Wiranto: Bela negara tidak hanya dari ancaman militer
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 16:56 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Wiranto: Bela negara tidak hanya dari ancaman militer
Menko Polhukam, Wiranto. Sumber foto: https://bit.ly/2CrOsQg

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan bahwa ada beberapa versi bela negara. Dikatakan, membela negara tidak hanya dari ancaman militer saja, tetapi juga dari ancaman-ancaman lainnya yang sudah masuk ke dalam dimensi kehidupan bermasyarakat.

“Pengertian publik juga, kalau bela negara hanya ancaman militer saja yang kita fokuskan, padahalkan tidak. Banyak ancaman lain yang bukan ancaman militer sekarang muncul, ancaman-ancaman yang masuk ke dalam dimensi kehidupan kita, ancaman ekonomi bisa, ancaman pangan bisa, ancaman narkotika bisa, terorisme, illegal fishing, illegal logging, human trafficking. Itu semuanya kan ancaman baru,” katanya.

Menko Polhukam menekankan agar Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) ke depannya dapat menjabarkan jenis-jenis ancaman dan bagaimana cara menanggulanginya. Setelah terpetakan, maka Wantannas kemudian dapat menyosialisasikan kepada masyarakat sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan ketahanan nasional.

“Wantannas harus bisa menjabarkan ancaman apa dan cara penanggulangannya bagaimana, yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sebagai suatu upaya untuk meningkatan ketahanan nasional, meningkatkan sistem bela negara yang nanti harus dipahami oleh masyarakat kita. Itu, fokusnya itu,” katanya, demikian dilansir dari JPP, Kamis (4/7).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Soal virus corona, Mahfud minta masyarakat tenang 
Selasa, 28 Januari 2020 - 21:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta masyarakat tenang menyikapi ...
Polisi temukan 4 pucuk senjata api saat patroli
Selasa, 28 Januari 2020 - 21:11 WIB
Polresta Jayapura Kota, menemukan empat pucuk senjata api rakitan dan 8 butir amunisi di seputaran D...
 Peran Bhayangkari penting bagi tugas Polri 
Selasa, 28 Januari 2020 - 20:43 WIB
Kapolres Indramayu, Jawa Barat AKBP Suhermanto mengungkapkan peran anggota Bhayangkari sangat pentin...
Sosialisasi Satlantas dengan imbuan kekinian
Senin, 27 Januari 2020 - 18:26 WIB
Satlantas Polres Sukoharjo, Jawa Tengah memasang baliho unik sasar milenial guna menekan angka kecel...
Panglima TNI katakan pembentukan tiga satuan baru wujud TNI yang adaptif
Jumat, 24 Januari 2020 - 08:48 WIB
Pembentukan tiga satuan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni Komando Operasi K...
Satgas Yonif 755 Kostrad dukung ketahanan pangan dengan kearifan lokal
Kamis, 23 Januari 2020 - 20:34 WIB
Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3/Kostrad mendukung kegiatan warga dalam...
Anggota DPR: Perlu ketegasan sikap soal Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 16:46 WIB
Masuknya kapal Tiongkok ke laut Natuna menjadi permasalahan besar dalam pandangan ancaman kedaulata...
Belum ada keputusan Presiden soal WNI teridentifikasi teroris
Selasa, 21 Januari 2020 - 13:32 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mengatakan, belum ada keputusan dari Presiden Joko Widodo ...
Susi Pudjiastuti angkat bicara soal sengketa Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:38 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menegaskan, politisi memiliki per...
Prabowo klaim tak hanya Tiongkok yang melanggar wilayah Indonesia
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:55 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, tidak hanya Tiongkok, ada beberapa negara lain yang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV