KPU salurkan santunan bagi ahli waris petugas KPPS Yogyakarta
Elshinta
Minggu, 21 Juli 2019 - 17:56 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
KPU salurkan santunan bagi ahli waris petugas KPPS Yogyakarta
Ketua KPU beri santunan kepada ahli waris petugas KPPS di Yogyakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2M2r41m

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyalurkan santunan kepada anggota keluarga, atau ahli waris anggota Komite Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang meninggal selama proses Pilpres dan Pileg 2019. 

Menurut Ketua KPU RI Arief Budiman, baru 10 ahli waris KPPS di DIY yang diberikan santunan, karena yang lain masih menunggu proses verifikasi. "Beberapa waktu lalu sudah diberikan ke tiga orang ahli waris, sekarang sudah diberikan tujuh orang. Secara simbolis saya sampaikan. Ada lima lagi untuk DIY itu masih dalam tahap klarifikasi dan verifikasi," kata Arief, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/7).

Sebelum memberikan santunan, ahli waris harus memastikan penyelenggara pemilu meninggal dunia dalam masa yang ditentukan KPU. Berkas yang sudah ditentukan KPU harus dilengkapi ahli waris untuk disampaikan ke pemerintah. "Negara yang memproses pencairan. KPU sebenarnya hanya menyalurkan saja. Anggarannya kita mintakan ke negara," ungkapnya.

Besaran santunan bagi yang meninggal yakni Rp36 juta. Sedangkan nilai santunan bagi yang mengalami sakit atau cacat bervariasi. Besaran ditentukan KPU sesuai kebutuhan pengobatan.

Santunan diberikan sebagai bagian tanggung jawab dan empati negara kepada penyelenggara pemilu. "Nominal uang ini tak bisa menggantikan penyelenggara yang meninggal dunia.Ini untuk membantu ahli waris, kemudian mungkin ada anak-anaknya, sebagai bantuan finansial bagi mereka yang ditinggalkan," ujarnya, dilansir dari InfoPublik.

Ia menambahkan, dari catatan KPU, ada 560 anggota KPPS yang meninggal. "Yang sudah diverifikasi dan memenuhi syarat langsung kita berikan. Yang masih proses kita tunggu proses verifikasi selesai. 160an sudah diberikan santunannya," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPU Kota Depok tutup pendaftaran calon Pilkada perseorangan
Senin, 24 Februari 2020 - 15:57 WIB
Pelaksanaan Pilkada Depok pada 23 September 2020 dipastikan tidak diikuti pasangan calon perseoranga...
Golkar kukuhkan Farabi El Fouz jadi wakil wali kota Depok
Senin, 24 Februari 2020 - 15:27 WIB
DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Depok semakin kukuh mengusung Ketuanya Farabi El Fouz sebaga...
KPU Bantul gandeng Bawaslu telusuri rekam jejak calon PPS
Senin, 24 Februari 2020 - 09:58 WIB
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggandeng Badan Pengawas P...
KPU NTT: Sudah tiga paket perseorangan serahkan dukungan
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:42 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sudah ada tiga paket bakal ...
Bacabup Jember Hendy Siswanto berangkat dasar keprihatinan potensi
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:16 WIB
Perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember Jawa Timur priode 2020-2024 telah bermunculan Ba...
Pers berkontribusi besar dalam tingkatkan angka partisipasi Pemilu di Majalengka
Rabu, 19 Februari 2020 - 20:48 WIB
Jajaran komisioner KPU Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan kerja ke kantor Persatuan Wartawan I...
Wawan Sobari: PDIP rekom Sanusi dan Didik berdasarkan hasil survey
Rabu, 19 Februari 2020 - 19:59 WIB