Kiri Kanan
Dampak perang dagang, Menkeu: Ada berita baik dan berita buruknya
Elshinta
Rabu, 17 Juli 2019 - 07:32 WIB |
Dampak perang dagang, Menkeu: Ada berita baik dan berita buruknya
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam seminar nasional yang diselenggarakan Indef di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Sumber foto: https://bit.ly/2YUGCYz

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melihat Indonesia memiliki risiko perdagangan lebih kecil saat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. 

"Ada berita baik dan berita buruknya. Berita baiknya, pada saat semua negara jatuh, Indonesia jadi kayak tidak terkena dampak," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/7).

Dikatakan buruk, lanjut dia, ketika peluang untuk masuk dalam rantai pasok terbuka, sektor perdagangan dan manufaktur Indonesia masih belum berdaya untuk itu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, negara-negara ASEAN terkena dampak berbeda-beda dari perang dagang. Semakin negara tersebut ada di dalam rantai pasokan global, negara itu bakal berpengaruh besar terhadap perang dagang.

"Semakin negara itu mendominasi sektor manufaktur dan perdagangannya, semakin negaranya akan terdampak sangat besar," ujar Sri Mulyani dalam seminar Indef di Hotel Grand Sahid Jaya, seperti dikutip Antara

Ia menilai semuanya menjadi kompensasi dari kebijakan setiap negara dalam mengurangi dampak negatif perdagangan global tersebut di dalam negeri masing-masing.

"Pasti selalu ada sisi negatifnya. Itu yang selalu dipikirkan pembuat kebijakan, sehingga kadang ada juga yang tidak berani membuat kebijakan," kata Sri Mulyani.

Tapi pembuat kebijakan membuat kebijakan dengan kesadaran bahwa setiap kebijakan pasti selalu ada sisi benar yang harus dipelajari konsekuensinya.

"Jika anda mau melakukan sesuatu, Anda harus tahu konsekuensi apa yang ada di balik itu," ujarnya. 

Pemerintah Indonesia telah memagari intensitas perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS lewat kerja sama bilateral.

"Salah satunya lewat rintisan Bank Indonesia bersama beberapa mitra dagang untuk menggunakan mata uang bilateral (bilateral currency)," kata Sri Mulyani. 

Selain itu, pemerintah juga melakukan apa yang disebut perdagangan bilateral atau perdagangan regional.

Lalu bagaimana supaya Indonesia bisa mengambil peluang menjadi rantai pasokan dunia yang ada di depan mata? Ia mengatakan kalau caranya adalah meningkatkan investasi dan ekspor.

"Presiden Jokowi berkali-kali bilang kalau ia ingin investasi dan ekspor dibenahi," ucap Sri Mulyani. Namun, Investasi di Indonesia memiliki karakteristik dimana sektor manufaktur tidak menjadi poin yang terbesar.

"Bahkan waktu Indonesia melakukan industrialisasi sekitar tahun 1980-1990, kemudian terjadi krisis ekonomi tahun 1997-1998, sejak itu manufaktur sektor itu mundur," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan, mungkin ketika dulu, di mana sistem rezim politik yang sentralistik dan otoriter, mampu mengontrol hampir semuanya sehingga investasi baru mau datang. Ketika Indonesia menganut asas demokrasi, keterbukaan, dan desentralisasi, kemampuan menciptakan lingkungan investasi malah menurun.

Menurut dia, investor tidak terlalu melihat bagaimana sistem politik suatu negara, seperti di Tiongkok. Dunia usaha, kata Sri Mulyani, juga tidak masalah mengeluarkan biaya lebih besar asal pasti ada hasilnya. Yang dipermasalahkan, menurutnya, jika biaya sudah keluar tapi tidak ada kepastian hasil.

"Jadi ini satu hal bagi Indonesia yang ingin mempertahankan asas demokrasi, keterbukaan, dan desentralisasi, namun investasi belum terdeliver dengan baik," ujar Sri Mulyani.

Itulah mengapa pidato presiden beberapa waktu lalu menyebut birokrasi harus melayani. Instruksi presiden itu yang harus diterjemahkan ke semua kementerian, lembaga, dan daerah. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah menguat dekati level Rp14.000 per dolar AS 
Senin, 09 Desember 2019 - 19:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin (9/12) sore menguat m...
Akhir perdagangan Senin sore, IHSG menguat tipis 0,11% ke 6.193 
Senin, 09 Desember 2019 - 18:16 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,92 poin atau 0,11% ke 6.193,79 di akhir perdaga...
Proyek LRT dinilai kurang kajian teknis dan ekonomis
Senin, 09 Desember 2019 - 14:15 WIB
Pembangunan proyek light rapid transit (LRT) dinilai tidak berdasarkan kajian teknis dan ekonomis se...
Sandiaga harapkan Rabithah Alawiyah ciptakan lapangan kerja
Senin, 09 Desember 2019 - 13:06 WIB
Pengusaha Sandiaga Uno menghadiri Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Rabithah Alawiyah (RA) sekaligus pe...
Mentan dorong pengusaha kembangkan produk berorientasi ekspor
Senin, 09 Desember 2019 - 12:28 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong para pengusaha khususnya di lini bisnis pertanian da...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina diskon harga avtur 20 persen
Senin, 09 Desember 2019 - 12:05 WIB
PT Pertamina (Persero) memberikan promosi harga avtur berupa diskon sebesar 20 persen sebagai upaya ...
Analis: Rupiah kemungkinan masih akan menguat
Senin, 09 Desember 2019 - 11:19 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Senin (9/12), diprediksi masih ...
IHSG berpeluang menguat manfaatkan momentum siklus tahunan
Senin, 09 Desember 2019 - 10:57 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat deng...
BI perkirakan defisit transaksi berjalan 2019 menurun 2,7 persen PDB
Senin, 09 Desember 2019 - 10:33 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan 2019 akan menurun menjadi 2,7 persen da...
Galeri Jogja di Bandara YIA, ruang memasarkan produk UMKM DIY
Minggu, 08 Desember 2019 - 18:50 WIB
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jumlahnya sangat besar men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)