsumsi makan siang, tubuh akan kembali mendapatkan energi guna menjalani beragam aktivitas.

Namun beberapa orang masih banyak yang memilih untuk makan siang dengan cara yang kurang sehat. Pola makan sehat termasuk saat makan siang bertujuan agar tidak mudah mengalami masalah kesehatan.
 
Selain kurang sehat, kebiasaan makan siang yang salah juga bisa membuat berat badan bertambah. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah kebiasaan makan siang yang kurang tepat dan berpotensi menjadikan berat badan menjadi naik:
 
Tidak membawa bekal
Dengan beragam alasan, banyak orang yang tidak membawa bekal dan memilih untuk makan siang di luar kantor. Meski memiliki rasa yang lebih enak dan menu makanan yang lebih banyak, pakar kesehatan menyebutkan bahwa makan di luar rumah tidak sesehat jika membawa bekal sendiri dari rumah.
 
Alasannya makanan yang disediakan tempat makan lainnya belum tentu dijamin kebersihannya. Selain itu, dalam sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa meja restoran juga kaya akan bakteri dan kuman karena sering terkena tangan dari banyak orang.
 
Kotoran sisa makanan dan debu juga bisa memicu masalah kesehatan.
 
Minum soda
Saat makan di luar rumah, cenderung mengonsumsi minuman yang manis-manis dan lebih mementingkan rasa daripada memilih makanan yang sehat. Padahal, jika sering mengonsumsi minuman manis bisa memicu kenaikan berat badan atau diabetes.
 
Memilih minum soda juga akan menambah timbunan lemak pada tubuh karena kandungan gula dalam soda termasuk tinggi. Selain itu, soda membuat kerusakan gigi dan membuat kadar gula darah meningkat.
 
Main gawai
Gawai sudah menjadi bagian dari keseharian. Kapan pun seseorang tidak bisa lepas dari ponsel. Kebiasaan ini pun dilakukan bahkan pada saat makan. Padahal, terdapat banyak bakteri dan kuman pada gawai. Lebih baik hindari memegang ponsel dan fokus pada makanan.
 
Selain itu, studi menunjukkan orang yang makan sambil bermain ponsel akan makan lebih banyak dibandingkan orang yang tidak memegang ponsel saat makan.
 
Makan di tempat
Menurut studi, meja kerja mengandung kuman tiga kali lebih banyak daripada tempat duduk toilet. Hal ini memudahkan mikroba untuk memasuki tubuh melalui makanan yang dikonsumsi.
 
Hindari makan siang di meja makan dan mencari tempat lain yang bisa membuat Anda beristirahat sejenak dari pekerjaan.
 
Duduk terlalu lama
Terlalu lama duduk setelah makan akan mengubah energi menjadi lemak dan menyimpannya. Lebih baik melakukan jalan cepat setelah makan karena akan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik. Berjalan juga akan membantu membakar kalori.
 
Makan telat
Tidak makan tepat waktu akan memperlambat metabolisme tubuh sehingga makanan tidak dicerna atau disimpan sebagai lemak. Menunda makan siang akan membuat lesu dan lebih rentan terkena penyakit.
 
Selain itu, ketika makan siang mendekati sore hari, ada kemungkinan Anda akan makan lebih banyak dari biasany
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kewaspadaan Virus copid-19 ditingkatkan, WNI di Diamond Princess akan diobservasi 28 hari
Jumat, 21 Februari 2020 - 21:10 WIB
World Health Organization (WHO) mengungkapkan kewaspadaan ditingkatkan, mengingat gejala virus copid...
Kapal pesiar Dream World ditolak seluruh negara, Indonesia bakal boyong 270 WNI
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:16 WIB
Nasib kapal pesiar Dream World kini terkarung-kantung di perairan internasional. Terkait kekhawatira...
Rehabilitasi BNN Lumajang buka malam beri kenyamanan keluarga pasien
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:07 WIB
Kepala BNN Lumajang Jawa Timur Indra Brahmana mengatakan lembaganya membuka layanan rehabilitasi mal...
Gangguan tidur yang tidak boleh diabaikan
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:06 WIB
Gangguan tidur adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur, sayang...
Sering merasa ingin buang air sampai rumah? Ini kata dokter
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:49 WIB
Apakah Anda termasuk orang yang sering ingin buang air kecil begitu tiba di rumah? Jika ya, ahli kes...
Sistem kesehatan Indonesia dinilai bekerja baik hadapi COVID-19
Rabu, 19 Februari 2020 - 18:59 WIB
Sistem kesehatan nasional Indonesia sejauh ini sudah bekerja dengan baik menghadapi wabah seperti CO...
Rajin latihan fisik masih bisa kena serangan jantung? Ini penjelasannya
Rabu, 19 Februari 2020 - 16:46 WIB
Meninggalnya selebritas Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2) karena serangan jantung memunculkan tanya...
Kota-kota di Tiongkok cari sumbangan darah akibat corona
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:35 WIB
Beberapa kota Tiongkok mengumumkan kekurangan persediaan darah untuk keperluan klinik segera terjadi...
Kejari Langkat dan Diskominfo sosialisasi bahaya narkoba di sekolah
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:27 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat  bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Langkat ma...
Tiongkok laporkan 1.749 kasus baru infeksi corona hingga 18 Februari 
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:07 WIB
Tiongkok daratan melaporkan 1.749 kasus baru infeksi corona pada Selasa (18/2), kata Komisi Kesehata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)