KKP luncurkan kawasan tambak kakap putih pertama di Indonesia
Elshinta
Jumat, 12 Juli 2019 - 15:54 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
KKP luncurkan kawasan tambak kakap putih pertama di Indonesia
Sumber Foto: https://bit.ly/2XMjolP

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan kawasan pengembangan tambak ikan kakap putih pertama di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Pinrang dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (12/7) mengatakan bahwa program peningkatan produksi perikanan budi daya berbasis kawasan dengan komoditas andalan terus digalakkan.

"Hal ini tidak terlepas dari komitmen KKP untuk terus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kegiatan budi daya, sekaligus sebagai strategi peningkatan produksi ikan nasional," kata Slamet, seperti dikutip Antara.

Untuk mendukung program itu, ujar dia, sepanjang tahun 2018-2019 sebanyak 1,08 juta ekor benih ikan kakap putih telah disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan di Pinrang dengan luas kawasan 1.068 hektare dan 384.000 benih kakap putih di Maros di kawasan seluas 300 hektare.

Setidaknya sebanyak 1.950 ton ikan kakap putih diharapkan ke depan dapat diproduksi dari kawasan ini tiap tahunnya. Pengembangan perikanan budi daya berbasis kawasan, lanjutnya, akan memberikan manfaat baik secara lingkungan, manajemen, maupun pemasaran.

"Dengan konsep kawasan, prinsip-prinsip budi daya berkelanjutan akan lebih mudah diterapkan. Kelompok dapat menjaga lingkungan budi dayanya. Tata letak tambak, inlet dan outlet, tandon, IPAL atau pengolahan air limbah, bio security, pemeliharaan hutan mangrove untuk green belt termasuk manajemen pengelolaan secara berkelompok jauh lebih mudah dapat dilakukan secara kolektif," ucapnya.

Selain itu, ujar dia, pengembangan budi daya berbasis kawasan dengan komoditas andalan selain udang, misalnya kakap putih dan nila salin juga dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyakit guna mengembalikan kualitas tanah dan lingkungan tambak, sehingga tambak yang sebelumnya tidak diberdayakan ini kembali produktif dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa terus berlanjut.

Pemerintah, terangnya, akan terus berupaya untuk melakukan diversifikasi dan memilih berbagai komoditas yang tepat dan potensial dikembangkan di tambak-tambak idle seperti kakap putih sehingga dapat mencegah pengangguran.

Disinggung dipilihnya Kabupaten Pinrang dan Maros sebagai lokasi pengembangan kawasan kakap putih, Slamet menyebut karena kabupaten ini memiliki potensi lahan tambak yang luas, jumlah pembudidaya yang banyak dan tambak yang kurang produktif cukup luas.

Potensi budi daya payau di Kabupaten Pinrang kurang lebih 15.814 hektare dan di Maros seluas 12.000 hektare yang dimanfaatkan untuk budi daya udang, bandeng, dan rumput laut. Namun, dalam perkembangannya budi daya udang mengalami stagnasi dan cenderung mengalami penurunan produksi akibat menurunnya kualitas lahan tambak dan serangan penyakit.

"Mengapa kakap putih? Kita sudah budi daya udang berpuluh-puluh tahun, sehingga kualitas tanah sudah sangat menurun dan terjangkit penyakit, dengan budi daya kakap putih ini maka diharapkan dapat memutus rantai penyakit," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhub tinjau pemberangkatan jemaah calon haji di Bandara Soetta
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pemberangkatan jema...
BPBD Lebak ingatkan wisatawan pesisir Pantai Selatan tak berenang
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengingatkan wisatawan ...
Sukses di Trenggalek, Destana Tsunami 2019 akan tutup segmen Jatim di Pacitan
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Rerumputan lapangan Desa Tanggung Gunung, Tulungagung masih basah oleh embu...
Tekanan rendah Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca Maluku
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:29 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, pusat tekanan rendah 1.007 ...
Oded: Dirgahayu Paguyuban Pasundan, bawa `Urang Sunda` sejahtera
Minggu, 21 Juli 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bangga dengan Paguyuban Pasundan....
Jawa Barat belajar pengembangan pariwisata ke Banyuwangi
Minggu, 21 Juli 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang difasilit...
Kampanye tolak plastik sekali pakai disuarakan 49 elemen masyarakat
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Aksi berupa pawai menolak plastik sekali pakai berlangsung di Bundaran HI, ...
Menteri Susi pimpin pawai tolak plastik sekali pakai
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik ...
Tokoh: Menarik personel TNI bukan solusi penyelesaian konflik Nduga
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Tokoh pemuda Papua, Alberth Ali Kabiay menilai permintaan penarikan persone...
69 calon haji berusia lebih dari 95 tahun telah tiba di Tanah Suci
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 69 calon haji dari Indonesia yang berusia diatas 95 tahun telah ti...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once