Kiri Kanan
Akan ada pertemuan lanjutan Jokowi-Prabowo? 
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 11:53 WIB |
Akan ada pertemuan lanjutan Jokowi-Prabowo? 
Presiden terpilih Joko Widodo bersama wakilnya, KH Ma`ruf Amin pada acara `Visi Indonesia`, di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). Sumber foto: https://bit.ly/2YRd4eg

Elshinta.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Arsul Sani menyebutkan bahwa akan ada pertemuan lanjutan setelah presiden terpilih, Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, pada Sabtu (13/7) lalu.

"Pertemuan Jokowi dan Prabowo itu yang pertama, tentu tidak menutup kemungkinan ada pertemuan lagi, baik langsung Pak Jokowi dengan Pak Prabowo atau lingkaran Pak jokowi yang ada di pemerintahan dengan lingkaran Pak Prabowo," kata dia kepada awak media saat menghadiri acara "Visi Indonesia", di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7).

Menurutnya, pembahasan lanjutan itu antara lain memperjelas niatan Prabowo Subianto yang pada pertemuan pertama menyatakan siap untuk mendukung Jokowi pada jalannya pemerintahan di periode 2019-2024.

"Yang akan dibicarakan apakah arahnya di dalam atau di luar. Tapi jangan kemudian rekonsiliasi itu diartikan sebagai bentuk masuknya Partai Gerindra dalam pemerintahan," kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, seperti dikutip Antara

Menurut Arsul Sani, banyak hal yang bisa dilakukan Partai Gerinda untuk Jokowi meski berada di luar lingkaran koalisi, antara lain tentang fungsi penguatan di ranah legislatif.

Di samping itu, kata dia, sejumlah partai politik (parpol) koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf sudah menyodorkan sejumlah nama kepada presiden terpilih, Jokowi untuk dijadikan Menteri Republik Indonesia periode 2019-2024.

"Kan kalau PKB menyebut 10 (nama), Partai Nasdem 11 (nama), PPP sembilan (nama). Sembilan nama itu kita sudah serahkan ke Pak Jokowi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PPP itu. 

Nama-nama yang disodorkan kepada Jokowi itu tidak beserta bidangnya, karena menurut Arsul, penempatan nama-nama tersebut akan diramu oleh Jokowi menyesuaikan kebutuhan dari Kabinet Indonesia Kerja (KIK) periode 2019-2024. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nasrul Abit daftar ke Gerindra sebagai calon gubernur Sumbar
Jumat, 15 November 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menegaskan, lima nama...
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)