Staf Ahli Kapolri sambut positif pembentukan posko pengaduan rekam jejak Capim KPK
Elshinta
Rabu, 17 Juli 2019 - 15:06 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Staf Ahli Kapolri sambut positif pembentukan posko pengaduan rekam jejak Capim KPK
Staf Ahli Kapolri Irjen Pol. Ike Edwin. Foto: Ist.

Elshinta.com - Staf Ahli Kapolri Irjen Pol. Ike Edwin menyambut positif dan mendukung langkah Koalisi Kawal Capim KPK yang akan membuka posko pengaduan masyarakat terhadap rekam jejak para kandidat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. 

Ike Edwin menilai, posko itu dapat berjalan berbarengan dengan posko yang dibuat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. 

Posko pengaduan masyarakat yang dibuka oleh Koalisi Kawal Capim KPK tersebut berada di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Pangeran Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat. 

Koalisi Kawal Capim KPK terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, LBH Jakarta, Yayasan LBHI, Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia, LBH Pers, Saya Perempuan Anti Korupsi Indonesia, Indonesia Legal Roundtable, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi.

Koalisi tersebut mengklaim posko yang mereka yang buat bersifat independen dan berharap dapat menjadi "rumah" bagi aduan masyarakat. “Karena adanya kekhawatiran bahwa posko yang dibuat oleh Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK hanya bersifat formalitas belaka," kata Kurnia Ramadhana, narahubung Koalisi Kawal Capim KPK, dalam siaran persnya, Selasa (16/7) kemarin. 

Menurut Irjen Pol Ike Edwin, posko pengaduan masyarakat yang dibuat koalisi berbagai LSM itu tidak perlu dipersoalkan. Posko itu, tandasnya, dapat berjalan berbarengan dengan posko yang dibuat Pansel Capim KPK. 

“Tentunya pengaduan yang disampaikan ke Pansel yang mempunyai legalitas sebagai panitia seleksi yang resmi dibentuk pemerintah,” kata Staf Ahli Sosial Politik Kapolri ini, di Jakarta, Rabu (17/7). 

Meski demikian, jenderal bintang dua yang lolos seleksi administrasi Capim KPK ini menilai, posko pengaduan yang diinisiasi koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu dapat menjadi alternatif lain untuk menampung pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK. 

“Kita harus berpandangan positif menanggapinya. Mungkin koalisi LSM itu ingin membantu Pansel dalam men-tracking rekam jejak para Capim KPK,” kata mantan Kapolwil Surabaya yang sukses mengungkap kasus restitusi pajak bernilai ratusan miliar rupiah itu.  

Sementara itu, Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih menilai koalisi LSM tersebut boleh saja membuat posko pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK sepanjang tidak melanggar aturan. “Syukur temuannya bisa membantu Pansel,” ucapnya. 

Dulu, kata Yenti, Pansel juga mendapat masukan dari ICW. Meski demikian, jelasnya, Pansel juga mempunyai metode sendiri untuk menyaring temuan rekam jejak para Capim KPK. 

"Tentu Pansel juga punya metode bagaimana untuk menyaring temuan rekam jejak tersebut, yang akan di-cross dengan hasil rekam jejak dari tracker yang lain,” kita kan harus hati hati sekali ya semua masukan harus terklarifikasi dengan baik, tidak apriori, bukan tanpa bukti, berbasis data," papar Yenti. 

Namun, Yenti juga menyayangkan latar belakang pembentukan posko itu harus mengatakan tidak percaya dengan Pansel. 

Sebelumnya, Pansel telah mengumumkan para pendaftar Capim KPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari 376 pendaftar, ada 192 orang yang lulus dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. 

Latar belakang pekerjaan para Capim KPK yang dinyatakan lolos beragam, mulai dari penegak hukum, aparatur sipil negara, advokat, akademisi hingga sektor swasta. Mereka turut mencoba peruntungan untuk menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023. Pada Kamis (18/7) besok, mereka akan mengikuti tes tahap selanjutnya berupa Uji Kompetensi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi proses hukum 34 pelaku kerusuhan di Timika
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian memproses hukum lebih lanjut 34 orang pelaku kerusuhan dan tindaka...
Menko Polhukam dan BNPB tegaskan akan tindak pelaku pembakar hutan dan lahan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:20 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto me...
Terima sejumlah laporan terhadap UAS, Polda Metro Jaya akan pelajari semuanya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya masih akan mempelajari semua laporan terhadap Ustaz Abdul Somad yan...
KPK geledah rumah pengusaha bauksit di Tanjungpinang
Rabu, 21 Agustus 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Hendy HDS, salah seorang p...
KPK akan kirim tim ke pabrikan pesawat terkait suap PT Garuda Indonesia
Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengatakan KPK akan...
KPK kecewa pada Jaksa Kejari Yogyakarta
Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengatakan, KPK k...
KPK periksa tiga anggota DPR terkait kasus korupsi KTP-el
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:40 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK meme...
KPK periksa mantan Gubernur Jatim Soekarwo
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:22 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, tim peny...
Oknum kepala desa di Cirebon korupsi dana desa hingga ratusan juta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Cirebon mengamankan Kepala Desa Sarajaya, AL karena diduga melaku...
Lasito minta mantan Ketua PN Semarang jadi tersangka
Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Terdakwa penerima suap Bupati Jepara, Lasito meminta penyidik Komisi Pemberantasan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)