Kiri Kanan
Menteri Susi pimpin pawai tolak plastik sekali pakai
Elshinta
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:38 WIB |
Menteri Susi pimpin pawai tolak plastik sekali pakai
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik sekali pakai di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/7). Sumber foto: https://bit.ly/2M49ytw

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik sekali pakai yang diikuti sekitar 1.000 orang peserta, di mulai dari Bundaran HI berjalan kaki menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional (Monas), Minggu (21/7) pagi.

Dalam aksi ini, Menteri Susi juga mengajak dua orang anak dan empat cucu-nya ikut aksi pawai tolak plastik sekali pakai. Sembari berjalan kaki dari Bundara HI menuju Monas, Menteri Susi mengajak masyarakat yang ada di CFD untuk menolak penggunaan plastik sekali pakai karena sudah mengancam lingkungan. "Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM," teriak menteri Susi melalui pengeras suara.

Selain Menteri Susi, hadir juga dalam aksi Kaka dan Ridho Slank, serta musisi Navicula dari Bali serta sejumlah tokoh lainnya. Pawai bebas plastik ini akan menjadi aksi terbesar di Indonesia untuk menolak plastik sekali pakai. Kegiatan diisi dengan pawai, orasi, 'flash mob', "monster plastik" dan pertunjukan musik.

Sedikitnya ada tiga poin penting yang menjadi desakan para peserta dalam kampanye ini, yakni, pertama, pemerintah melarang plastik sekali pakai yang berlaku secara nasional. Plastik sekali pakai tersebut adalah kantong plastik, sedotan plastik, styrofoam, sachet dan microbeads.

Kedua, pemerintah memperbaiki sistem tata kelola sampah berupa: penegakan sistem pemilihan sampah dari sumber hingga akhir serta mendukung produksi kemasan dalam negeri yang pro-lingkungan, pro-kearifan lokal dan bebas plastik. Ketiga, produsen dan pelaku usaha bertanggung jawab atas sampahnya dengan cara: mengambil kembali sampah kemasan yang dihasilkannya, berinovasi dalam merancang kemasan plastik agar lebih mudah digunakan ulang atau didaur ulang, serta berinovasi dalam sistem pengiriman produk agar tidak mengandalkan plastik sekali pakai.

Pawai tolak plastik sekali pakai ini merupakan rangkaian dari kegiatan kampanye yang dilakukan oleh koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas 49 elemen. Kampanye ini mengedukasi masyarakat terkait bahaya atau dampak buruk penggunaan kantong plastik sekali pakai melalui media "monster plastik". Monster plastik berupa ikan raksasa terbentuk dari hasil dari beach clean up yang dilakukan para relawan aksi di Kepulauan Seribu, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolda Bali ingatkan turis asing lebih waspada
Selasa, 10 Desember 2019 - 21:26 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi Petrus R Golose, mengingatkan turis asing a...
PLN NTT resmikan tiga PLTS untuk pulau-pulau kecil di Alor
Selasa, 10 Desember 2019 - 19:48 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur meresmikan  tiga pembangkit listri...
Aksi tolak PT RUM kembali digelar warga
Selasa, 10 Desember 2019 - 19:15 WIB
Ratusan warga desa disekitar pabrik serat rayon di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tenga...
Ritual cium bumi ratusan prajurit baru Mako Brimob
Selasa, 10 Desember 2019 - 18:39 WIB
Ratusan prajurit baru masuk tegap cepat dalam uniform ke dalam Mako Korps Brimob Polri di Kelapa Dua...
Bupati Bandung: Target 2020, angka pengangguran empat persen
Selasa, 10 Desember 2019 - 18:27 WIB
Sedikitnya 3.083 lowongan kerja (loker), disediakan 68 perusahaan dalam Job Fair Tahun 2019. Puluhan...
Kantor Bea Cukai Luwuk musnahkan rokok dan minuman keras ilegal
Selasa, 10 Desember 2019 - 17:46 WIB
Kantor Bea dan Cukai Luwuk, memusnahkan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, yakni rokok dan minuman kera...
Luhut pertanyakan penenggelaman kapal ikan asing yang sudah milik RI
Selasa, 10 Desember 2019 - 17:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mempertanyakan penengg...
BKPP Kudus mensinyalir ada pelamar CPNS curang mendaftar formasi disabilitas
Selasa, 10 Desember 2019 - 16:29 WIB
Sebanyak 31 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari formasi khusus penyandang disabilitas diu...
Jokowi: Kartu Pra Kerja bukan untuk gaji pengangguran
Selasa, 10 Desember 2019 - 16:16 WIB
Presiden RI, Joko Widodo menegaskan program Kartu Pra Kerja bukan untuk menggaji pengangguran, namun...
Sosialisasi BMKG: Kenali perbedaan cuaca dan iklim
Selasa, 10 Desember 2019 - 16:02 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Palembang melaksanakan sosial...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)