Epidemi HIV-AIDS di Depok bak bara dalam gunungan sekam
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 16:26 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Epidemi HIV-AIDS di Depok bak bara dalam gunungan sekam
Sumber foto: Hendrik I Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Depok, Jawa Barat, sudah masuk tingkat waspada namun masih belum mendapat penanganan serius oleh warga dan pemerintah kota, sehingga mengepidemi bak bara dalam gunungan sekam. 

Demikian dikatakan Pengamat HIV-AIDS dari Indonesia AIDS Coalition (IAC), Syaiful Harahap kepada Kontributor Elshinta, Hendrik I Raseukiy, Senin (22/7). 

Menurutnya, sebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh ini harus ditangani secara terbuka dan ditangani secara bersama-sama dengan semua pihak LSM, pemerintah, dan termasuk dengan orang dengan HIV-AIDS (Odha), serta orang-orang yang beresiko. “Ini sudah jadi masalah negara ini, apalagi dunia, termasuk Kota Depok. Tidak perlu lagi ditutup-tutupi apalagi dipungkiri. Tak usah mencari ujung pangkal saling menyalahkan,” ujarnya.

IAC proaktif melakukan pencegahan sebaran HIV-AIDS dan membina Odha. Gunanya untuk memantau dan mendampingi Odha dari aktivitas yang berisiko. “Bila yang Odha, kami dampingi supaya bersedia diperiksa dan bersedia menjalani terapi mengkonsumsi rejimen antiretroviral (ARV) yang dapat secara dramatis memperlambat bertambah parahnya penyakit serta mencegah infeksi sekunder dan komplikasinya,” terangnya. 

Kota Depok sendiri, katanya, sudah terdapat sejumlah kasus Odha. Para Odha ini dari kalangan balita, anak-anak, lelaki dan perempuan dewasa yang berumah tangga. Apalagi di kalangan pekerja seks pria, wanita, dan waria. Ironisnya, dari penelusuran Dinas Kesehatan Kota Depok belum punya data yang pasti soal Odha ini. Penanganannya masih parsial dan tertutup. Dalam  pelatihan pemberitaan media yang positif terkait berita yang menyangkut Odha pada media massa yang diselenggarakan AIC di Hotel Bumi Wiyata 18-20 Juli, pejabat di Depkes Kota Depok tidak dapat menyebutkan jumlah Odha yang dimiliki.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selamat Hari Gizi Nasional Indonesia!
Jumat, 28 Februari 2020 - 06:17 WIB
Hari Gizi Nasional Indonesia jatuh setiap tanggal 28 Februari. Hari yang merupakan agenda penting ba...
Usai makan langsung BAB, normalkah?
Jumat, 28 Februari 2020 - 05:23 WIB
Ada sebagian orang yang langsung buang air besar (BAB) usai kekenyangan pada semua jam makan utama, ...
Studi: Pola makan buruk turunkan jumlah sperma
Jumat, 28 Februari 2020 - 04:15 WIB
Sebuah studi dalam jurnal JAMA Network Open menyebutkan, pola makan yang buruk bisa menurunkan kuali...
Pekerja asal Indonesia positif corona di Taiwan
Kamis, 27 Februari 2020 - 20:38 WIB
Seorang pekerja migran asal Indonesia di Taiwan dinyatakan positif terpapar virus corona jenis baru ...
Cuaca pengaruhi persiapan observasi di Pulau Sebaru  
Kamis, 27 Februari 2020 - 20:23 WIB
Cuaca yang tidak mendukung dengan ombak berkisar 0,5 - 1 meter membuat persiapan di lokasi observasi...
Biar harimu menyenangkan, yuk awali dengan 5 hal ini di pagi hari!
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:15 WIB
Bangun dari tempat tidur saat di pagi hari memang terkadang sangat sulit untuk dilakukan. Bahkan bis...
Tingkatkan mutu layanan, BPJS Kesehatan Langkat jemput bola
Kamis, 27 Februari 2020 - 18:57 WIB
Salah satu dari komitmen BPJS Kesehatan dalam peningkatan mutu layanan adalah dengan adanya Program ...
 Perut buncit tapi bokong tepos? Ini penjelasan Ade Rai
Rabu, 26 Februari 2020 - 17:25 WIB
Pernahkah Anda melihat orang yang memiliki perut buncit tetapi bokongnya tepos atau hanya memiliki s...
Lebih dari 3.000 staf medis di Tiongkok terinfeksi corona 
Senin, 24 Februari 2020 - 21:42 WIB
Lebih dari 3.000 staf medis di Tiongkok terinfeksi virus corona, yang muncul di negara tersebut seja...
DPRD dukung observasi WNI Diamond Princess dan World Dream di Sebaru 
Senin, 24 Februari 2020 - 20:57 WIB
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mendukung rencana Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV