2020, sejuta keluarga ditargetkan keluar dari kemiskinan
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:47 WIB |
2020, sejuta keluarga ditargetkan keluar dari kemiskinan
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber Foto: https://bit.ly/2LVbKDK

Elshinta.com - Pemerintah menargetkan 10 persen atau satu juta dari total Keluarga Penerima Manfaat peserta Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) yang berjumlah 10 juta sudah tergraduasi atau tidak lagi menerima bantuan sosial, sehingga mereka keluar dari kemiskinan pada 2020.

"Peningkatan kualitas SDM PKH sudah menjadi keniscayaan untuk bisa membimbing KPM PKH agar semakin banyak yang tergraduasi," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (16/7), seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, penetapan target itu seiring dengan tekad Presiden Joko Widodo untuk terus menekan angka kemiskinan di Indonesia. Pada 2019 ditargetkan sebanyak 800 ribu KPM tergraduasi dari PKH.

Untuk itu, berbagai upaya akan dilakukan kemensos guna memenuhi target tersebut seperti peningkatakan kapasitas dan mutu pendamping PKH.

Badan Pusat Stastistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada Maret 2019 turun menjadi 9,41 persen dari September 2018 yang tercatat 9,82 persen atau turun menjadi 25,14 juta orang dari 25,95 juta orang.

Mensos menambahkan salah satu upaya peningkatan kapasitas SDM PKH adalah dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menimba ilmu di luar negeri seperti yang telah dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

Selain mendorong peningkatan jumlah KPM PKH yang tergraduasi, Kemensos juga terus meningkatkan bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan bansos beras sejahtera.

Menurut Mensos BPNT dapat meringankan beban belanja pangan hingga 20-25 persen belanja pangan keluarga. Satu keluarga mendapat beras sekitar 10 liter untuk kebutuhan makan dalam satu pekan.

Dengan begitu, rata-rata per bulan pada kisaran Rp 7.000 per keluarga dan tahun 2020 mendatang ditingkatkan menjadi Rp10.000 per bulan. Dengan bantuan yang diterima, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat mengonsumsi beras dari BPNT lebih lama lagi, bisa menjadi 10 hari hingga dua pekan per keluarga.

"Kementerian Sosial sedang memperjuangkan agar indeks BPNT tahun depan akan ditingkatkan ke angka Rp10.000 sehingga bantuan beras dapat dinikmati hingga 10 hari atau selama dua minggu," kata Mensos.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menjelaskan untuk meningkatkan kapasitas SDM PKH Kemensos juga meningkatkan kualitas modul Family Development Session (FDS). "FDS sebagai instrumen strategis sehingga PKH harus diposisikan menjadi backbone Program Nasional, karena PKH semakin lama semakin berkembang," katanya.

Di samping melakukan kebijakan secara internal, Kemensos juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk memberikan pelatihan kepada KPM PKH agar bisa berwirausaha seperti pemberian pelatihan pengelasan dan pengolahan kerajinan bambu serta makanan.

"Mensos sudah melakukan MoU dengan Menperin agar KPM PKH mendapatkan pelatihan keterampilan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kembangkan UMKM di Banjarmasin, JNE gelar Copywriting
Kamis, 22 Agustus 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Tingginya pertumbuhan Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kota Banjarmasin mendapat perhatia...
IHSG Kamis ditutup melemah terbatas
Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:08 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/8) ditu...
Rupiah Kamis sore menguat jadi Rp14.235
Kamis, 22 Agustus 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (22/8)...
100 smart city ditargetkan hadir di 2045
Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:08 WIB
Elshinta.com - Munculnya wacana pemindahan ibukota negara membuat peran teknologi di dalam membangu...
Operasikan BBM satu harga Nias, Pertamina penuhi target
Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Ada yang berbeda pada peringatan HUT ke-47 RI di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Lol...
KPTR fasilitasi jual gula langsung ke pasar
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Gula milik petani yang tidak menguntungkan tuannya beberapa tahun terakhir kian mem...
Di tengah ekspansi, Jasa Marga optimis kinerja keuangan tetap terjaga
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Di tengah ekspansi pembangunan proyek jalan tol baru, Jasa Marga tetap dapat menjaga...
Pembangunan PLTA Sungai Kayan dimulai 2020
Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan, Kalimantan Utara akan...
Mendag: Ekspor naik dan impor turun
Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengungkapkan, kinerja perdaganga...
IHSG berbalik arah ke zona negatif
Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:13 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kami...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once