Butuh peran dunia hapus kekerasan terhadap anak
Elshinta
Rabu, 17 Juli 2019 - 22:29 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Butuh peran dunia hapus kekerasan terhadap anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan global dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak. Kekerasan dalam bentuk apa pun tetap menjadi tantangan terbesar bagi anak-anak secara global. Hal serupa juga terjadi pada anak-anak Indonesia yang tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan emosional: diabaikan, diintimidasi, dan didiskriminasi.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) poin 16.2, yakni mengakhiri pelecehan, eksploitasi, perdagangan dan semua bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak-anak.  Studi analisis kami menunjukkan bahwa faktor kunci kekerasan terhadap anak adalah kemiskinan, rendahnya kesadaran akan penegakan hukum, pergeseran paradigma pengasuhan anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, kami berencana untuk meninjau ulang kebijakan dan peraturan yg telah dikeluarkan, serta memasukkan unsur kekerasan psikis/emosional,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada The Global Partnership to End Violence Against Children dan The Side Event Of The High-Level Political Forum 2019 “Safe To Learn Leaders Event” pada rangkaian kegiatan di New York, Amerika Serikat yang diikuti oleh 47 negara, di antaranya Meksiko, Gana, Oman.

Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2018 (SNPHAR 2018) bahwa 2 dari 3 anak dan remaja perempuan dan laki-laki di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya dan mayoritas dilakukan oleh teman sebaya. 

Beberapa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yang dilakukan Kemen PPPA adalah: 

-Mendorong diwujudkannya Sekolah Ramah Anak (SRA) yang hingga kini telah terbentuk di 16.800 sekolah di 243 kabupaten / kota. 

-Kemen PPPA juga melakukan sosialisasi Disiplin Positif untuk diterapkan di sekolah - sekolah. Pendekatan Displin Positif adalah bentuk pendekatan yang memberikan alternatif pengganti hukuman fisik. Hal ini dapat memastikan bahwa hukuman yang diterima anak logis, yaitu penyelesaian masalah bukan dengan kekerasan.

-Kemen PPPA telah melakukan kampanye Stop Perkawinan Anak dan merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

-Melakukan sosialisasi literasi digital yang ditujukan untuk orang tua dan anak melalui program Internet Aman untuk Anak. Program ini melibatkan komunitas untuk mempromosikan penggunaan internet yang sehat dan mengintegrasikan pendekatan ini dalam kurikulum pendidikan nasional.

"Kami ingin mengusulkan Kemitraan Global untuk meningkatkan kolaborasi dengan menciptakan jaringan dan terlibat dengan ASEAN Commission on Promotion and Protection of the Rights and Women and Children (ACWC). ACWC telah memfasilitasi Deklarasi ASEAN untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, dengan bidang-bidang fokus, seperti perdagangan anak dan pornografi anak. Lebih jauh lagi, kemitraan global dapat mempromosikan strategi untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta. Sehingga, kami dapat memperluas kemitraan potensial dengan para donatur dan organisasi di sektor teknologi dan industri hiburan," tutup Menteri Yohana dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (17/7).

Menteri Yohana juga memberikan persetujuan atas usulan United Arab Emirates (UAE) agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan terkait upaya untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak di ke depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budaya menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik perlu ditingkatkan
Selasa, 03 Desember 2019 - 16:15 WIB
Ketua Umum Gerakan Bukti Cinta (Gerbukcin), Aris Wahyudi menyampaikan data mengejutkan, bahwa sebany...
Singkirkan 2.300 karya, tiga designer menangkan ajang design pattern hijab
Senin, 02 Desember 2019 - 12:02 WIB
Setelah berhasil menyisihkan sebanyak 2.300 karya design pattern hijab yang masuk ke pihak panitia, ...
Menlu: Tak ada perdamaian tanpa keterlibatan perempuan
Jumat, 29 November 2019 - 17:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa keterli...
Komnas Perempuan sambut baik wacana sertifikasi pranikah
Sabtu, 16 November 2019 - 14:14 WIB
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyambut baik wacana Pemerintah tentang aturan sertifikasi prani...
Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kanker payud...
BNPT: Perempuan benteng keluarga cegah radikalisme
Jumat, 11 Oktober 2019 - 09:23 WIB
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BN...
Sarlin Jones akan dikirim ke Miss Grand International 2019 di Venezuela
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 17:54 WIB
Miss Grand International merupakan salah satu ajang kontes kecantikan terbesar di dunia yang telah a...
Sarlin Jones dari NTT pemenang Miss Grand Indonesia 2019
Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:23 WIB
Sarlin Jones dari NTT berhasil terpilih sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2019, berhak mewakili ...
Donita dan Andi Soraya koleksi berlian untuk investasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 18:11 WIB
Berlian selain sebagai perhiasan bisa juga dikoleksi dan untuk investasi. Hal itu diungkapkan artis ...
Cara selamatkan ASI perah saat listrik mati
Senin, 05 Agustus 2019 - 15:17 WIB
Pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang yang masih terjadi berg...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)