Inilah 6 strategi jitu moncerkan bisnis jastip
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 14:34 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Inilah 6 strategi jitu moncerkan bisnis jastip
Ilustrasi bisnis jastip/Sumber foto: titipbeliin.com

Elshinta.com - Bisnis jastip menjadi fenomena di era teknologi digital yang semakin berkembang belakangan ini. Minim modal bahkan tanpa modal, bisnis jastip bisa dilakukan dari rumah. Banyak pelaku usaha ini yang telah membuktikan diri bisa berhasil.

Nah, agar bisnis yang Anda jalankan bisa berkembang, simak 6 strategi jitu ini, yang dikutip dari berbagai sumber.

Rajin cari event potensial

Memang inti dari jasa titip beli barang ini adalah membelikan item yang diinginkan oleh konsumen yang menitip. Namun, ada baiknya bila Anda juga proaktif dan tidak hanya menunggu orderan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi berbagai event obral barang yang sesuai dengan segmen target market Anda.

Berikan layanan yang baik

Konsumen yang puas dengan pelayanan Anda kemungkinan besar akan kembali memesan jasa titip beli barang dari Anda. Pelanggan setia tidak datang begitu saja, mereka harus diupayakan dengan cara memberikan pelayanan terbaik.

Memberikan pelayanan yang baik bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya berkomunikasi secara bersahabat dengan konsumen, memastikan barang yang ditawarkan berkualitas dan layak untuk dibeli, mengirimkan barang dengan packing yang baik, dan lainnya.

Personal branding

Jangan lupakan, bisnis jasa titip beli barang (jastip) ini dijalankan oleh individu. Oleh karena itu personal branding Anda punya peranan yang sangat penting. Jika ingin mendapatkan banyak konsumen, maka Anda harus bisa membangun personal branding terutama di media sosial.

Manfaatkan pemasaran online

Selain memasarkan jasa Anda pada kenalan dan kerabat,maka manfaatkan juga berbagai kanal pemasaran online untuk menjaring pembeli. Anda bisa menggunakan Instagram, Facebook, Twitter hingga website e-commerce.

Harga transparan

Jangan menetapkan tarif yang kemahalan karena akan membuat pembeli berpikir ulang. Cukup dipatok sekitar 5-10 persen per item dari harga barang. Transparasi harga diperlukan agar konsumen semakin percaya bahwa Anda memang jujur.

Sistem pembayaran di muka

Sebaiknya, Anda menerapkan sistem pembayaran di muka untuk mencegah kerugian. Sebab terkadang ada orang yang sudah memesan, tapi membatalkannya secara sepihak setelah Anda membelinya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ikuti pameran di Jerman, 5 UKM produk organik bukukan transaksi hingga Rp11,17 M
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:13 WIB
Sebanyak lima UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM sukses membukukan transaksi hingga ...
Tembus pasar Eropa, 8 IKM kerajinan ini tampil di pameran Ambiente 2020
Selasa, 18 Februari 2020 - 17:07 WIB
Kementerian Perindustrian gencar memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam ne...
Kemenkop UKM dorong pelaku usaha menengah masuk pasar ekspor
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:49 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM fokus untuk mendampingi dan mendorong usaha skala menengah untuk naik k...
Omzet bisnis franchise tidak sesuai target, begini cara melejitkannya…
Senin, 10 Februari 2020 - 10:59 WIB
Untuk membuat bisnis Anda lebih ramai pembeli sehingga omzet setiap harinya dapat tercapai sesuai ta...
Siwak cegah penyakit gigi, ini penjelasannya
Sabtu, 01 Februari 2020 - 08:58 WIB
Siwak adalah ranting atau batang dari pohon Salvadora Persica yang juga biasa disebut `pohon sikat g...
Sinergi dengan Bea Cukai, Kemenkop siap genjot ekspor UKM
Rabu, 27 November 2019 - 15:25 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM akan bersinergi dengan Direktorat Bea dan Cukai untuk meningkatkan prod...
Indonesia perluas akses pasar hingga Amerika Latin
Selasa, 12 November 2019 - 16:18 WIB
Indonesia semakin gencar meningkatkan hubungan perdagangan dengan sejumlah negara-negara nontradisio...
Digitalisasi warung, Teten berharap pasar UKM jadi lebih besar
Kamis, 07 November 2019 - 12:19 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah Grab Indonesia membangun GrabKios di se...
Pertumbuhan industri tekstil dan pakaian meroket, ini pemicunya
Kamis, 07 November 2019 - 09:38 WIB
Industri tekstil dan pakaian jadi merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling ti...
Ini cara Kemenkop dan UKM kembangkan jaringan pemasaran produk UKM
Rabu, 06 November 2019 - 12:06 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM tengah menjajaki kerjasama dengan marketplace kondang Bukalapak dalam p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)