Wapres: Dokter masa kini tidak bisa hanya modal stetoskop
Elshinta
Rabu, 10 Juli 2019 - 14:34 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Wapres: Dokter masa kini tidak bisa hanya modal stetoskop
Wapres JK saat resmikan RS Yarsi. Sumber foto: https://bit.ly/2JxYXnW

Elshinta.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan dokter masa kini tidak bisa hanya bermodalkan stetoskop seperti zaman dulu, kini dokter juga harus mengikuti perkembangan teknologi yang diimplementasikan dalam alat-alat kesehatan.

"Dokter tidak bisa lagi hanya dengan modal stetoskop bisa kasih resep orang. Oleh karena itu, rumah sakit tanpa peralatan kesehatan, maka tidak akan bisa lagi memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat," ujar Wapres.

Dikatakannya saat meresmikan Rumah Sakit Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (Yarsi) di Jakarta, Rabu (10/7), sebuah rumah sakit perlu diisi oleh tenaga-tenaga profesional di bidang perhotelan untuk memberikan kenyamanan dan keramahan bagi pasien dan pembesuk.

"Perlu juga layanan non-medis, 'hospitality'-nya. Mulai tadi seperti satpamnya hormat, resepsionis, tempat tidur, menu makan; itu semua kan prinsip hotel sebenarnya. Kalau dokter yang mengatur sprei kan kurang enak," ucapnya.

Menurut Wapres, ketiga unsur tersebut, yakni layanan medis, teknis dan layanan non-medis, harus dimiliki oleh sebuah rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

"Jadi bisa terdiri dari tiga macam direktur yang latar belakang pendidikannya berbeda-beda. Kalau direktur rumah sakit dokter semua, itu kesalahan," kata Wapres, dilaporkan oleh Reporter Elshinta.com, Dody Handoko.

Dijelaskannya, direktur sebuah rumah sakit tidak mutlak harus dipimpin oleh dokter, melainkan bisa juga dari kalangan profesional di bidang teknik dan jasa pelayanan atau "hospitality".

"Saya sampaikan ke Bu Menkes, lain kali rumah sakit juga direkturnya ada insinyurnya supaya bukan semuanya dokter. Kadang-kadang kita semua kalau bukan dokter, tidak sah itu rumah sakit," katanya.

Menurut Wapres, dokter hanya berperan sepertiga dari sebuah rumah sakit. Dua pertiga lainnya merupakan peran tenaga teknis untuk mengurusi alat kesehatan dan pelaku bisnis hotel atau "hotelier".

Apabila tiga peran tersebut beroperasi secara imbang dan bersama-sama, mulai dari dokter yang kompeten, peralatan kesehatan memadai, serta pelayanan profesional; maka sebuah rumah sakit akan mendapat citra baik di mata masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ternyata ini yang jadi alasan `vape` berbahaya
Jumat, 20 September 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan vape disebut menjadi al...
Naiknya cukai rokok upaya Pemerintah kurangi perokok pemula
Rabu, 18 September 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa naiknya harga cukai rokok sebesar 2...
Pemprov Kepri siapkan masker untuk para pelajar
Selasa, 17 September 2019 - 14:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan masker untuk para pelajar untuk mencega...
Dinkes diminta siaga layani masyarakat terdampak asap
Selasa, 17 September 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada Dinas Kesehatan di sejumlah wilayah ter...
Dinkes Kalteng sediakan rumah singgah bagi penderita ISPA
Selasa, 17 September 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan p...
Hati-Hati, lima kebiasaan ini berefek buruk bagi otak
Senin, 16 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pada saat menerapkan gaya hidup sehat, biasanya orang hanya memperhatikan ukuran pin...
Ada 94 kasus baru HIV di Cianjur hingga September 2019
Minggu, 15 September 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat hingga September terdapat 94 orang de...
Kabut asap, 2.188 balita Sumsel terkena ISPA
Sabtu, 14 September 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 2.188 balita di Sumatera Selatan terkena infeksi saluran pernapasan akut (...
Pemkab Cianjur targetkan 2030 wilayahnya `triple zero` kasus HIV/AIDS
Jumat, 13 September 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Pelaku hubungan seks menyimpang, laki-laki seks laki-laki (LSL) menjadi penyumbang te...
Apa sebenarnya manfaat kopi dan teh?
Jumat, 13 September 2019 - 20:33 WIB
Elshinta.com - Minuman yang biasa dikonsumsi masyarakat umum, kopi dan teh, ternyata dapat memberi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once