Kiri Kanan
Menteri Susi: Benih lobster tidak boleh lagi ditangkap
Elshinta
Minggu, 14 Juli 2019 - 15:15 WIB |
Menteri Susi: Benih lobster tidak boleh lagi ditangkap
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber foto: https://s.id/5Mzq4

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan benih lobster tidak boleh lagi ditangkap karena akan mengancam keberlanjutan komoditas tersebut di berbagai kawasan perairan nasional.

Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/7) menyatakan, penjualan benih lobster merugikan karena nilai jualnya terlampau kecil jika dibandingkan dengan nilai jual lobster dewasa. "Bibit lobster diambil dan dijual dengan harga Rp3.000, Rp10.000, Rp30.000 per ekornya. Padahal, harga satu ekor lobster kan sama dengan harga 30 kg, 40 kg, 50 kg ikan," jelasnya.

Sejalan dengan hal itu, Susi berharap bibit lobster yang telah dilepasliarkan dibiarkan tumbuh di alam dan dipanen oleh nelayan saat sudah dewasa. Ia menjelaskan, penyelundupan benih lobster sebenarnya bukan fenomena yang baru, hanya saja, selama ini praktik ilegal tersebut kurang mendapatkan perhatian sehingga menjadi praktik yang seolah-olah lazim saja terjadi.

Oleh sebab itu, Susi pun menaruh perhatian khusus dan menindak tegas para pelaku penyelundupan benih lobster dan terbukti, hasilnya pun sudah mulai terlihat saat ini. Berdasarkan Peraturan Menteri No 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Susi menyatakan, lautan merupakan kawasan yang bisa diakses berbagai masyarakat tanpa modal tinggi sehingga penting untuk melestarikannya dan memberdayakannya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Untuk itu, ia menekankan pentingnya untuk menjaga laut, yang dinilainya merupakan satu-satunya sumber daya alam (SDA) yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa modal tinggi.

Hal itu, ujar dia tak lepas dari tak terbatasnya akses terhadap laut yang tak bisa dibatasi kepemilikannya oleh perorangan atau pun kelompok tertentu. "Satu-satunya SDA yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa modal tinggi ya perikanan. Tambang, minyak itu tidak mungkin masyarakat umum bisa akses. Laut ini satu-satunya yang tidak ada kaveling-kaveling," tuturnya, dihimpun Antara.

Menteri Susi juga mengingatkan bahwa menjaga laut sebagai masa depan bangsa sesuai visi Presiden Joko Widodo adalah hal yang tepat. Hal tersebut, lanjutnya, karena daratan termasuk lahan pertanian bisa berkurang pada masa depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunker di Sulbar, Mentan beri bantuan pertanian Rp144 M
Sabtu, 07 Desember 2019 - 21:38 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan untuk sektor pertanian di Provinsi Sulawesi...
Presiden Jokowi: Indonesia bukan hanya Jakarta atau Pulau Jawa
Sabtu, 07 Desember 2019 - 21:12 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan membangun Indonesia yang luas dan besar membutuhkan ketahanan semang...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Menhub blusukan ke Terminal Pulo Gebang
Sabtu, 07 Desember 2019 - 20:14 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, menjelan...
Ida Fauziyah sebut peran perempuan di ekonomi kreatif perlu ditingkatkan
Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:49 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan peranan perempuan di industri ekonomi kreatif perlu ...
Larangan ASN bercadar, Guru Besar IPDN: Harus bijak buat kebijakan
Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:27 WIB
Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan mengatakan kabinet pemeri...
Amien Rais singgung kekayaan alam Papua tidak dinikmati oleh rakyat
Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:54 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menyinggung soal kekayaan alam Papua, dalam...
Polres Majalengka dirikan posko pengamanan tanggap darurat penanggulangan bencana
Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:28 WIB
Untuk mengantisipasi dan mengatasi bencana alam banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi di Kabup...
Komisi II DPR: Reformasi birokrasi jangan terjebak isu parsial
Sabtu, 07 Desember 2019 - 18:14 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Arwani Thomafi menyarankan agar pemerintahan tidak terjebak pada isu parsia...
Menteri BUMN minta karyawan lakukan layanan seperti biasa
Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:49 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia meminta para karyawan tetap me...
Lansia Kota Cirebon dapat bantuan sembako gratis dari YANU dan IWO
Sabtu, 07 Desember 2019 - 17:27 WIB
Yayasan Amal Nusantara Utama (YANU) Jakarta bekerja sama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Cirebon...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once