Kiri Kanan
Waduh..! harga cabai di Kediri melambung tinggi
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 18:57 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Waduh..! harga cabai di Kediri melambung tinggi
Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Semenjak beberapa waktu lalu, Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jawa Timur, semakin intensif menggelar operasi pasar murni sebagai salah satu upaya untuk menekan harga cabai di pasaran. Namun bukanya turun, harga cabai per hari ini, malah menunjukan grafik merangkak naik hingga tembus Rp70 ribu/kg. 

Karena harga cabai terus naik, pihak TPID kini melakukan perubahan penyesuaian harga. Jika sebelumnya, TPID menjual cabai sekilo Rp48 ribu, kini dinaikan menjadi Rp50 ribu/kg. Namun sesuai ketentuanya, konsumen tidak diizinkan membeli dalam jumlah satu kilo, melainkan hanya maksimal satu ons saja. 

Wakil Kepala Bulog Sub drive Kediri, Deny Kurniawan mengatakan, pihaknya sengaja membatasi pembelian cabai dalam jumlah banyak. Hal ini dimaksudkan agar harga cabai murah yang dijual dalam operasi pasar murni tersebut, dapat dirasakan oleh khalayak banyak. 

"Harus satu ons maksimal, karena tujuan kita itu bukan untuk menghabiskan. Kalau menghabiskan itu gampang, kita bawah ke warung warung mudah. Tapi tujuan kita untuk membuat cabai ini banyak diminati oleh masyarakat, jadi memang satu ons saja," terangnya Deni Kurniawan, Jumat (19/7). 

Operasi pasar Murni ini, kata Deny sudah mulai dilaksanakan semenjak dua minggu lalu. Ia menilai, alasan perpanjangan pelaksanaan operasi pasar ini dilakukan kemungkinan Pemerintah menilai penjualan komoditas sayuran jenis cabai disini telah berjalan efektif. 

Pemerintah kemudian, mengintruksikan TPID meminta Bulog memperpanjang.Meski demikian ia mengakui jika harga cabai dipasaran saat ini masih tinggi. Maka dari itu, jika operasi pasar murni dihentikan ia merasa kasihan kepada masyarakat karena harus membeli cabai dengan harga relatif mahal di pasar. 

"Pemerintah melalui TPID meminta Bulog untuk, memperpanjang kegiatan seperti ini. Masih tinggi harganya, karena kalau kita hentikan masyarakat kasihan pak. Akan beli dengan harga sangat mahal," ucapnya. 

Meski daya beli masyarakat  tinggi, namun jatah pendistribusian cabai melalui Bank Indonesia Kediri per titik masih tetap sama seperti sebelumnya yakni 10 kilogram. "Iya Bank Indonesia menjatah satu hari 10 kilogram, nanti kalau terlalu banyak kasihan pedagang juga pak. Nanti belinya disini semua kasihan yang dipasar. Makanya kita jaga keseimbangan," tuturnya. 

Deny Kurniawan menjelaskan, jika kenaikan harga cabai dipasaran sekarang ini tidak lepas dari faktor cuaca. Karena musum kering, tanaman cabai menjadi rusak. 

Seperti diberitakan sebelumnya TPID Kota Kediri sejak beberapa waktu lalu telah melaksanakan Operasi Pasar Murni di tiga tempat. Masing-masing di Jalan Raya Lingkar Taman Sekartaji, Jalan PK Bangsa depan makam pahlawan serta di depan area Lapangan Gajah Mada Kecamatan Pesantren. 

Dalam operasi pasar waktu itu, TPID masih menjual harga cabai Rp48 ribu/kg. Sementara harga cabai dipasaran sudah tinggi Rp60 ribu/kg. Namun selang beberapa hari kemudian, komoditas cabai kembali naik menjadi Rp70 ribu/kg dipedagang saat ini. Selain cabai, TPID Kota Kediri juga menjual komoditas kebutuhan pokok lainnya seperti beras, telur dan bawang merah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Proyek LRT dinilai kurang kajian teknis dan ekonomis
Senin, 09 Desember 2019 - 14:15 WIB
Pembangunan proyek light rapid transit (LRT) dinilai tidak berdasarkan kajian teknis dan ekonomis se...
Sandiaga harapkan Rabithah Alawiyah ciptakan lapangan kerja
Senin, 09 Desember 2019 - 13:06 WIB
Pengusaha Sandiaga Uno menghadiri Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Rabithah Alawiyah (RA) sekaligus pe...
Mentan dorong pengusaha kembangkan produk berorientasi ekspor
Senin, 09 Desember 2019 - 12:28 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong para pengusaha khususnya di lini bisnis pertanian da...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina diskon harga avtur 20 persen
Senin, 09 Desember 2019 - 12:05 WIB
PT Pertamina (Persero) memberikan promosi harga avtur berupa diskon sebesar 20 persen sebagai upaya ...
Analis: Rupiah kemungkinan masih akan menguat
Senin, 09 Desember 2019 - 11:19 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Senin (9/12), diprediksi masih ...
IHSG berpeluang menguat manfaatkan momentum siklus tahunan
Senin, 09 Desember 2019 - 10:57 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat deng...
BI perkirakan defisit transaksi berjalan 2019 menurun 2,7 persen PDB
Senin, 09 Desember 2019 - 10:33 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan 2019 akan menurun menjadi 2,7 persen da...
Galeri Jogja di Bandara YIA, ruang memasarkan produk UMKM DIY
Minggu, 08 Desember 2019 - 18:50 WIB
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jumlahnya sangat besar men...
Menteri Perdagangan ajak masyarakat belanja produk dalam negeri
Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:40 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan pegawai Kementerian Pe...
The NextDev Summit 2019 digelar, dorong ekosistem digital di Indonesia
Sabtu, 07 Desember 2019 - 16:28 WIB
Konferensi teknologi The NextDev Summit 2019 digelar oleh Telkomsel sebagai platform untuk menghubun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)