Kiri Kanan
Rupiah berpeluang menguat seiring sinyal `dovish` The Fed
Elshinta
Jumat, 12 Juli 2019 - 11:05 WIB |
Rupiah berpeluang menguat seiring sinyal `dovish` The Fed
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Na42aY

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat (12/7) berpeluang menguat seiring sinyal `dovish` atau kebijakan moneter longgar oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

"Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan dolar Hong Kong dibuka menguat terhadap dolar AS masih terbawa sentimen pidato Gubernur The Fed. Kemungkinan rupiah juga terbawa menguat menuju kisaran antara Rp14.000 sampai Rp14.050 per dolar," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih kepada Antara di Jakarta, Jumat (12/7).

Dari eksternal, inflasi AS tercatat 1,6 persen (yoy), terendah dalam empat bulan terakhir dan melambat dari Mei yang sebesar 1,8 persen (yoy). Perlambatan ini karena harga makanan dan energi yang turun. Sementara inflasi inti tercatat 2,1persen (yoy), diatas perkiraan ekspektasi konsensus 2 persen (yoy).

"Kendati inflasi AS tidak menjadi fokus utama kebijakan suku bunga The Fed, namun dengan angka inflasi yang masih relatif rendah membuat kekawatiran melambatnya ekonomi semakin kuat, yang bisa membuat kemungkinan The Fed semakin besar menurunkan suku bunganya," ujar Lana.

Gubernur The Fed Jerome Powell mensinyalkan akan menurunkan suku bunganya. Pelaku pasar perkirakan The Fed akan melakukannya pada pertemuan 30-31 Juli 2019 ini.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.085 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.089 per dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
OECD turunkan perkiraan pertumbuhan global 2020
Jumat, 22 November 2019 - 09:57 WIB
Elshinta.com - Dalam prospek ekonomi terbaru yang dirilis pada Kamis (21/11) kemarin, Organisasi unt...
Karut-marut kebijakan nikel yang konsisten untuk inkonsistensi 
Kamis, 21 November 2019 - 22:06 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri pemberian penghargaan Indonesia Mi...
Kemnaker ingin SDM yang dapat mengelola masalah
Kamis, 21 November 2019 - 20:10 WIB
Elshinta.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  menginginkan sumber daya manusia (S...
Gubernur BI: Hingga November, nilai tukar rupiah terapresiasi 2,03 persen
Kamis, 21 November 2019 - 19:08 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah sejak awal tahun sampai dengan 20 November 2019 mengalami apr...
Pemerintah siapkan insentif untuk investasi perusahaan AS di Indonesia
Kamis, 21 November 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif untuk perusahaan-perusahaan AS yan...
IHSG turun 0,61% pada akhir perdagangan Kamis sore 
Kamis, 21 November 2019 - 18:08 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun sejak pagi hingga penutupan pe...
Rupiah menguat tipis usai BI tahan suku bunga
Kamis, 21 November 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (...
Pemerintah petakan langkah strategis hadapi tantangan ekonomi 2020
Kamis, 21 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah memetakan sejumlah strategi dan langkah prioritas hadapi tantangan ek...
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di level 5%
Kamis, 21 November 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 20-21 November 2019 memutuskan unt...
Ekonom: Jangan `jerumuskan` Ahok ke BUMN
Kamis, 21 November 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menegaskan Ahok jangan `dijerum...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)