Kasus Rizieq Shihab, persoalan politik atau hukum?
Elshinta
Rabu, 10 Juli 2019 - 07:39 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kasus Rizieq Shihab, persoalan politik atau hukum?
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Sumber foto: https://bit.ly/2LLadzJ

Elshinta.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai, dalam kasus Habib Rizieq Shihab (HRS) harus dipisahkan antara persoalan politik dan hukum.

Persoalan politik tersebut yaitu pemulangan HRS sebagai syarat rekonsiliasi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi.

"Kalau masalah hukum punya mekanisme sendiri, bisa diajukan upaya hukum. Kita harus bisa memisahkan persoalan politik dan hukum jangan diintervensi," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7).

Menurut dia, kalau HRS ingin kembali ke Indonesia maka harus disambut dengan tangan terbuka, jangan dipersulit namun kalau ada urusan lain di luar politik misalnya kasus hukum, harus dihadapi.

Masinton menyambut baik apabila HRS ingin kembali ke Indonesia, namun ketika sudah di Indonesia maka kasus hukumnya harus diselesaikan.

"Kalau mau pulang kan bisa melalui jalur udara dan laut, ketika sampai di Indonesia akan disambut dengan tangan terbuka dan tidak akan dihalang-halangi," ujarnya, dikutip Antara.

Dia mengingatkan bahwa langkah rekonsiliasi, diawali dengan keluhuran kemudian ketulusan untuk bangun kebersamaan dan persatuan bangsa.

Karena itu, menurut dia, rekonsiliasi harus dimaknai dalam rangka menjalin kebersamaan persaudaraan dan persatuan tanpa ada kepentingan lain karena semangatnya keluhuran dan ketulusan.

"Indonesia adalah negara berdasarkan atas hukum, proses penegakan hukum harus kita hormati dan tidak boleh diintervensi. Karena itu dalam rekonsiliasi tidak boleh ada embel-embel lain, tidak untuk kepentingan orang per orang, tapi untuk kepentingan seluruh elemen bangsa," katanya.

Menurut dia, rekonsiliasi itu harus dimaknai untuk membangun persatuan dan persaudaraan, bukan transaksi apapun baik jabatan maupun kepentingan lain di luar kepentingan bangsa.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani tidak menyangkal bahwa salah satu syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Jokowi adalah pemulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab dan pembebasan para tokoh yang ditahan kepolisian.

"Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq) kan beberapa waktu lalu banyak ditahan ratusan orang," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7).

Dia menilai, dengan langkah pemulangan Habib Rizieq dan pembebasan para tokoh, diharapkan ketegangan di tengah masyarakat menjadi mengendor sehingga gesekan tidak ada lagi.

Muzani mengatakan tidak ada syarat lain yang diajukan pihaknya kepada Jokowi, selain pemulangan Rizieq dan pembebasan sejumlah orang yang ditahan karena perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhub tinjau pemberangkatan jemaah calon haji di Bandara Soetta
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pemberangkatan jema...
BPBD Lebak ingatkan wisatawan pesisir Pantai Selatan tak berenang
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengingatkan wisatawan ...
Sukses di Trenggalek, Destana Tsunami 2019 akan tutup segmen Jatim di Pacitan
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Rerumputan lapangan Desa Tanggung Gunung, Tulungagung masih basah oleh embu...
Tekanan rendah Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca Maluku
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:29 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, pusat tekanan rendah 1.007 ...
Oded: Dirgahayu Paguyuban Pasundan, bawa `Urang Sunda` sejahtera
Minggu, 21 Juli 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bangga dengan Paguyuban Pasundan....
Jawa Barat belajar pengembangan pariwisata ke Banyuwangi
Minggu, 21 Juli 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang difasilit...
Kampanye tolak plastik sekali pakai disuarakan 49 elemen masyarakat
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:50 WIB
Elshinta.com - Aksi berupa pawai menolak plastik sekali pakai berlangsung di Bundaran HI, ...
Menteri Susi pimpin pawai tolak plastik sekali pakai
Minggu, 21 Juli 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik ...
Tokoh: Menarik personel TNI bukan solusi penyelesaian konflik Nduga
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Tokoh pemuda Papua, Alberth Ali Kabiay menilai permintaan penarikan persone...
69 calon haji berusia lebih dari 95 tahun telah tiba di Tanah Suci
Minggu, 21 Juli 2019 - 08:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 69 calon haji dari Indonesia yang berusia diatas 95 tahun telah ti...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once