Menteri Susi serukan industri tarik plastik dari laut
Elshinta
Minggu, 21 Juli 2019 - 17:29 WIB |
Menteri Susi serukan industri tarik plastik dari laut
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber foto: https://bit.ly/30NU3dn

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta semua industri yang memproduksi plastik untuk menarik plastik mereka dari laut.

“Tarik kembali plastiknya. Mereka membuat institusi apa, supaya asosiasi ikut bertanggungjawab juga, sama-sama memerangi plastik jangan masyarakat saja,” ujar Menteri Susi usai `Pawai Sampah Plastik` di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Minggu (21/7).

Susi mengatakan Indonesia menjadi penyumbang plastik ke laut terbesar kedua di dunia, dan hal itu dinilai akan mengancam ekspor ikan Indonesia ke dunia. “Kalau tidak, laut di 2040 lebih banyak plastik daripada ikan. Padahal, Indonesia penyumbang ikan nomor 2 di Eropa, Indonesia juga penyumbang ikan nomor 4 di dunia,” lanjutnya, dilansir Antara.

Lebih lanjut, ia menyebutkan sebanyak 70 persen sampah plastik berpotensi masuk ke laut Indonesia, mengingat 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan. “Kita perlu ikan, kita perlu laut yang indah. Ikan untuk kita makan. Ikan untuk industri perikanan kita, sementara kita juga perlu makan supaya jadi pintar, jadi sehat,” ungkap Menteri KKP.

Untuk itu, ia bertekad akan akan terus mengkampanye peningkatan kepedulian terhadap sampah plastik. “Kita terus mengadakan kegiatan untuk menghargai laut, mencintai laut, dengan kampanye-kampanye tentang bahayanya sampah plastik. Di beberapa pasar ikan sudah tidak gunakan plastik sekali pakai,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tetapkan Direktur PT BHL sebagai tersangka
Kamis, 19 September 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan Direktur Operasional PT Bumi Hijau Lestari (BHL) berinisial AK seba...
Kepala BNPB: Butuh dukungan semua pihak atasi karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 19:04 WIB
Elshinta.com - Instansi pemerintah tidak dapat mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla...
Ibu Negara akan sulap bantaran Sungai Cipakancilan jadi taman
Kamis, 19 September 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Setelah menjadi lokasi pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana...
Ibu Negara canangkan Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Bogor
Kamis, 19 September 2019 - 13:37 WIB
Elshinta.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya, da...
Kemarau panjang, Pemkab Muba gelar Salat Istisqa
Rabu, 18 September 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Akibat musim kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan b...
Kurangi asap pekat akibat karhutla dengan hujan buatan
Rabu, 18 September 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - Menyikapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) yang terjadi di Kalimantan Teng...
Pemkot Palangka Raya tetapkan tanggap darurat karhutla
Rabu, 18 September 2019 - 10:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menetapkan untuk menaikan status keb...
Kenapa BPBD Riau tolak bantuan DKI Jakarta? Ini alasannya
Rabu, 18 September 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengaku...
Modifikasi cuaca opsi penanganan karhutla, bagaimana caranya?
Selasa, 17 September 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor yang mengha...
Tinjau lokasi karhutla, Presiden: Kalau sudah kejadian sulit memadamkannya
Selasa, 17 September 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Usai melaksanakan salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan, Presiden Joko Widodo (J...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)