Kasus `ikan asin` terus berjalan, penyidik kembali panggil Barbie Kumalasari
Elshinta
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:43 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kasus `ikan asin` terus berjalan, penyidik kembali panggil Barbie Kumalasari
Barbie Kumalasari dan suaminya Galih Ginanjar. Sumber foto: https://bit.ly/2NVwFJl

Elshinta.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan istri Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari, dalam kasus `ikan asin`, Rabu (17/7) hari ini. Barbie diperiksa penyidik sebagai saksi.

“Iya agendanya seperti itu pemeriksaan Kumalasari hari ini. Kita tunggu saja kehadirannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu pagi. 

Penyidik belum mengetahui apakah Barbie akan memenuhi panggilan polisi atau tidak. Rencananya, Barbie akan kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu. 

“Kita tunggu saja kehadirannya ya,” tegas Argo, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Agenda pemeriksaan itu rencananya berlangsung pukul 10.00 WIB. Penyidik menggelar pemeriksaan Barbie di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta.

Penyidik sebelumnya sudah pernah memeriksa Barbie Kumalasari pada Rabu (10/7) lalu, sebagai saksi dalam kasus vlog ‘ikan asin’ itu. 

Pada 15 Juli, penyidik kembali memanggil Barbie untuk diperiksa namum Barbie tidak hadir dengan alasan kesehatan.

Kasus vlog ‘ikan asin’ bermula saat Fairuz A Rafiq melaporkan pasangan Rey Utami-Benua sekaligus mantan suaminya, Galih Ginanjar, ke polisi. Kasus itu mencuat setelah Galih mengumpamakan Fairuz dengan ‘ikan asin’ dalam sebuah video YouTube yang di-upload. 

Polisi juga sudah menetapkan Galih, Rey, dan Benua sebagai tersangka dalam kasus itu. Ketiga tersangka itu juga ditahan oleh polisi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cendikiawan muslim tolak hukuman mati untuk koruptor
Kamis, 12 Desember 2019 - 20:58 WIB
Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menyatakan ketidaksetujuannya dengan hukuman mati bagi koruptor ka...
Johan Budi usul KPK dilibatkan cegah politik uang di Pilkada 
Kamis, 12 Desember 2019 - 20:42 WIB
Anggota DPR RI Johan Budi mengusulkan agar KPK dilibatkan dalam upaya mencegah terjadinya politik ua...
Jokowi serahkan dugaan pelecehan pramugari kepada kepolisian 
Kamis, 12 Desember 2019 - 20:24 WIB
Presiden Joko Widodo menanggapi dugaan pelecehan kepada pramugari dengan menyerahkannya kepada apara...
Paska OTT, KPK diminta tuntaskan pengusutan kasus dugaan suap Bandung Barat
Kamis, 12 Desember 2019 - 18:08 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk menuntaskan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terh...
 Satnarkoba Polres Sergai titip 58 tahanan ke LP Tebing Tinggi
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:37 WIB
Satnarkoba Serdang Bedagai titipkan tahanan ke LP Kelas II B Tebing Tinggi sebanyak 58 orang dalam r...
KPK panggil 7 saksi penyidikan kasus suap pengadaan pesawat Garuda
Kamis, 12 Desember 2019 - 11:34 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus suap pengadaan pesaw...
Tersebar viral di medsos, selebaran DPO kasus persekusi Banser di Jaksel hoaks
Kamis, 12 Desember 2019 - 09:31 WIB
Polda Metro Jaya menepis kabar terkait selebaran berisi daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus per...
Lutfi pembawa bendera jalani sidang perdana hari ini
Kamis, 12 Desember 2019 - 08:41 WIB
Sidang perdana seorang pemuda bernama Luthfi Alfiandi (21) sebagai pembawa Sang Merah Putih saat aks...
Kementerian PPPA sebut ada kekosongan hukum dalam pengaturan pengasuhan anak
Rabu, 11 Desember 2019 - 17:46 WIB
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lenny N R...
Presiden minta Menko Polhukam kawal pemberantasan korupsi besar belum terjamah
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:37 WIB
Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD ikut ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once