Asap tipis kebakaran lahan mulai cemari udara Pekanbaru
Elshinta
Minggu, 14 Juli 2019 - 17:28 WIB |
Asap tipis kebakaran lahan mulai cemari udara Pekanbaru
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M0j8xJ

Elshinta.com - Udara di sebagian wilayah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Minggu (14/7), mulai tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pantauan di Pekanbaru, bau asap terasa menyelimuti udara, seperti di daerah Panam Kecamatan Tampan dan di Kecamatan Senapelan. Asap tipis terlihat di udara yang kemungkinan akibat kebakaran lahan gambut di daerah perbatasan Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar.

“Di Panam berasap,” kata seorang warga Kecamatan Tampan, Tanjung (26) kepada Antara, Minggu (14/7).

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, citra setelit Terra Aqua pada pagi ini sedikitnya ada 38 titik panas (hotspot) yang jadi indikasi awal Karhutla. Jumlah tersebut sedikit meningkat ketimbang pantauan sehari sebelumnya yang mencapai 35 titik pada Sabtu (13/7) sore.

Titik panas di Riau tersebar di 11 kabupaten dan kota, antara lain di Kabupaten Siak sembilan titik, Pelalawan tujuh titik, Bengkalis enam titik, Rokan Hilir enam titik, Kampar tiga titik, Rokan Hulu dua titik, serta di Kota Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu yang masing-masing terdeteksi ada satu titik panas.

Dari jumlah hotspot tersebut, BMKG menyatakan sebanyak 20 titik punya tingkat keakuratan (level confidence) di atas 70 persen. Lokasinya tersebar di Kabupaten Rokan Hilir ada empat titik, Siak enam titik, Pelalawan empat titik, Rokan Hulu dua titik, serta Bengkalis, Pekanbaru, Indragiri Hulu dan Kampar, masing-masing satu titik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Musim kemarau, warga Purwakarta krisis air bersih
Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Kekeringan telah melanda sejumlah kecamatan di Purwakarta dan telah berdampak warga ...
TNI-Polri dan BNPB pantau Karhutla Gunung Ciremai dari udara
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Pasca terjadinya karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah K...
Gunung Merapi luncurkan awan panas sejauh 900 meter
Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungk...
Belasan kecamatan di Lebak terdampak kekeringan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan akibat kemarau panjang...
Sungai meluap, puluhan hektar sawah di Aceh Barat terendam
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:33 WIB
Elshinta.com - Aliran Sungai (Krueng) Meureubo di Desa Pasi Pinang dan Meureubo, Kecamatan Meureubo...
Ini penyebab gempabumi Sukabumi menurut BMKG
Rabu, 21 Agustus 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Aktivitas Sesar Citarik menyebabkan gempabumi bermagnitudo 3,9 dengan kedalaman satu...
Gempa bermagnitudo 3,9 getarkan Sukabumi
Rabu, 21 Agustus 2019 - 07:08 WIB
Elshinta.com - Gempa berkekuatan Magnitudo 3,9 menggetarkan wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,...
Gempa bermagnitudo 5,1 guncang Rote Ndao
Minggu, 18 Agustus 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa berkekuatan ma...
Puluhan rumah di Aceh Selatan diterjang banjir bandang
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 19:12 WIB
Elshinta.com - Puluhan rumah di dua desa masing-masing Desa Jambo Dalam dan Desa Kapai Seusak, Keca...
Korban banjir bandang di Kulawi butuh makanan dan pakaian
Kamis, 15 Agustus 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Para korban bencana alam banjir dan longsor di Kulawi, Kabupaten Sigi, Provinsi Sula...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)