Penderita diabetes terus meningkat
Elshinta
Kamis, 11 Juli 2019 - 11:24 WIB |
Penderita diabetes terus meningkat
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2VsVwXx

Elshinta.com - Warga Kota Bekasi, Jawa Barat, rentan terserang penyakit kencing manis atau diabetes mengingat penderita penyakit gula di wilayah tersebut kini telah mencapai puluhan ribu orang.

"Berdasarkan data yang kami miliki, sepanjang tahun lalu penderitanya mencapai 47.018 orang. Yang lebih memprihatinkan, penderitanya didominasi oleh kalangan usia produktif," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Kamis (11/7).

Dezi mengatakan, jika dikalkulasikan rata-rata setiap bulan jumlah penderita diabetes di Kota Bekasi mencapai 3.900 orang. "Untuk data penderita diabetes baru tahun 2019 masih dalam validasi," katanya.

Penyebab banyaknya warga yang terserang diabetes karena pola makan yang tidak sehat yakni mengonsumsi makanan mengandung gula dan karbohidrat berlebihan.

Akibatnya, gula darah meningkat hingga menimbulkan penyakit diabetes. Makanan tidak sehat juga memicu sejumlah penyakit selain diabetes. "Makanya, jaga pola makan sehat agar tidak menimbulkan penyakit bagi tubuh," ucapnya, seperti dikutip Antara.

Dezi menjelaskan, konsumsi makanan berlemak jenuh dan manis dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan glukosa dalam darah melebihi angka normal yakni 200 miligram/desiliter (mg/dl). Diabetes tidak berbahaya tapi apabila tidak dicegah dapat mengakibatkan kematian karena kerusakan pankreas.

"Penderita diabetes bisa hidup normal kalau mengontrol pola makan. Tapi bila penyebab penyakit itu tidak terkontrol, bisa berakibat kronis. Untuk itu, setiap penderita diabetes harus rutin melakukan pemeriksaan agar kadar gula darahnya terkontrol," katanya lagi.

Apalagi, kini banyak puskesmas di Kota Bekasi yang sudah menjadi rumah sakit tipe D. "Jadi kalau pemeriksaan rutin, kalau ada kenaikan darah bagi penderita diabetes bisa diambil tindakan medis secepat mungkin," kata dia.

Dezi mengingatkan, penyebaran diabetes sangat luas dan cepat karena umumnya warga yang menderita penyakit ini tidak menyadarinya. Bahkan, ada beberapa warga penderita diabetes selama bertahun-tahun tidak menyadari menderita penyakit itu karena memang gejalanya cenderung tidak spesifik.

Seperti sering haus, kerap buang air kecil, sering merasa lapar, berat badan turun tanpa sebab, pandangan kabur, luka sulit sembuh, sering mengalami infeksi pada gusi, kulit dan vagina. Termasuk berkurangnya masa otot, terdapat keton dalam urine, dan sering lemas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, penyebab banyaknya warga yang menderita diabetes karena pola makan yang tidak sehat. Seperti mengonsumsi susu manis atau SKM secara berlebihan. "Sudah ada risetnya, kalau lebih dari 50 persen kandungan susu kental manis itu gula. Sementara kandungan susunya sangat sedikit," katanya.

Tri menambahkan, pemerintah daerah sudah melakukan sosialisasi terkait produk SKM yang banyak dikonsumsi anak-anak itu bukan susu. Bahkan, dia mengimbau kepada masyarakat apabila ada produsen SKM secara giat memromosikan produknya sebagai susu anak bisa dilaporkan.

"Kami minta agar masyarakat jeli. Tindakan pencegahan konsumsi SKM berlebihan untuk menghindari berbagai penyakit karena pemakaian gula yang berlebihan," kata Tri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
CDC selidiki penyakit paru-paru akibat rokok elektrik
Senin, 19 Agustus 2019 - 18:23 WIB
Elshinta.com - Pusat bagi Pemantauan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sedang menyelid...
Ahli: Usia 40 tahun sebaiknya periksa kondisi jantung 
Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Ahli jantung Dr. Dyana Dyana Sarvasti dr., SpJP (K) mengatakan jika seseorang yang s...
 Cegah peredaran narkoba, Polres Kudus-PO Bus tes urine supir
Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Tim Satuan Reserse Narkoba bersama Urdokkes Polres Kudus  Jawa Tengah menggelar ins...
RSUI bertekad jadi rujukan internasional
Selasa, 13 Agustus 2019 - 19:54 WIB
Elshinta.com - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) resmi membuka layanan canggih kateterisasi...
Dinkes Kota Pekanbaru mulai kekurangan stok masker
Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengajukan sebanyak 210.000 masker tambahan ke Dinas K...
Dinkes pastikan stok obat cukup untuk tangani pasien ISPA di Pekanbaru
Selasa, 13 Agustus 2019 - 11:43 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau memastikan stok obat bagi pasien Infeks...
Turunkan kolesterol saat Idul Adha dengan konsumsi ini
Minggu, 11 Agustus 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Hari Raya Idul Adha sangat identik dengan mengonsumsi daging kurban yang be...
Ingin berhenti merokok? berikut tipsnya
Sabtu, 10 Agustus 2019 - 09:58 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tentu tahu efek buruk merokok bagi kesehatan. Merokok bukan ha...
Jemaah haji diharap siapkan stamina fisik hadapi Armuzna
Jumat, 09 Agustus 2019 - 07:08 WIB
Elshinta.com - Menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Menteri Ag...
Jemaah calhaj diimbau jaga keseimbangan ibadah dan istirahat
Jumat, 02 Agustus 2019 - 09:54 WIB
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jemaah calon haji Indonesia agar senantiasa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)