CCC RSCM-FKUI ajak orang tua kenali secara dini bibir dan lelangit sumbing
Elshinta
Minggu, 14 Juli 2019 - 10:32 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
CCC RSCM-FKUI ajak orang tua kenali secara dini bibir dan lelangit sumbing
CCC RSCM-FKUI ajak orang tua kenali secara dini bibir dan lelangit sumbing. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang hingga akhir 2018 mencapai 1,39% menandakan setiap tahunnya terdapat 4.2-4.8 juta bayi baru lahir. Menurut World Health Organization, 1 dari 500-700 dari bayi baru lahir tersebut terlahir dengan adanya bibir dan lelangit sumbing.

Diperkirakan di Indonesia terdapat 5800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing. Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke 4 hingga 6 masa kehamilan. Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi. 

Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang kadang terabaikan. Inilah yang mendasari didirikannya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan bulan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing.

Secara lebih dekat, Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing. Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi- dan interdisiplin, serta berkesinambungan.

Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF) menjelaskan, “Kami sangat antusias untuk dapat menggelar kembali Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing pada tahun 2019 ini. Sebagai klinik terpadu yang menangani para pasien bibir dan lelangit sumbing di Indonesia, kami tentunya ingin turut ambil bagian dan berkontribusi nyata dalam peringatan Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing,” jelasnya.

dr. Luh K. Wahyuni, SpKFR (K) menambahkan, “Kami mengajak para orang tua dan masyarakat untuk dapat mengenali secara dini agar penderita bibir dan lelangit sumbing bisa mendapat akses ke pelayanan kesehatan yang efektif sejak dini untuk mendapatkan hasil yang baik, tidak hanya secara estetik namun juga secara fungsional, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif”. 

“Kami berpesan kepada setiap wanita usia reproduktif dan ibu hamil khususnya, agar dapat menurunkan risiko bayi yang dikandung menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing, kiranya dapat lebih memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, seperti mengkonsumsi makanan kaya asam folat, menerapkan pola hidup sehat di masa kehamilan, menghindari konsumsi obat-obatan dan alkohol serta menghindari kebiasaan merokok,” ujar Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP, MARS, pelayanan terpadu di Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI tentunya menjadi solusi bagi para orang tua yang memiliki anak dengan bibir dan lelangit sumbing.

“Kami berharap semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bibir dan lelangit sumbing dan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak serta mengukir senyuman dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Yuk, cegah penyakit saat pancaroba dengan cuci tangan
Selasa, 10 Desember 2019 - 17:18 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Purwokerto dr...
Polemik vape, peneliti nilai perokok dewasa akan mengisap tembakau
Senin, 09 Desember 2019 - 09:02 WIB
Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya menilai pelarangan rokok elektrik di seju...
Nge-gym solusi untuk jaga kebugaran tubuh
Minggu, 01 Desember 2019 - 12:03 WIB
Selama ini olahraga kebugaran dipersepsikan identik dengan harga yang relatif mahal dan repot.
Tangkal radikal bebas, konsumsi enam makanan kaya antioksidan ini
Sabtu, 30 November 2019 - 14:28 WIB
Antioksidan adalah komponen atau substansi yang mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. R...
Lions Ride 2019 akan digelar di BSD
Kamis, 28 November 2019 - 18:02 WIB
Tahun ini akan digelar Lions Ride merupakan program peduli diabetes dengan mengajak masyarakat lomba...
Waspada, rokok bisa picu mata bayi katarak
Kamis, 28 November 2019 - 16:42 WIB
Bagi Anda perokok aktif hendaknya saat ini mulai waspada karena aktivitas menghisap tembakau itu bi...
Waspada! Pencemaran udara tingkatkan risiko terkena glaukoma
Kamis, 28 November 2019 - 10:16 WIB
Sebuah studi dari UCL di Inggris menyatakan bahwa orang yang tinggal di kawasan dengan pencemaran ud...
Pascawabah Hepatitia A Dinkes Depok masih berlakukan Status KLB
Selasa, 26 November 2019 - 19:37 WIB
Pascawabah Hepatitis A di SMPN 20 Kota Depok, Jawa Barat, sekolah terpaksa meliburkan selama tiga ha...
Tim gabungan Dinkes Magelang renovasi rumah penderita TB
Selasa, 26 November 2019 - 16:15 WIB
Tim gabungan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Magelang, Jawa Tengah mendatangi rumah seorang pasien Tuber...
2019, tercatat 138 orang menderita HIV/AIDS di Bojonegoro
Selasa, 26 November 2019 - 14:08 WIB
Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tercatat ada 138 penderita HIV/AIDS. Jumlah tersebut ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)