Kiri Kanan
Produk ekspor perikanan Indonesia sudah diterima 157 negara
Elshinta
Minggu, 07 Juli 2019 - 21:43 WIB |
Produk ekspor perikanan Indonesia sudah diterima 157 negara
Sumber Foto: https://bit.ly/2XNrxe5

Elshinta.com - Produk ekspor perikanan yang berasal dari Republik Indonesia sudah diterima oleh sebanyak 157 negara yang menandakan bahwa produk kelautan dan perikanan nasional telah diakui oleh berbagai pihak di tingkat mancanegara.

"Produk ekspor perikanan Indonesia sudah diterima oleh 157 negara di dunia yang menggambarkan bahwa kita sudah memiliki produk yang baik dan memenuhi compliance standar internasional," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina, dalam rilis, Minggu (7/7).

Selain itu, menurut Rina, BKIPM KKP juga menorehkan catatan yang dinilai cemerlang karena kinerja ekspor perikanan yang terus meningkat.

Hal itu, ujar dia, merupakan berkat dari sistem layanan ekspor-impor online yang telah diterapkan oleh KKP, serta diberlakukannya Permen KP No. 18/2018 dan KMK No. 2844/2018.

"Volume ekspor untuk komoditas perikanan konsumsi hidup semester I tahun 2019 naik sebesar 3 persen dari periode yang sama pada tahun 2018," ungkap Rina, seperti dikutip Antara.

Ia juga menyatakan bahwa volume ekspor komoditas perikanan nonkonsumsi nonhidup juga mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 448 persen.

Sebelumnya, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) menginginkan pemerintah benar-benar melindungi perdagangan komoditas hasil laut antara lain dengan meninjau ulang kenaikan tarif angkutan udara yang memberatkan kinerja ekspor pengusaha perikanan nasional.

"Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis untuk untuk meninjau ulang kenaikan tarif angkutan udara, yang dampaknya telah dirasakan pelaku bisnis di sektor kelautan," kata Ketua Harian Iskindo Moh Abdi Suhufan.

Menurut dia, berbagai kalangan yang terdampak kenaikan tarif angkutan udara adalah mereka yang bergerak dalam usaha bisnis hasil laut.

Hal tersebut, lanjutnya, karena kenaikan kargo udara menghambat dan menurunkan volume terutama dari Indonesia kawasan Timur.

Ia menyatakan, kenaikan antara 100-300 persen membuat pelaku usaha hasil laut di Indonesia Timur kesulitan mengirim barang sehingga mereka yang biasanya menggunakan pesawat kini beralih ke jalur darat.

Padahal, lanjutnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian komoditas hasil laut lebih besar karena jangka waktu pengiriman yang lebih panjang.

Ketua Harian Iskindo mencemaskan kenaikan biaya logistik selama ini akan mengganggu upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor hasil laut ke luar negeri dan lesunya proses produksi di sentra-sentra produksi karena ketidakmampuan pelaku usaha dalam mengirimkan barangnya ke tujuan akhir.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa ada sekitar Rp36 triliun nilai tangkapan ikan yang tidak dilaporkan pada 2018 sehingga institusi tersebut juga terus memperbaiki proses perizinan dan penegakan hukum sektor perikanan.

"Sebetulnya kalau unreported-nya (tangkapan ikan di kawasan perairan Indonesia) tercatat semua, saya yakin kita akan bisa menjadi nomor satu produsen perikanan di dunia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Kamis (4/7).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah menguat dekati level Rp14.000 per dolar AS 
Senin, 09 Desember 2019 - 19:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin (9/12) sore menguat m...
Akhir perdagangan Senin sore, IHSG menguat tipis 0,11% ke 6.193 
Senin, 09 Desember 2019 - 18:16 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,92 poin atau 0,11% ke 6.193,79 di akhir perdaga...
Proyek LRT dinilai kurang kajian teknis dan ekonomis
Senin, 09 Desember 2019 - 14:15 WIB
Pembangunan proyek light rapid transit (LRT) dinilai tidak berdasarkan kajian teknis dan ekonomis se...
Sandiaga harapkan Rabithah Alawiyah ciptakan lapangan kerja
Senin, 09 Desember 2019 - 13:06 WIB
Pengusaha Sandiaga Uno menghadiri Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Rabithah Alawiyah (RA) sekaligus pe...
Mentan dorong pengusaha kembangkan produk berorientasi ekspor
Senin, 09 Desember 2019 - 12:28 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong para pengusaha khususnya di lini bisnis pertanian da...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina diskon harga avtur 20 persen
Senin, 09 Desember 2019 - 12:05 WIB
PT Pertamina (Persero) memberikan promosi harga avtur berupa diskon sebesar 20 persen sebagai upaya ...
Analis: Rupiah kemungkinan masih akan menguat
Senin, 09 Desember 2019 - 11:19 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Senin (9/12), diprediksi masih ...
IHSG berpeluang menguat manfaatkan momentum siklus tahunan
Senin, 09 Desember 2019 - 10:57 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat deng...
BI perkirakan defisit transaksi berjalan 2019 menurun 2,7 persen PDB
Senin, 09 Desember 2019 - 10:33 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan 2019 akan menurun menjadi 2,7 persen da...
Galeri Jogja di Bandara YIA, ruang memasarkan produk UMKM DIY
Minggu, 08 Desember 2019 - 18:50 WIB
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jumlahnya sangat besar men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)