Kiri Kanan
Jokowi-Prabowo: Tidak ada lagi `cebong-kampret`
Elshinta
Sabtu, 13 Juli 2019 - 13:55 WIB |
Jokowi-Prabowo: Tidak ada lagi `cebong-kampret`
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kiri) berjabat tangan saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7). Sumber Foto: https://bit.ly/2JHKrd0

Elshinta.com - Joko Widodo dan Prabowo Subianto sepakat tidak ada lagi sebutan `cebong` dan `kampret` untuk para pendukungnya pasca pertemuan kedua tokoh tersebut.

"Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret, yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila," kata Joko Widodo di stasiun MRT Senayan, Jakarta pada Sabtu (13/7).

Joko Widodo akhirnya bertemu dengan Prabowo Subianto di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. Keduanya lalu naik kereta MRT hingga stasiun Senayan kemudian berlanjut santap siang bersama di salah satu restoran di daerah Senaya, seperti dikutip Antara.

Dalam pertemuan tersebut Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BIN Budi Gunawan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, sedangkan dari kubu BPN Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Dasco Ahmad, Edy Prabowo dan lainnya.

"Jadi saya sangat setuju. Sudah tidak ada cebong-cebong, tidak ada kampret-kampret. Semuanya Merah Putih," kata Prabowo. 

Jokowi pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu. "Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebagai sebuah bangsa karena kompetisi global dan antar negara sekarang ini semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara yang kita cintai," ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa pertemuan di MRT tersebut disepakati keduanya. "Sebetulnya pertemuan di manapun bisa. Di MRT bisa. mau di rumah Pak Prabowo bisa. di Istana bisa. Tapi kami sepakat memilih, sepakat," ungkap Jokowi.

Namun terkait apakah Gerindra bergabung dengan pemerintahan atau tidak, Jokowi mengaku harus membicarakannya lebih dulu dengan partai koalisi lainnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nasrul Abit daftar ke Gerindra sebagai calon gubernur Sumbar
Jumat, 15 November 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menegaskan, lima nama...
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)