Begini draf Qanun mengatur poligami, Mendagri belum menerimanya
Elshinta
Kamis, 11 Juli 2019 - 09:29 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Begini draf Qanun mengatur poligami, Mendagri belum menerimanya
Ilustrasi pernikahan. Sumber foto: https://bit.ly/2LhfUGr

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, belum menerima draft Qanun atau Peraturan Daerah (Perda) Hukum Keluarga Aceh.

Menurut Mendagri, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu rancangan Qanun Hukum Keluarga, yang di dalamnya mengatur poligami. Qanum rencananya akan diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Sampai hari ini saya belum dapat usulan atau kajian atau telaah permintaan pendapat, berkaitan dengan rencana usulan perda tersebut," kata Mendagri, di Jakarta, Rabu (10/7) kemarin, seperti diinformasikan melalui laman resmi InfoPublik.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nanggroe Aceh Darussalam sudah menyerahkan draf Qanun mengenai Keluarga, yang salah satunya mengatur tentang diperbolehkannya poligami kepada DPRA.

Dalam draf tersebut, Pemprov Aceh merancang aturan mengenai ketentuan poligami secara terperinci. Salah satunya diatur jumlah perempuan yang boleh dinikahi laki-laki.

Seorang pria hanya boleh menikah dengan empat perempuan. Jika ingin menikah lagi, maka harus menceraikan salah satu istri yang telah dinikahinya.

Berikut Draft Rancangan Qanun Hukum Keluarga:

Pasal 46

Ayat (1)
Seorang suami dalam waktu yang bersamaan boleh beristri lebih dari 1 (satu) orang dan dilarang lebih dari 4 (empat) orang.

Ayat (2)
Syarat utama beristri lebih dari 1 (satu) orang harus mempunyai kemampuan, baik lahir maupun batin dan mampu berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anaknya.

Ayat (3)
Kemampuan lahir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan tempat tinggal untuk kehidupan istriistri dan anak-anaknya.

Ayat (4)
Kemampuan tersebut harus dibuktikan dengan sejumlah penghasilan yang diperoleh setiap bulan dari hasil pekerjaan baik sebagai Aparatur Sipil Negara, pengusaha/wiraswasta, pedagang, petani maupun nelayan atau pekerjaan lainnya yang sah.

Ayat (5)
Kemampuan batin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan, biologis, kasih sayang dan spiritual terhadap lebih dari seorang istri.

Ayat (6)
Dalam hal syarat utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak mungkin dipenuhi, seorang suami dilarang beristri lebih dari 1 (satu) orang.

Pasal 47
Ayat (1)
Seorang suami yang hendak beristri lebih dari 1 (satu) orang harus mendapat izin dari Mahkamah Syar’iyah.

Ayat (2)
Pernikahan yang dilakukan dengan istri kedua, ketiga dan keempat tanpa izin Mahkamah Syar’iyah, tidak mempunyai kekuatan hukum.

Pasal 48

Ayat (1)
Mahkamah Syar’iyah hanya memberi izin kepada suami yang akan beristri lebih dari 1(satu) jika: a. Isteri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam Qanun ini; atau b. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, yang dibuktikan dengan keterangan dari dokter ahli.; atau c. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan, yang dibuktikan dengan keterangan dari dokter ahli.

Ayat (2)
Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah persyaratan alternatif, artinya salah satu syarat terpenuhi seorang suami sudah dapat mengajukan permohonan beristri lebih dari 1 (satu) orang meskipun istri atau istri-istri sebelumnya tidak menyetujui, Mahkamah Syar’iyah dapat memberikan izin kepada suami untuk beristri lebih dari satu orang.

Pasal 49
Ayat (1)
Selain syarat utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (2), untuk memperoleh izin Mahkamah Syar’iyah harus pula dipenuhi syarat-syarat: a. adanya persetujuan istri atau istri-istri; dan b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka.

Ayat (2)
Persetujuan istri atau istri-istri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat diberikan secara tertulis atau secara lisan.

Ayat (3)
Persetujuan lisan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan oleh istri di hadapan sidang Mahkamah Syar’iyah.

Ayat (4)
Persetujuan sebagaimana pada ayat (1) huruf a tidak diperlukan bagi seorang suami, jika istri atau istri-istrinya tidak mungkin diminta persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian atau apabila tidak ada khabar dari istri atau istri-istrinya paling kurang 2 (dua) tahun atau karena sebab lain yang perlu mendapat pertimbangan hakim.

Pasal 50
Ayat (1)
Dalam hal istri atau istri-istri tidak mau memberikan persetujuan, sedangkan suami yang mengajukan permohonan izin beristri lebih dari seorang sudah mampu memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49, hakim dapat mempertimbangkan untuk memberikan izin kepada suami untuk beristri lebih dari seorang.

Ayat (2)
Tata cara mengajukan permohonan beristri lebih dari seorang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhub tinjau pemberangkatan jemaah calon haji di Bandara Soetta
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pemberangkatan jema...
BPBD Lebak ingatkan wisatawan pesisir Pantai Selatan tak berenang
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengingatkan wisatawan ...
Sukses di Trenggalek, Destana Tsunami 2019 akan tutup segmen Jatim di Pacitan
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Rerumputan lapangan Desa Tanggung Gunung, Tulungagung masih basah oleh embu...
Tekanan rendah Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca Maluku
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:29 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, pusat tekanan rendah 1.007 ...
Oded: Dirgahayu Paguyuban Pasundan, bawa `Urang Sunda` sejahtera
Minggu, 21 Juli 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bangga dengan Paguyuban Pasundan....
Jawa Barat belajar pengembangan pariwisata ke Banyuwangi
Minggu, 21 Juli 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang difasilit...
Kampanye tolak plastik sekali pakai disuarakan 49 elemen masyarakat
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Aksi berupa pawai menolak plastik sekali pakai berlangsung di Bundaran HI, ...
Menteri Susi pimpin pawai tolak plastik sekali pakai
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik ...
Tokoh: Menarik personel TNI bukan solusi penyelesaian konflik Nduga
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Tokoh pemuda Papua, Alberth Ali Kabiay menilai permintaan penarikan persone...
69 calon haji berusia lebih dari 95 tahun telah tiba di Tanah Suci
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 69 calon haji dari Indonesia yang berusia diatas 95 tahun telah ti...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once