Bakteri genus baru ditemukan di Sukabumi
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:19 WIB |
Bakteri genus baru ditemukan di Sukabumi
Geiser (mata air panas) Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2JGtEIP

Elshinta.com - Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang tergabung dalam Tim Peneliti Center of Excellence for Indigenous Biological Resources-Genome Studies (CoE IBR-GS) berhasil menemukan bakteri genus baru yang diberi nama Gandjariella thermophila gen. nov., sp. nov. di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Bakteri tersebut ditemukan di sekitar geiser (mata air panas) Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Tren pencarian bakteri pada habitat yang unik membuka peluang untuk pemanfaatannya dalam industri farmasi, pangan, pertanian, dan bioteknologi," kata dosen dari Departemen Biologi FMIPA UI Wellyzar Sjamsuridzal dalam keterangan yang diterima Antara di Depok, Kamis (18/7).

Ia menjelaskan bakteri itu sangat unik dan menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena banyak mengandung biosynthetic gene clusters (BGCs) yang belum diketahui sehingga dapat menjadi sumber ditemukannya senyawa-senyawa baru. 

Wellyzar beserta koleganya di Departemen Biologi FMIPA UI, Fitrianingsih, dan Ariyanti Oetari yang bekerja sama dengan tim peneliti dari Tohoku University Jepang berhasil mengungkap genom bakteri Gandjariella thermophila yang diketahui memiliki aktivitas antimikroba pada suhu 50 derajat Celcius.

Pemberian nama Gandjariella merupakan penghormatan kepada Prof Dr Indrawati Gandjar selaku Guru Besar Emeritus dari Departemen Biologi FMIPA UI yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu mikrobiologi di Indonesia. 

"Penemuan Gandjariella thermophila juga telah berhasil kami publikasikan ke International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (IJSEM) Vol.69 tahun 2019 (in press) yang diterbitkan oleh Society for General Microbiology, Inggris. Jurnal tersebut termasuk salah satu jurnal ilmiah internasional yang selalu dijadikan rujukan di dalam kajian mikrobiologi dunia," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPCB bersiap angkat temuan arca Ganesha di Dieng
Selasa, 31 Desember 2019 - 11:26 WIB
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah bersiap mengangkat arca Ganesha yang ditemukan di ...
Gerhana matahari cincin terlihat sempurna di Simeulue
Kamis, 26 Desember 2019 - 13:23 WIB
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan pemantauan gerhana matahari cincin di Kabup...
BPPT ciptakan penyimpanan merkuri cegah penguapan
Kamis, 19 Desember 2019 - 09:29 WIB
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini sudah menciptakan atau menghasilkan alat pe...
Malam ini nikmati keindahan puncak hujan meteor Geminid
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:26 WIB
Hujan meteor Geminid akan menghiasi langit malam hari ini meski bulan purnama dan potensi cuaca mend...
BATAN: Dukungan pemerintah dapat tingkatkan kontribusi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 19:29 WIB
Pakar Teknik Analisis Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Diah Dwiana mengungkapkan dukunga...
Bantu turunkan stunting, BATAN akan manfaatkan teknologi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 16:22 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut berkontribusi dalam usaha pemerintah mengurangi angka stun...
BATAN jadi pusat kolaborasi teknologi nuklir dunia satu-satunya
Selasa, 03 Desember 2019 - 08:06 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk ...
ITN Malang miliki profesor di bidang Ilmu Arsitektur
Jumat, 22 November 2019 - 16:05 WIB
Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang memiliki seorang profesor di bidang Ilmu Arsitektur, khususny...
LIPI nyatakan Indonesia berperan tentukan iklim dunia
Senin, 18 November 2019 - 14:57 WIB
Pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan keberadaan Indonesia di persimpangan...
Kajian BPPT: Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima
Sabtu, 16 November 2019 - 06:30 WIB
Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV